PT INKA akan produksi bus listrik
Sabtu, 6 November 2021 20:45 WIB
Prototipe bus listrik produksi PT INKA meramaikan pameran kendaraan listrik di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (6/11/2021) ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - PT INKA (Persero) yang selama ini dikenal sebagai produsen kereta api, ke depan juga akan memproduksi bus bertenaga listrik.
Prototipe bus listrik produksi PT INKA ikut meramaikan pameran kendaraan listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.
General Manager Pengembangan PT INKA Junaidi menyampaikan PT INKA sebagai produsen kereta api, tetapi sekarang juga membuat bus listrik karena bus listrik pada prinsipnya hampir sama dengan desain kereta api bahkan lebih simpel.
"Oleh karena itu INKA juga akan masuk ke bus listrik, baik yang ukuran 8 meter maupun yang 12 meter. Prototipe yang sudah jadi dan dibawa ke pameran ini bus ukuran 8 meter, sekarang kami sedang berproses di Madiun untuk yang 12 meter dan 8 meter," katanya.
Ia menyebutkan daya tahan listrik dari bus prototipe itu bisa mencapai 250 kilometer.
"Daya tahan listrik mencapai 0-200 kilometer, tetapi sisanya masih 20 persen, kalau dihabiskan bisa mencapai 250 kilometer," katanya.
Menurut dia prototipe bus listrik tersebut sudah dilakukan uji coba di Madiun, Bali, dan Jakarta.
"Nanti kalau ada yang pesan baru kami produksi, kami siap untuk komponen maupun fasilitas pabriknya," katanya.
Ia menyampaikan sekarang menuju "green city" dengan kendaraan yang rendah emisi, kawasan tertentu seperti Borobudur atau lainnya akan diisi kendaraan berbasis listrik.
"Harga mobil listrik sekitar 3 kali lipat dari kendaraan berbahan bakar bensin/solar, jadi lebih mahal. Namun kendaraan listrik sangat hemat dihitung dari operasi dan perawatan, karena mobil listrik sangat sedikit komponennya," katanya.
Prototipe bus listrik produksi PT INKA ikut meramaikan pameran kendaraan listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.
General Manager Pengembangan PT INKA Junaidi menyampaikan PT INKA sebagai produsen kereta api, tetapi sekarang juga membuat bus listrik karena bus listrik pada prinsipnya hampir sama dengan desain kereta api bahkan lebih simpel.
"Oleh karena itu INKA juga akan masuk ke bus listrik, baik yang ukuran 8 meter maupun yang 12 meter. Prototipe yang sudah jadi dan dibawa ke pameran ini bus ukuran 8 meter, sekarang kami sedang berproses di Madiun untuk yang 12 meter dan 8 meter," katanya.
Ia menyebutkan daya tahan listrik dari bus prototipe itu bisa mencapai 250 kilometer.
"Daya tahan listrik mencapai 0-200 kilometer, tetapi sisanya masih 20 persen, kalau dihabiskan bisa mencapai 250 kilometer," katanya.
Menurut dia prototipe bus listrik tersebut sudah dilakukan uji coba di Madiun, Bali, dan Jakarta.
"Nanti kalau ada yang pesan baru kami produksi, kami siap untuk komponen maupun fasilitas pabriknya," katanya.
Ia menyampaikan sekarang menuju "green city" dengan kendaraan yang rendah emisi, kawasan tertentu seperti Borobudur atau lainnya akan diisi kendaraan berbasis listrik.
"Harga mobil listrik sekitar 3 kali lipat dari kendaraan berbahan bakar bensin/solar, jadi lebih mahal. Namun kendaraan listrik sangat hemat dihitung dari operasi dan perawatan, karena mobil listrik sangat sedikit komponennya," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju layanan green port berkelanjutan, ASDP gandeng INKA dalam kerja sama konstruksi
31 August 2022 13:22 WIB, 2022
INKA, TWC to develop electric vehicles at cultural tourism and heritage areas
28 March 2022 6:03 WIB, 2022
Terpopuler - Otomotif
Lihat Juga
Program Daifit, sembilan konsumen Daihatsu dapat kesempatan undian umroh
07 March 2024 22:41 WIB, 2024
Airlangga targetkan 200.000 mobil listrik terjual di Indonesia tiap tahun
06 February 2024 5:27 WIB, 2024