Siti Nurbaya: Terobosan tingkat tapak penting untuk capai target emisi
Kamis, 14 Oktober 2021 12:27 WIB
Tangkapan layar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kalpataru 2021 di Jakarta, Kamis (14/10/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan pentingnya terobosan-terobosan di tingkat tapak demi membantu mencapai penyerapan bersih atau net sink karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (forestry and other land use/FOLU) pada 2030.
"FOLU net sink itu adalah atau merupakan suatu kondisi yang akan atau ingin kita capai melalui mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca pada sektor kehutanan dan lahan," kata Menteri LHK Siti ketika menghadiri Penganugerahan Kalpataru 2021 yang dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis.
Untuk itu diperlukan kebijakan dan langkah kerja di lapangan terutama di sektor kehutanan dan penggunaan lahan untuk menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan emisi yang dihasilkan.
Siti menegaskan bahwa terdapat kebutuhan di sektor FOLU dalam bentuk inovasi, inisiatif dan kerja nyata di lapangan demi mencapai target penyerapan bersih tersebut.
"Oleh karena itu diperlukan terobosan-terobosan baru yang mulai dari lapangan," tegasnya.
Dalam kaitannya dengan penghargaan lingkungan Kalpataru, Siti mengatakan menjadi penting untuk meningkatkan ketokohan dan kepeloporan terutama dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian penyerapan bersih karbon di sektor FOLU pada 2030. Target itu sendiri masuk dalam dokumen Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 yang telah ditetapkan pemerintah jelang Konferensi Iklim PBB ke-26 (COP26) di Inggris pada November 2021.
Sebelumnya, KLHK telah menganugerahkan Kalpataru 2021 kepada sepuluh individu dan kelompok dari berbagai daerah di Indonesia yang dianggap berjasa dalam pelestarian lingkungan. Selain itu diberikan pula satu penghargaan khusus kepada pemuda yang dinilai inspiratif untuk advokasi lingkungan.
"FOLU net sink itu adalah atau merupakan suatu kondisi yang akan atau ingin kita capai melalui mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca pada sektor kehutanan dan lahan," kata Menteri LHK Siti ketika menghadiri Penganugerahan Kalpataru 2021 yang dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis.
Untuk itu diperlukan kebijakan dan langkah kerja di lapangan terutama di sektor kehutanan dan penggunaan lahan untuk menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan emisi yang dihasilkan.
Siti menegaskan bahwa terdapat kebutuhan di sektor FOLU dalam bentuk inovasi, inisiatif dan kerja nyata di lapangan demi mencapai target penyerapan bersih tersebut.
"Oleh karena itu diperlukan terobosan-terobosan baru yang mulai dari lapangan," tegasnya.
Dalam kaitannya dengan penghargaan lingkungan Kalpataru, Siti mengatakan menjadi penting untuk meningkatkan ketokohan dan kepeloporan terutama dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian penyerapan bersih karbon di sektor FOLU pada 2030. Target itu sendiri masuk dalam dokumen Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 yang telah ditetapkan pemerintah jelang Konferensi Iklim PBB ke-26 (COP26) di Inggris pada November 2021.
Sebelumnya, KLHK telah menganugerahkan Kalpataru 2021 kepada sepuluh individu dan kelompok dari berbagai daerah di Indonesia yang dianggap berjasa dalam pelestarian lingkungan. Selain itu diberikan pula satu penghargaan khusus kepada pemuda yang dinilai inspiratif untuk advokasi lingkungan.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disebut termasuk pejabat terkaya, Kepala Satpol PP DKI sebut dirinya salah isi data LHKPN 2021
20 December 2022 17:02 WIB, 2022
BPS sebut tingkat pengangguran Bandarlampung di 2021 capai 104.868 jiwa.
20 October 2022 18:05 WIB, 2022
Pj Bupati Mesuji terima penghargaan dari pemerintah atas capaian WTP 2021
20 October 2022 6:03 WIB, 2022
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025