Medan (ANTARA) - Dinas Perhubungan Sumatera Utara mempertimbangkan opsi penyekatan sejumlah pintu masuk dan keluar daerah itu untuk meminimalisasi pergerakan masyarakat saat Natal dan Tahun Baru 2022.

"Tidak tertutup kemungkinan tetap ada pembatasan pada sejumlah ruas jalan, bertujuan meminimalisir lonjakan kasus COVID-19. Tetapi itu belum fiks dapat dilaksanakan, karena menunggu Inmendagri terbaru keluar," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dishub Sumut Agustinus Panjaitan di Medan, Jumat.

Menurut dia, apabila inmendagri tentang PPKM level 3 dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru sudah terbit, akan ada pembahasan lebih lanjut di daerah setempat.

"Artinya nanti akan ada rapat lanjutan lagi di tingkat provinsi setelah inmendagri terbaru terbit, supaya kita bisa menyesuaikan pergerakan moda angkutan selama Natal dan Tahun Baru," ungkapnya.

Secara umum, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut telah menyatakan kesiapan, baik secara sarana prasarana maupun penerapan protokol kesehatan, secara ketat selama operasional.

"Namun belum bisa kita putuskan lantaran di tingkat kementerian akhirnya diundur rapat mengenai hal ini. Menteri PMK kabarnya membuat penyeragaman level 3 PPKM secara nasional untuk Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Wakil Sekretaris Organda Sumut Hendri Ginting mengatakan pihaknya belum ada rencana pembatasan mobilitas angkutan darat saat Natal dan Tahun Baru mendatang.

"Intinya tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat saja," katanya.

Pihaknya menyampaikan sejumlah hal dalam pertemuan tersebut, antara lain meminta jaminan pasokan solar bersubsidi, ruas alternatif sebagai solusi dampak kemacetan arus lalin maupun bencana alam pada jalur-jalur rawan sebagaimana pemetaan dari pemerintah dan dirlantas.

"Tentu akan makan biaya lagi untuk kami ketika solar bersubsidi ini tak dijamin pasokannya. Sementara akan diatur tarif batas atas dan bawah selama operasional saat Nataru (Natal dan Tahun Baru). Di sejumlah SPBU kami lihat pasokan solar belum sepenuhnya tersedia," kata dia.

Pihaknya juga meminta kepada instansi terkait untuk menyediakan alat berat pada ruas-ruas jalan rawan bencana alam, seperti jalur menuju Kabanjahe sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, dapat segera dilakukan evakuasi.

"Intinya tetap disiplin prokes, karena kami sudah lama sekali terpuruk dan Nataru ini tentu jadi momen untuk penghasilan. Hanya saja kemungkinan untuk angkutan barang di ruas-ruas tertentu bakal diberlakukan pembatasan," katanya.

Uploader : Angga Pramana


Pewarta : Juraidi dan Andika
Editor :
Copyright © ANTARA 2024