BKSDA Jambi turunkan tim guna tangkap beruang madu di Tanjabbar
Kamis, 4 Mei 2023 11:50 WIB
Beruang madu ((helarctos malayanus) yang sedang berada di kebun warga Tanjabbar, Jambi.(ANTARA/Eko)
Jambi (ANTARA) - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melalui resort Tungkal Ilir menurunkan tim ke Desa Teluk Kulbi dan desa sekitarnya di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) untuk melakukan pemetaan guna menangkap beruang madu yang masuk ke pemukiman warga.
Kepala Resort BKSDA Tungkal Ilir Abu Syauqi, Kamis, mengatakan pihaknya menurunkan tim untuk menganalisa lingkungan dimana beruang madu (Helarctos Malayanus) tersebut berada, apakah masih berada di sekitar perkebunan dan permukiman warga, atau sudah kembali masuk ke dalam hutan sebagai habitat nya. Hal ini yang masih dicari tahu keberadaannya.
Tim, kata dia, sedang menganalisa hal itu untuk melihat posisi dan memudahkan penangkapan dan risiko terkecil saat dilakukan penangkapan.
"Kita turunkan tim ke desa sebelahnya juga karena ada laporan juga dan pihak BKSDA sudah komunikasi dengan kepala Desa Teluk Kulbi dan sekitarnya dan perlu dilakukan penganalisaan lebih dahulu sebelum dilakukan penangkapan," kata Abu Syaugi.
Penangkapan beruang madu tersebut, kata dia, membutuhkan peralatan khusus yang harus izin karena merupakan barang milik negara. "Kita butuh izin dengan surat menyuratnya terlebih dahulu," ujarnya.
Ia mengharapkan tim yang diturunkan akan menemukan lokasi dimana beruang tersebut akan ditangkap. "Nantinya hasil analisis itu yang menjadi dasar kita untuk melakukan penangkapan dimana yang tepat dilakukan." kata Abu Syaugi.
Untuk diketahui satwa yang dilindungi tersebut sudah memasuki kawasan pemukiman warga sejak Maret 2023. Beruang yang tergolong satwa buas dan dilindungi itu tidak hanya ke pemukiman, tetapi juga ke perkebunan warga sekitar sehingga masyarakat was was saat bekerja dan di rumah. Mereka khawatir saat beraktivitas diterkam beruang.
Kepala Resort BKSDA Tungkal Ilir Abu Syauqi, Kamis, mengatakan pihaknya menurunkan tim untuk menganalisa lingkungan dimana beruang madu (Helarctos Malayanus) tersebut berada, apakah masih berada di sekitar perkebunan dan permukiman warga, atau sudah kembali masuk ke dalam hutan sebagai habitat nya. Hal ini yang masih dicari tahu keberadaannya.
Tim, kata dia, sedang menganalisa hal itu untuk melihat posisi dan memudahkan penangkapan dan risiko terkecil saat dilakukan penangkapan.
"Kita turunkan tim ke desa sebelahnya juga karena ada laporan juga dan pihak BKSDA sudah komunikasi dengan kepala Desa Teluk Kulbi dan sekitarnya dan perlu dilakukan penganalisaan lebih dahulu sebelum dilakukan penangkapan," kata Abu Syaugi.
Penangkapan beruang madu tersebut, kata dia, membutuhkan peralatan khusus yang harus izin karena merupakan barang milik negara. "Kita butuh izin dengan surat menyuratnya terlebih dahulu," ujarnya.
Ia mengharapkan tim yang diturunkan akan menemukan lokasi dimana beruang tersebut akan ditangkap. "Nantinya hasil analisis itu yang menjadi dasar kita untuk melakukan penangkapan dimana yang tepat dilakukan." kata Abu Syaugi.
Untuk diketahui satwa yang dilindungi tersebut sudah memasuki kawasan pemukiman warga sejak Maret 2023. Beruang yang tergolong satwa buas dan dilindungi itu tidak hanya ke pemukiman, tetapi juga ke perkebunan warga sekitar sehingga masyarakat was was saat bekerja dan di rumah. Mereka khawatir saat beraktivitas diterkam beruang.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam penumpang kapal pecah di perairan Tanjabbar dilarikan ke rumah sakit
02 December 2021 18:47 WIB, 2021
Guru di Tanjabbar buat inovasi tingkatkan kreativitas di era pandemi
26 November 2021 8:06 WIB, 2021
Guru di Tanjabbar berinovasi dorong kreativitas belajar di masa pandemi
26 November 2021 5:32 WIB, 2021
Perawat tertular, IGD RSUD Daud Arif Tanjabbar Jambi ditutup senentara
17 August 2020 6:07 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB