Yamaha E01 metode pengisian dan daya jelajahnya
Kamis, 21 April 2022 16:01 WIB
Pengisian daya Yamaha E01 di IIMS Hybrid 2022 (ANTARA/Chairul Rohman)
Jakarta (ANTARA) - Yamaha E01, sepeda motor konsep bertenaga listrik baterai yang telah dipamerkan di Indonesia pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, memiliki tiga opsi pengisian daya listrik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
Takuya Maruo selaku engineer project leader Yamaha Motor Jepang secara daring pada Kamis menjelaskan bahwa opsi pertama adalah fast charger, di mana pengguna hanya memerlukan waktu satu jam untuk mengisi baterai dari 0 hingga 90 persen. Metode fast charger akan tersedia di diler Yamaha dan beberapa perusahaan yang menjadi mitra mereka.
Kedua, kata Takuya Maruo, konsumen bisa menggunakan metode normal charger yang membutuhkan waktu lima jam untuk pengisian dari 0 hingga 100 persen. Perangkat pengisian baterai normal itu sangat mungkin dipasang di rumah-rumah pemilik kendaraan listrik itu.
Adapun yang ketiga adalah portable charger dengan waktu pengisian yang lebih lama, yakni 14 jam dari 0 hingga 100 persen kapasitas baterai. Perangkat itu akan bisa dibawa pengguna untuk melakukan pengisian baterai di tempat-tempat tertentu.
Yamaha E01 menggunakan baterai 8,1 kW yang terpasang permanen (non-removable). Skutik yang desainnya mirip dengan Yamaha NMax itu menggunakan motor listrik buatan Yamaha sendiri dengan baterai yang mampu menempuh jarak 130 km saat terisi penuh (dengan kecepatan konstan 60km/jam dan tergantung kondisi lalulintas).
Takuya Maruo berpendapat, dengan daya jelajah itu, Yamaha E01 cocok digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Secara dimensi, Yamaha E01 memiliki ukuran panjang 1.930mm × lebar 810mm × tinggi 1.190mm dengan ketinggian posisi duduk ke tanah 755mm. Posisi berkendara motor itu menyerupai NMax. Yamaha E01 yang ada di IIMS Hybrid 2022 (ANTARA/Chairul Rohman)
Yamaha E01 dibekali tiga mode berkendara, pertama adalah PWR dengan output maksimal 8,1kW/5.000rpm, torsi maksimum 30,2Nm/1.950rpm dan kecepatan maksimal 100km/jam. Mode kedua adalah STD dengan output maksimal 8,1kW/5.000rpm, torsi maksimum 24,5Nm/1.500rpm dan kecepatan maksimal 100km/jam.
Sedangkan mode hemat, atau ECO memiliki output maksimal 5,4kW/4.500rpm, torsi maksimum 21,4Nm/1.500rpm dan kecepatan maksimal 60km/jam.
Motor itu menggunakan electronic control sebagai otaknya dengan memanfaatkan fungsi Vehicle Control Unit (VCO), Battery Management System (BMS) dan Motor Control Unit (MCU). Terdapat juga reverse mode, regenerative brakes dan traction control system.
Yamaha E01 yang berstatus produk global akan diuji coba di beberapa negara Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
Takuya Maruo selaku engineer project leader Yamaha Motor Jepang secara daring pada Kamis menjelaskan bahwa opsi pertama adalah fast charger, di mana pengguna hanya memerlukan waktu satu jam untuk mengisi baterai dari 0 hingga 90 persen. Metode fast charger akan tersedia di diler Yamaha dan beberapa perusahaan yang menjadi mitra mereka.
Kedua, kata Takuya Maruo, konsumen bisa menggunakan metode normal charger yang membutuhkan waktu lima jam untuk pengisian dari 0 hingga 100 persen. Perangkat pengisian baterai normal itu sangat mungkin dipasang di rumah-rumah pemilik kendaraan listrik itu.
Adapun yang ketiga adalah portable charger dengan waktu pengisian yang lebih lama, yakni 14 jam dari 0 hingga 100 persen kapasitas baterai. Perangkat itu akan bisa dibawa pengguna untuk melakukan pengisian baterai di tempat-tempat tertentu.
Yamaha E01 menggunakan baterai 8,1 kW yang terpasang permanen (non-removable). Skutik yang desainnya mirip dengan Yamaha NMax itu menggunakan motor listrik buatan Yamaha sendiri dengan baterai yang mampu menempuh jarak 130 km saat terisi penuh (dengan kecepatan konstan 60km/jam dan tergantung kondisi lalulintas).
Takuya Maruo berpendapat, dengan daya jelajah itu, Yamaha E01 cocok digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Secara dimensi, Yamaha E01 memiliki ukuran panjang 1.930mm × lebar 810mm × tinggi 1.190mm dengan ketinggian posisi duduk ke tanah 755mm. Posisi berkendara motor itu menyerupai NMax. Yamaha E01 yang ada di IIMS Hybrid 2022 (ANTARA/Chairul Rohman)
Yamaha E01 dibekali tiga mode berkendara, pertama adalah PWR dengan output maksimal 8,1kW/5.000rpm, torsi maksimum 30,2Nm/1.950rpm dan kecepatan maksimal 100km/jam. Mode kedua adalah STD dengan output maksimal 8,1kW/5.000rpm, torsi maksimum 24,5Nm/1.500rpm dan kecepatan maksimal 100km/jam.
Sedangkan mode hemat, atau ECO memiliki output maksimal 5,4kW/4.500rpm, torsi maksimum 21,4Nm/1.500rpm dan kecepatan maksimal 60km/jam.
Motor itu menggunakan electronic control sebagai otaknya dengan memanfaatkan fungsi Vehicle Control Unit (VCO), Battery Management System (BMS) dan Motor Control Unit (MCU). Terdapat juga reverse mode, regenerative brakes dan traction control system.
Yamaha E01 yang berstatus produk global akan diuji coba di beberapa negara Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Termasuk Toyota dan Honda, deretan mobil baru akan ditampilkan di IIMS 2026
27 January 2026 21:38 WIB
Dompet Dhuafa hadirkan layanan servis motor gratis bagi penyintas banjir di Tapanuli Tengah
05 January 2026 22:18 WIB
PLN UID Lampung perkuat pendidikan vokasi lewat pelatihan perakitan baterai motor iistrik
19 October 2025 8:41 WIB
Jalan depan gerbang utama DPR sulit dilewati, motor melintas di tol dalam kota
30 August 2025 15:32 WIB
Paskibraka heroik Papua Barat Daya berterima kasih atas hadiah motor dari Menkum
20 August 2025 14:54 WIB
Terpopuler - Otomotif
Lihat Juga
Program Daifit, sembilan konsumen Daihatsu dapat kesempatan undian umroh
07 March 2024 22:41 WIB, 2024
Airlangga targetkan 200.000 mobil listrik terjual di Indonesia tiap tahun
06 February 2024 5:27 WIB, 2024