Emma Raducanu akhiri musim dengan tumbang di tangan petenis China
Rabu, 10 November 2021 6:15 WIB
Petenis China Wang Xinyu merayakan keberhasilannnya dalam menumbangkan petenis Inggris Emma Raducanu dalam babak 16 besar WTA 250 di Upper Austria Ladies Linz, TipsArena Linz, Linz, Austria, 9 November 2021. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Jakarta (ANTARA) - Petenis non unggulan asal China, Wang Xinyu, membuat kejutan dalam Linz Open dengan mengalahkan juara US Open Emma Raducanu 6-1 6-7(0) 7-5 dalam pertandingan melelahkan untuk mengamankan tempat perempat final turnamen WTA 250 di Austria.
Kekalahan itu menutup musim yang menjadi terobosan Raducanu ketika dia menjuarai Grand Slam perdananya di Flushing Meadows pada September.
Wang (20) memulai dengan awal yang baik dan merebut set pembuka hanya dalam waktu kurang dari setengah jam saat pengembalian-pengembalian akuratnya memaksa unggulan teratas itu melakukan sejumlah kesalahan. Raducanu tidak mampu menandingi lawannya yang memenangkan lebih dari 85 persen poinnya pada servis pertamanya.
Petenis Inggris berusia 18 tahun itu merespons dengan baik pada set kedua dengan mematahkan servis pada game pertama menyusul kesalahan Wang sebelum petenis kualifikasi China berperingkat 106 dunia itu membalas dengan break saat kedudukan 3-4.
Namun demikian Raducanu mengalahkan Wang dalam tie-breaker dengan melancarkan sejumlah pukulan winner untuk memenangkan tujuh poin berturut-turut dan memaksa laga dilanjutkan ke set penentuan.
Dengan kedudukan 4-4 pada set ketiga, Raducanu yang hanya mengincar kemenangan ketiganya sejak menang di New York, harus memanggil pelatihnya karena cedera pada kaki kanannya.
Meskipun mengalami cedera, Raducanu tetap bertahan dengan menyelamatkan dua match point pada kedudukan 4-5 tetapi akhirnya dikalahkan Wang yang melakukan break pada game ke-11 dan menutup pertandingan dengan servis ketika Raducanu mengirim pukulan backhand melebar, demikian laporan Reuters.
Kekalahan itu menutup musim yang menjadi terobosan Raducanu ketika dia menjuarai Grand Slam perdananya di Flushing Meadows pada September.
Wang (20) memulai dengan awal yang baik dan merebut set pembuka hanya dalam waktu kurang dari setengah jam saat pengembalian-pengembalian akuratnya memaksa unggulan teratas itu melakukan sejumlah kesalahan. Raducanu tidak mampu menandingi lawannya yang memenangkan lebih dari 85 persen poinnya pada servis pertamanya.
Petenis Inggris berusia 18 tahun itu merespons dengan baik pada set kedua dengan mematahkan servis pada game pertama menyusul kesalahan Wang sebelum petenis kualifikasi China berperingkat 106 dunia itu membalas dengan break saat kedudukan 3-4.
Namun demikian Raducanu mengalahkan Wang dalam tie-breaker dengan melancarkan sejumlah pukulan winner untuk memenangkan tujuh poin berturut-turut dan memaksa laga dilanjutkan ke set penentuan.
Dengan kedudukan 4-4 pada set ketiga, Raducanu yang hanya mengincar kemenangan ketiganya sejak menang di New York, harus memanggil pelatihnya karena cedera pada kaki kanannya.
Meskipun mengalami cedera, Raducanu tetap bertahan dengan menyelamatkan dua match point pada kedudukan 4-5 tetapi akhirnya dikalahkan Wang yang melakukan break pada game ke-11 dan menutup pertandingan dengan servis ketika Raducanu mengirim pukulan backhand melebar, demikian laporan Reuters.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menlu RI sebut Palestina berhak merdeka berdasarkan solusi dua negara
30 November 2023 12:30 WIB, 2023
Impian Lee/Wang raih gelar perdana kejuaraan dunia BWF pupus di perempat final
18 December 2021 5:41 WIB, 2021
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Manchester City salip Arsenal di klasemen dan kirim Burnley ke Liga Championship
23 April 2026 5:35 WIB
Hundred Hoo Haa Cup 2026 jadi panggung bulu tangkis senior dari berbagai negara
22 April 2026 19:01 WIB
Guardiola sebut Man City belum tentu juara liga, meski baru kalahkan Arsenal
20 April 2026 13:48 WIB
Arsenal masih di puncak, Manchester City tipiskan jarak di klasemen Liga Inggris
20 April 2026 7:03 WIB