Bandarlampung (ANTARA) - Pertamina Sales Area Retail Lampung akan menyediakan tambahan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) kantong saat arus mudik Lebaran 2023 untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akan bahan bakar minyak (BBM).

"Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan akan BBM saat periode mudik Lebaran 2023 ini, ada beberapa hal yang akan dilakukan," ujar Sales Area Manager Retail Pertamina Wilayah Lampung, Bagus Handoko, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan untuk mengatasi lonjakan akan permintaan BBM telah disiapkan SPBU kantong, di SPBU yang berpotensi mengalami lonjakan konsumsi.

"Berdasarkan identifikasi ada kemungkinan beberapa SPBU mengalami kenaikan konsumsi sampai 300 persen. Jadi sudah disiapkan mobil tanki yang akan menjadi SPBU kantong yang siap di lokasi tersebut," katanya.

Dia menjelaskan jumlah mobil tanki yang berfungsi sebagai SPBU kantong itu berjumlah 16 unit.

"Lokasi SPBU yang berpotensi mengalami peningkatan cukup signifikan ada di rest area Jalan Tol Trans Sumatera yaitu di KM 49 A, KM 234 A ini untuk arus mudik. Sedangkan untuk arus balik ada di KM 87 B, dan KM 215 B. Jadi disini akan disediakan SPBU kantong," tambahnya.

Menurut dia, dengan adanya SPBU kantong dapat mencegah kejadian kehabisan BBM di SPBU yang memiliki kapasitas tanki terbatas ataupun mengantisipasi kendala pengiriman.

"Selanjutnya untuk mengantisipasi  kekurangan pasokan BBM pada periode Idul Fitri 2023, akan dilakukan pengisian tambahan stok sejak saat ini. Kalau biasanya rata-rata stok di tangki hanya untuk 1 hari, sekarang dinaikkan menjadi 1,5 hari," kata dia.

Ia melanjutkan bila saat pelaksanaan mudik Lebaran 2023 terdapat kendala pengiriman BBM di Lampung, telah dibuat langkah antisipatif, dengan menyalurkan pasokan dari lokasi terdekat.

"Jadi untuk mitigasi kalau ada masalah pengiriman, Lampung bisa lakukan pengisian BBM dari Kertapati, Palembang. Untuk beberapa titik bisa diambil dari Terminal Lahat, untuk di Pesisir Barat bisa ambil melalui Bengkulu. Harapannya semua lancar dan bisa memenuhi konsumsi masyarakat," ujar dia.


 

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024