Merah Putih berkibar di kejuaraan dunia berkuda sambil memanah
Sabtu, 2 Oktober 2021 20:01 WIB
Muhammad Yahya Ayyas berlaga pada kategori Korean Style The 2nd Silk Road Cup & 16th World Horseback Archery Championship di Tehran, Iran, 18-21 September 2021. ANTARA/HO-Dokumen Muhammad Yahya Ayyas
Jayapura (ANTARA) - Atlet panahan berkuda Indonesia Muhammad Yahya Ayyas berhasil meraih juara ketiga kategori Qabaq atau Turkish Style serta meraih peringkat tujuh untuk kategori umum pada ajang The 2nd Silk Road Cyp & The 16th World Horseback Archery Championship di Tehran, Iran.
Yahya melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Sabtu, mengatakan, kemenangan ini ia persembahkan untuk Indonesia dan teman-teman dari komunitasnya, kementerian, teman-teman yang sudah membantu dan orang tuanya yang turut memberikan dukungan.
"Kemenangan ini saya persembahkan pertama karena saya bawa nama bangsa Indonesia, untuk Indonesia, kemudian teman-teman dari komunitas saya, dari kementerian, dari teman-teman semua yang membantu di situ, untuk orang tua saya yang support saya," ujar Muhammad Yahya Ayyas.
Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas yang menunggangi kuda bernama Khorramshahr, berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
Di perlombaan tersebut, atlet harus selalu menggunakan busana yang mewakili budaya kampung halaman atlet. Muhammad Yahya Ayyas saat di Iran mengenakan seragam barisan Pinilih Kasatriyan Dalem Suryenglaga, pakaian salah satu pasukannya Pangerang Diponegoro.
Pakaian tersebut dipilih bukannya tanpa alasan. Ia mengatakan pasukan Pangeran Diponegoro antara lain terkenal dengan kemampuannya berkuda dan memanah, dan terinspirasi pasukan Ottoman Turki.
"Jadi ada jejak perjuangan di pakaian yang saya pakai, semangatnya juga beda ketika saya pakai untuk ikut perlombaan. Selain itu ketika dipakai untuk perlombaan, cukup nyaman juga," ujar Muhammad Yahya Ayyas yang juga merupakan pemilik Johnsto Stable Jogja.
Pada perlombaan di Iran, digelar tiga kategori, yakni Korean Style, Qabaq / Kabak style atau Turkish Style dan Kassai Track. Pemuda berusia 20 tahun asal Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, itu, merebut juara tiga di Qabaq/Kabak style atau Turkish Style.
Kejuaraan The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship ini digelar di kota Tehran, Iran yang sudah rampung dilaksanakan pada 18-21 September 2021 lalu.
Yahya melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Sabtu, mengatakan, kemenangan ini ia persembahkan untuk Indonesia dan teman-teman dari komunitasnya, kementerian, teman-teman yang sudah membantu dan orang tuanya yang turut memberikan dukungan.
"Kemenangan ini saya persembahkan pertama karena saya bawa nama bangsa Indonesia, untuk Indonesia, kemudian teman-teman dari komunitas saya, dari kementerian, dari teman-teman semua yang membantu di situ, untuk orang tua saya yang support saya," ujar Muhammad Yahya Ayyas.
Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas yang menunggangi kuda bernama Khorramshahr, berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
Di perlombaan tersebut, atlet harus selalu menggunakan busana yang mewakili budaya kampung halaman atlet. Muhammad Yahya Ayyas saat di Iran mengenakan seragam barisan Pinilih Kasatriyan Dalem Suryenglaga, pakaian salah satu pasukannya Pangerang Diponegoro.
Pakaian tersebut dipilih bukannya tanpa alasan. Ia mengatakan pasukan Pangeran Diponegoro antara lain terkenal dengan kemampuannya berkuda dan memanah, dan terinspirasi pasukan Ottoman Turki.
"Jadi ada jejak perjuangan di pakaian yang saya pakai, semangatnya juga beda ketika saya pakai untuk ikut perlombaan. Selain itu ketika dipakai untuk perlombaan, cukup nyaman juga," ujar Muhammad Yahya Ayyas yang juga merupakan pemilik Johnsto Stable Jogja.
Pada perlombaan di Iran, digelar tiga kategori, yakni Korean Style, Qabaq / Kabak style atau Turkish Style dan Kassai Track. Pemuda berusia 20 tahun asal Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, itu, merebut juara tiga di Qabaq/Kabak style atau Turkish Style.
Kejuaraan The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship ini digelar di kota Tehran, Iran yang sudah rampung dilaksanakan pada 18-21 September 2021 lalu.
Pewarta : Aldi Sultan
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadapi PON, cabang olahraga berkuda Lampung latihan "endurance" jarak 60 km
05 March 2024 12:02 WIB, 2024
Indonesia raih juara umum kejuaraan panahan berkuda internasional di Turki
17 August 2021 19:59 WIB, 2021
Muhammad Akbar Kurniawan atlet harapan versi Golden Award Siwo PWI Pusat 2020
17 December 2020 4:54 WIB, 2020
ECL resmi digelar Februari 2020 sebagai wadah kembangkan atlet olahraga berkuda
15 December 2019 0:58 WIB, 2019
Distribusikan logistik Pemilu tembus hutan TN Meru Betiri dengan berkuda
16 April 2019 13:23 WIB, 2019