Subaru temukan cacat pada sensor mesin "boxer" CB18 pada Forester & Outback
Minggu, 17 April 2022 15:16 WIB
Mesin "boxer" CB18 milik Subaru (WIkimedia Commons/Tokumeigakarinoaoshima)
Jakarta (ANTARA) - Subaru menghentikan pengiriman tiga model kendaraan meliputi Forester, Outback dan Levorg yang diproduksi di Jepang setelah menemukan adanya masalah pada sensor mesin "boxer" CB18, menurut warta Nikkei, dikutip Minggu.
Mesin "boxer" CB18 merupakan mesin dengan konfigurasi pembakaran di dalam piston yang bergerak secara horizontal itu hanya digunakan untuk model mereka di Jepang.
Cacat mesin itu terdeteksi setelah adanya keluhan dari pengemudi bahwa mesin tidak mau hidup, atau mati saat mobil dijalankan.
Subaru telah mengirimkan 54.000 mobil yang terdampak kerusakan sensor itu sejak Oktober 2020. Pabrikan menyatakan siap mengganti komponen itu.
Subaru Outback (Subaru Official)
Penangguhan penjualan dan pengiriman mobil itu berlaku efektif mulai 6 April, dan Subaru berharap penundaan pengiriman itu tidak terjadi hingga lebih dari dua bulan.
Jumlah mobil yang tidak bisa dikirimkan selama periode penundaan ditaksir sebanyak 9.000 hingga 10.000 unit. Pengamat dari JPMorgan Securities Japan, Akira Kishimoto memproyeksikan masalah itu setara dengan 10 miliar yen laba operasi grup.
"Itu setara dengan 10 persen dari proyeksi laba operasi konsolidasi untuk tahun fiskal 2021," kata Kishimoto.
Mesin "boxer" CB18 merupakan mesin dengan konfigurasi pembakaran di dalam piston yang bergerak secara horizontal itu hanya digunakan untuk model mereka di Jepang.
Cacat mesin itu terdeteksi setelah adanya keluhan dari pengemudi bahwa mesin tidak mau hidup, atau mati saat mobil dijalankan.
Subaru telah mengirimkan 54.000 mobil yang terdampak kerusakan sensor itu sejak Oktober 2020. Pabrikan menyatakan siap mengganti komponen itu.
Subaru Outback (Subaru Official)
Penangguhan penjualan dan pengiriman mobil itu berlaku efektif mulai 6 April, dan Subaru berharap penundaan pengiriman itu tidak terjadi hingga lebih dari dua bulan.
Jumlah mobil yang tidak bisa dikirimkan selama periode penundaan ditaksir sebanyak 9.000 hingga 10.000 unit. Pengamat dari JPMorgan Securities Japan, Akira Kishimoto memproyeksikan masalah itu setara dengan 10 miliar yen laba operasi grup.
"Itu setara dengan 10 persen dari proyeksi laba operasi konsolidasi untuk tahun fiskal 2021," kata Kishimoto.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto sebut bukti yang dibawa KPK cacat formil
10 February 2025 18:27 WIB, 2025
BMW "recall" K 1600 2019-2020 karena masalah cacat suspensi belakang
01 February 2022 17:18 WIB, 2022
Ketua Umum IDI sebut cacat lahir hipospadia bisa diatasi lewat kecenderungan perilaku
11 March 2021 17:32 WIB, 2021
Terpopuler - Otomotif
Lihat Juga
Program Daifit, sembilan konsumen Daihatsu dapat kesempatan undian umroh
07 March 2024 22:41 WIB, 2024
Airlangga targetkan 200.000 mobil listrik terjual di Indonesia tiap tahun
06 February 2024 5:27 WIB, 2024