Taliban larang petempur membawa senjata ke taman hiburan
Rabu, 2 Februari 2022 17:19 WIB
Arsip - Pengunjung taman hiburan berpose dengan pejuang Taliban dari provinsi Wardak selama kunjungan pertama mereka ke Kabul saat mereka mengambil cuti untuk mengunjungi taman hiburan di reservoir Qargha di pinggiran Kabul, Afghanistan, Oktober 2021. (ANTARA/Reuters/Jorge Silva/as)
Kabul (ANTARA) - Para petempur Taliban dilarang membawa senjata mereka di taman-taman hiburan di Afghanistan, kata juru bicara kelompok itu pada Rabu.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya Taliban untuk menampilkan gambaran yang lebih ramah sebagai penguasa baru Afghanistan.
Petempur Taliban, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam perang melawan pemerintah dukungan Amerika Serikat, memenuhi taman-taman hiburan di berbagai kota di Afghanistan sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus.
"Mujahidin Emirat Islam tidak diperbolehkan memasuki taman-taman hiburan bersama senjata, seragam militer dan kendaraan," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.
"(Mereka) wajib mematuhi semua aturan dan regulasi di taman-taman hiburan."
Taliban dikenal sebagai kelompok anti kompromi dan sering menerapkan hukum mereka yang keras secara brutal ketika pertama kali berkuasa pada 1996-2001.
Namun sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus, mereka mencoba menunjukkan wajah yang lebih moderat kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat dunia, ketika pemerintahan sementara mereka berjuang menghadapi krisis kemanusiaan.
Tempat yang menarik bagi para petempur Taliban adalah salah satu taman hiburan terbesar di Kabul dan sebuah taman di pinggir waduk Qargha, di pinggiran barat kota itu.
Sambil menenteng senjata otomatis, mereka antre untuk menaiki komidi putar dan ayunan kapal bajak laut, sementara pengunjung biasa memandang mereka dengan gugup.
Sebagian besar petempur yang berbicara dengan Reuters mengaku belum pernah mengunjungi Kabul sebelum Taliban merebut ibu kota itu pada 5 Agustus.
Beberapa di antara mereka mengaku sangat ingin mendatangi taman hiburan itu sebelum ditugaskan kembali ke daerah lain.
Sumber: Reuters
Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya Taliban untuk menampilkan gambaran yang lebih ramah sebagai penguasa baru Afghanistan.
Petempur Taliban, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam perang melawan pemerintah dukungan Amerika Serikat, memenuhi taman-taman hiburan di berbagai kota di Afghanistan sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus.
"Mujahidin Emirat Islam tidak diperbolehkan memasuki taman-taman hiburan bersama senjata, seragam militer dan kendaraan," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.
"(Mereka) wajib mematuhi semua aturan dan regulasi di taman-taman hiburan."
Taliban dikenal sebagai kelompok anti kompromi dan sering menerapkan hukum mereka yang keras secara brutal ketika pertama kali berkuasa pada 1996-2001.
Namun sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus, mereka mencoba menunjukkan wajah yang lebih moderat kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat dunia, ketika pemerintahan sementara mereka berjuang menghadapi krisis kemanusiaan.
Tempat yang menarik bagi para petempur Taliban adalah salah satu taman hiburan terbesar di Kabul dan sebuah taman di pinggir waduk Qargha, di pinggiran barat kota itu.
Sambil menenteng senjata otomatis, mereka antre untuk menaiki komidi putar dan ayunan kapal bajak laut, sementara pengunjung biasa memandang mereka dengan gugup.
Sebagian besar petempur yang berbicara dengan Reuters mengaku belum pernah mengunjungi Kabul sebelum Taliban merebut ibu kota itu pada 5 Agustus.
Beberapa di antara mereka mengaku sangat ingin mendatangi taman hiburan itu sebelum ditugaskan kembali ke daerah lain.
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita mahasiswa Unila dari Afghanistan ingin bawa perubahan melalui teknologi informasi
09 August 2025 19:53 WIB
FAO catat sebanyak 14,2 juta warga Afghanistan diperkirakan hadapi kerawanan pangan
01 June 2024 14:03 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
AS kehilangan peralatan militer senilai Rp33 triliun di tengah operasi ke Iran
05 March 2026 10:59 WIB