GAK keluarkan lava pijar 25-100 meter dari puncak gunung
Jumat, 22 April 2022 22:40 WIB
Foto Gunung Anak Krakatau (GAK). Jumat, (22/4/2022). (ANTARA/HO)
Bandarlampung (ANTARA) -
Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung, kembali mengeluarkan lava pijar dengan tinggi 25-100 meter dari puncak gunung.
"GAK kembali erupsi dengan mengeluarkan lava pijar 25-100 meter," kata Petugas Pos Pantau GAK di Lampung Selatan, Andi, dihubungi, di Bandarlampung, Jumat malam.
Ia mengatakan bahwa GAK aktif didominasi oleh hembusan angin dan saat ini berada pada status waspada level 2, sehingga masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer.
Namun begitu, ia pun meminta masyarakat tetap dalam kondisi tenang dan menjalankan aktivitasnya.
"Silahkan beraktivitas tapi tidak mendekati GAK dalam radius yang sudah ditentukan terutama bagi nelayan dan wisatawan," kata dia.
Berdasarkan data yang diupload dari website https://www.vsi.esdm.go.id, Jumat, 22 April 2022, kali pertama erupsi pukul 00:49 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 79 detik.
Kemudian erupsi kedua pukul 01:45 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 757 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 48 detik.
Selanjutnya erupsi ketiga pada pukul 17:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 957 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 0 detik.
Gunung Anak Krakatau erupsi lagi keempat kalinya pada pukul 02:37 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 1.657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 45 detik.
Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung, kembali mengeluarkan lava pijar dengan tinggi 25-100 meter dari puncak gunung.
"GAK kembali erupsi dengan mengeluarkan lava pijar 25-100 meter," kata Petugas Pos Pantau GAK di Lampung Selatan, Andi, dihubungi, di Bandarlampung, Jumat malam.
Ia mengatakan bahwa GAK aktif didominasi oleh hembusan angin dan saat ini berada pada status waspada level 2, sehingga masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer.
Namun begitu, ia pun meminta masyarakat tetap dalam kondisi tenang dan menjalankan aktivitasnya.
"Silahkan beraktivitas tapi tidak mendekati GAK dalam radius yang sudah ditentukan terutama bagi nelayan dan wisatawan," kata dia.
Berdasarkan data yang diupload dari website https://www.vsi.esdm.go.id, Jumat, 22 April 2022, kali pertama erupsi pukul 00:49 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 79 detik.
Kemudian erupsi kedua pukul 01:45 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 757 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 48 detik.
Selanjutnya erupsi ketiga pada pukul 17:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 957 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 0 detik.
Gunung Anak Krakatau erupsi lagi keempat kalinya pada pukul 02:37 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 1.657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 45 detik.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lani Yuniarti dari keluarga penerima PKH, lulus kuliah hingga diterima PPPK
24 April 2024 16:05 WIB, 2024
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih aman, masyarakat jangan termakan isu hoaks
06 December 2022 15:13 WIB, 2022
Dukung pariwisata Lampung, ASDP siapkan KMP Jatra II antarkan peserta tour menuju perairan GAK
28 August 2022 12:52 WIB, 2022
BMKG: Pengelola usaha-pemda diimbau siaga setelah Anak Krakatau Level 3
26 April 2022 5:21 WIB, 2022
Terpopuler - Bandarlampung
Lihat Juga
Anggota DPR lakukan sosialisasi empat pilar di SMA Negeri 11 Bandarlampung
12 February 2026 18:17 WIB
Polisi selidiki temuan mayat terbungkus plastik di tempat kos Bandarlampung
10 February 2026 5:42 WIB
Polisi usut kasus kematian pria terbungkus plastik di tempat kos Jalan Untung Suropati
08 February 2026 14:16 WIB