KJG-PT Band kerja sama pemanfaatan kapasitas pipa gas
Jumat, 4 Agustus 2023 10:47 WIB
PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), selaku afiliasi dari PT PGN Tbk. ANTARA/HO-PT PGN Tbk
Jakarta (ANTARA) - PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), selaku afiliasi dari PT PGN Tbk, melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan PT Bahtera Andalan Gas (Band) tentang pemanfaatan kapasitas pipa gas bumi.
Direktur KJG R Mohamad Edwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan melalui kerja sama ini, KJG akan bertindak sebagai transporter dan PT Band sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri dan niaga gas bumi, salah satunya CNG akan menjadi calon shipper ketiga dari KJG, setelah PGN dan Pertamina.
Volume pemakaian gas direncanakan sebesar 3-5 MMSCFD dari Blok Muriah.
Band memanfaatkan sebagian kapasitas pipa KJG untuk mendukung kegiatan usahanya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam memasarkan gas ke existing market Band dengan sumber Lapangan Kepodang.
Sebelumnya, existing market Band disuplai dari Wilayah Kerja Lapangan Randugunting.
Band mendistribusikan gas dalam bentuk compressed natural gas (CNG) langsung ke industri sebagai pengguna akhir.
"Kami berharap kerja sama ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Kami juga sangat mendukung rencana Band untuk mendapatkan alokasi dari lapangan Kepodang. Yang pasti, Band tidak perlu khawatir, karena saat ini Lapangan Kepodang masih dapat diandalkan produksinya dan lapangan-lapangan yang ada di sekitarnya. Pipa KJG berada di posisi yang strategis, sehingga kami berharap dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan listrik, namun juga pengguna lainnya di sekitar Jawa Tengah," ujar Edwin.
KJG memastikan penyediaan pipa pengangkutan gas bumi yang akan dimanfaatkan oleh Band sepanjang 200 km dari Lapangan Kepodang, Wilayah Kerja Muriah.
Di sisi lain, Band tengah mengajukan permohonan alokasi gas bumi kepada Kementerian ESDM dan melakukan proses pengajuan sebagai pembeli gas kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), SKK Migas, dan pihak-pihak lainnya di Lapangan Kepodang untuk pelaksanaan proyek.
Direktur Band Pamiarto Saptosadewo berharap dengan banyaknya calon-calon customer baru dan meningkatnya permintaan kepada mereka, KJG mampu mendukung pergerakan ini. Maka ke depannya, kerja sama ini dapat ditingkatkan menjadi gas transportation agreement.
Band yang didirikan pada 2018 dan merupakan bagian dari PT Super Energy Tbk. Band bergerak di industri hilir gas bumi yang memproduksi CNG dengan CNG plant di Rembang, Jawa Tengah.
Band juga telah memiliki alokasi langsung dari pemerintah untuk pemanfaatan gas di Sumur Randugunting II yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi.
Saat ini KJG memiliki dan mengoperasikan fasilitas pengangkutan gas bumi berupa pipa transmisi sepanjang 200 km dengan diameter 14 inci yang menghubungkan sumber gas dari Lapangan Kepodang Wilayah Kerja Muriah dengan fasilitas KJG di ORF Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.
"Kami selalu menjaga performa pipa dan infrastruktur pendukung untuk penyaluran gas dari Wilayah Kerja Muriah. KJG sebagai transporter gas, menyalurkan gas dari sumur gas Kepodang milik Saka Energi Muriah ke ORF KJG Tambak Lorok. Kemudian diutilisasi untuk memenuhi kebutuhan gas ke Indonesia Power Semarang PGU sebesar 10-25 BBTUD. Kami ingin distribusi gas lebih luas lagi, sehingga kami juga siap berpartner dengan berbagai pihak dalam realisasinya," ujar Edwin.
Direktur KJG R Mohamad Edwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan melalui kerja sama ini, KJG akan bertindak sebagai transporter dan PT Band sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri dan niaga gas bumi, salah satunya CNG akan menjadi calon shipper ketiga dari KJG, setelah PGN dan Pertamina.
Volume pemakaian gas direncanakan sebesar 3-5 MMSCFD dari Blok Muriah.
Band memanfaatkan sebagian kapasitas pipa KJG untuk mendukung kegiatan usahanya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam memasarkan gas ke existing market Band dengan sumber Lapangan Kepodang.
Sebelumnya, existing market Band disuplai dari Wilayah Kerja Lapangan Randugunting.
Band mendistribusikan gas dalam bentuk compressed natural gas (CNG) langsung ke industri sebagai pengguna akhir.
"Kami berharap kerja sama ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Kami juga sangat mendukung rencana Band untuk mendapatkan alokasi dari lapangan Kepodang. Yang pasti, Band tidak perlu khawatir, karena saat ini Lapangan Kepodang masih dapat diandalkan produksinya dan lapangan-lapangan yang ada di sekitarnya. Pipa KJG berada di posisi yang strategis, sehingga kami berharap dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan listrik, namun juga pengguna lainnya di sekitar Jawa Tengah," ujar Edwin.
KJG memastikan penyediaan pipa pengangkutan gas bumi yang akan dimanfaatkan oleh Band sepanjang 200 km dari Lapangan Kepodang, Wilayah Kerja Muriah.
Di sisi lain, Band tengah mengajukan permohonan alokasi gas bumi kepada Kementerian ESDM dan melakukan proses pengajuan sebagai pembeli gas kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), SKK Migas, dan pihak-pihak lainnya di Lapangan Kepodang untuk pelaksanaan proyek.
Direktur Band Pamiarto Saptosadewo berharap dengan banyaknya calon-calon customer baru dan meningkatnya permintaan kepada mereka, KJG mampu mendukung pergerakan ini. Maka ke depannya, kerja sama ini dapat ditingkatkan menjadi gas transportation agreement.
Band yang didirikan pada 2018 dan merupakan bagian dari PT Super Energy Tbk. Band bergerak di industri hilir gas bumi yang memproduksi CNG dengan CNG plant di Rembang, Jawa Tengah.
Band juga telah memiliki alokasi langsung dari pemerintah untuk pemanfaatan gas di Sumur Randugunting II yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi.
Saat ini KJG memiliki dan mengoperasikan fasilitas pengangkutan gas bumi berupa pipa transmisi sepanjang 200 km dengan diameter 14 inci yang menghubungkan sumber gas dari Lapangan Kepodang Wilayah Kerja Muriah dengan fasilitas KJG di ORF Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.
"Kami selalu menjaga performa pipa dan infrastruktur pendukung untuk penyaluran gas dari Wilayah Kerja Muriah. KJG sebagai transporter gas, menyalurkan gas dari sumur gas Kepodang milik Saka Energi Muriah ke ORF KJG Tambak Lorok. Kemudian diutilisasi untuk memenuhi kebutuhan gas ke Indonesia Power Semarang PGU sebesar 10-25 BBTUD. Kami ingin distribusi gas lebih luas lagi, sehingga kami juga siap berpartner dengan berbagai pihak dalam realisasinya," ujar Edwin.
Pewarta : Kelik Dewanto
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim DMC Dompet Dhuafa gulirkan bantuan bagi penyintas bencana Gunung Semeru
25 November 2025 6:54 WIB
Pemerataan produksi ayam dan telur di luar Jawa disiapkan untuk tekan harga
22 November 2025 17:43 WIB
Swasembada pangan hadapi tantangan, banyak petani enggan tanam kedelai di lahan pertanian
17 November 2025 10:39 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
BCA Syariah Kantor Cabang Bandarlampung tingkatkan literasi keuangan bagi penggiat UMKM
15 January 2026 10:18 WIB