Bandarlampung (ANTARA) -  
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengingatkan para peternak unggas di kota setempat untuk menerapkan biosecurity guna mengantisipasi penularan virus flu burung.

"Meski belum ada kasus flu burung di Bandarlampung tapi penerapan biosecurity masih harus diterapkan guna mencegah adanya penularan," kata Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kota Bandarlampung M Rifki, di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan bahwa virus flu burung ini bersifat zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, sehingga memang guna mencegah penularannya harus memperhatikan tiga sisi dari kesehatan lingkungan, satwa liar dan peternakannya.

Kemudian, lanjut dia, yang perlu menjadi perhatian juga bahwa berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa penularan virus flu burung varian baru ini, selain dari unggas ternak, juga dapat ada di unggas liar. 

"Jadi, kalau unggas di peternakan sudah divaksinasi, kemudian juga telah melakukan penerapan biosecurity, mungkin yang kami antisipasi ke depan yakni pergerakan satwa liar. Itu yang perlu diperhatikan. Koordinasi nanti lebih ke lintas sektor kehutanan dan satwa liar," kata dia.

Dia mengatakan bahwa apabila memang ke depan terdapat kasus unggas yang diduga terkena flu burung, tindakan yang akan dilakukan yakni mengambil sampel untuk dikonfirmasi ke laboratorium guna memastikannya.

"Kemudian kami juga akan melakukan penyemprotan disinfektan ketika ditemukan hewan ternak mati atau kasus flu burung," kata dia.

Ia pun mengimbau kepada para peternak unggas untuk terus waspada sebab virus flu burung tingkat kematiannya cukup tinggi, dan juga penyebarannya cepat.

"Kemudian, ketika ada manusia dengan gejala flu dan di sekitarnya terdapat kondisi kematian ternak, maka jalur koordinasi nya sudah ada, kami bekerjasama dengan dinkes dalam pemeriksaan masyarakat, siapa yang kontak, dan gejala flunya," kata dia.

 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024