Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengatakan bahwa telah menghadirkan tim pendamping keluarga di 20 kecamatan guna mencegah terjadinya stunting terhadap bayi, balita dan anak.

"Kami ada tim pendamping keluarga yang tugasnya mendampingi calon pengantin, ibu hamil dan menyusui termasuk yang memiliki anak balita sehingga anak-anaknya tidak terkena stunting," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bandarlampung Santi Sundari, di Bandarlampung, Kamis.

Ia juga mengatakan bahwa para pendamping tersebut juga akan mengedukasi mengenai betapa pentingnya mempersiapkan 5.000 hari pertama kelahiran atau kehidupan dari mulai remaja putrinya.

"Termasuk mendata jika ada temuan anak yang dimungkinkan terkena stunting, dengan melihat 
dari ciri-cirinya yang mudah sakit dan memiliki tinggi lebih pendek dari teman sebaya," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi berkelanjutan ke sekolah-sekolah terkait pencegahan stunting khususnya kepada remaja putri, bahwa calon ibu harus sehat dan cukup gizi guna menghasilkan generasi penerus yang baik.

"Selain itu kami memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri supaya tidak terjadi anemia," kata dia.

Ia pun mengungkapkan bahwa dalam upaya pencegahan stunting, pemkot setempat telah membagikan 20 ribu butir telur untuk keluarga di 20 kecamatan di kota.

"Meskipun kasus stunting di Bandarlampung tidak banyak, upaya pencegahan tetap masifkan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 prevalensi stunting di Bandarlampung 11,1 persen," kata dia.
 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024