Seorang manager program Apple dipecat karena pimpin aksi lawan pelecehan
Minggu, 17 Oktober 2021 15:39 WIB
Logo Apple Inc. di pintu masuk toko Apple, 5th Avenue in Manhattan, New York, AS (16/10/2019). ANTARA/REUTERS/Mike Segar/aa.
Jakarta (ANTARA) - Salah seorang karyawan Apple dipecat setelah dia memimpin aksi membagikan informasi mengenai apa yang mereka sebut pelecehan dan diskriminasi di perusahaan.
Manajer program di Apple, Janneke Parrish, mengaku mendapat pemberitahuan dari Apple bahwa dia diberhentikan karena menghapus materi di perangkat milik perusahaan ketika dia sedang diselidiki karena membocorkan informasi ke media.
Kepada Reuters, dia membantah tuduhan tersebut. Parrish mengatakan dia menghapus aplikasi yang memuat informasi pribadi dan finansial sebelum memberikan perangkat ke Apple sebagai bagian dari penyelidikan.
Parris yakin dia dipecat karena aktivisme di perusahaan.
"Untuk saya, ini terlihat jelas pembalasan karena saya berbicara tentang penyalahgunaan yang terjadi pada orang yang mempekerjakan saya, kesetaraan gaji dan secara umum tentang kondisi tempat kerja," kata Parrish.
Apple mengatakan tidak membahas masalah karyawan.
Undang-undang di Amerika Serikat melindungi hak pekerja untuk membahas topik tertentu, termasuk kondisi tempat kerja, diskriminasi dan kesetaraan gaji.
Beberapa waktu belakangan ini, karyawan maupun mantan karyawan Apple menceritakan pelecehan dan diskriminasi yang mereka rasakan. Parrish dan beberapa orang koleganya menggunggah cerita di media sosial dan platform penerbitan, berjudul #AppleToo.
Parrish mengatakan menghormati aturan perusahaan dan tidak pernah membagikan informasi yang bersifat rahasia. Dia juga tetap mempublikasikan #AppleToo setelah diselidiki pada September.
Baca juga: Korsel desak Apple patuhi UU Telekomunikasi terbaru
Baca juga: Apple luncurkan iPhone 13 Pro dan 13 Pro Max
Manajer program di Apple, Janneke Parrish, mengaku mendapat pemberitahuan dari Apple bahwa dia diberhentikan karena menghapus materi di perangkat milik perusahaan ketika dia sedang diselidiki karena membocorkan informasi ke media.
Kepada Reuters, dia membantah tuduhan tersebut. Parrish mengatakan dia menghapus aplikasi yang memuat informasi pribadi dan finansial sebelum memberikan perangkat ke Apple sebagai bagian dari penyelidikan.
Parris yakin dia dipecat karena aktivisme di perusahaan.
"Untuk saya, ini terlihat jelas pembalasan karena saya berbicara tentang penyalahgunaan yang terjadi pada orang yang mempekerjakan saya, kesetaraan gaji dan secara umum tentang kondisi tempat kerja," kata Parrish.
Apple mengatakan tidak membahas masalah karyawan.
Undang-undang di Amerika Serikat melindungi hak pekerja untuk membahas topik tertentu, termasuk kondisi tempat kerja, diskriminasi dan kesetaraan gaji.
Beberapa waktu belakangan ini, karyawan maupun mantan karyawan Apple menceritakan pelecehan dan diskriminasi yang mereka rasakan. Parrish dan beberapa orang koleganya menggunggah cerita di media sosial dan platform penerbitan, berjudul #AppleToo.
Parrish mengatakan menghormati aturan perusahaan dan tidak pernah membagikan informasi yang bersifat rahasia. Dia juga tetap mempublikasikan #AppleToo setelah diselidiki pada September.
Baca juga: Korsel desak Apple patuhi UU Telekomunikasi terbaru
Baca juga: Apple luncurkan iPhone 13 Pro dan 13 Pro Max
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
CEO Apple Tim Cook ke Istana Kepresidenan Jakarta bahas investasi di Indonesia
17 April 2024 10:17 WIB, 2024
WhatsApp kini hadirkan aplikasi khusus macOS versi beta untuk publik
26 January 2023 12:50 WIB, 2023
Ini penyakit saat musim hujan sampai wisata menyusuri sungai Thailand
17 October 2022 7:12 WIB, 2022
Apple luncurkan iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max, baru bisa dipesan mulai 9 September
08 September 2022 9:24 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB