Bangkai hiu tutul ditemukan terdampar di pantai Cianjur, dagingnya dikonsumsi warga
Minggu, 26 September 2021 19:06 WIB
Warga di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, akhirnya memotong hiu paus tutul yang terdampar, untuk dikonsumsi karena saat ditemukan sudah mati, Ahad (26/9/2021). (ANTARA/Ahmad Fikri)
Cianjur (ANTARA) - Warga pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, menemukan bangkai hiu paus tutul sepanjang empat meter dengan berat sekitar dua ton, terdampar di Pantai Ciraragan, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, yang akhirnya dipotong warga untuk dikonsumsi.
Informasi dihimpun, hiu paus tutul ditemukan warga saat mencari ikan di tepi Pantai Ciraragan, Desa Talagasari, Kecamatan Sindang Barang, sudah dalam kondisi mati. Warga lainnya yang mendapati kabar tersebut, langsung berhamburan ke lokasi penemuan, untuk melihat bangkai hiu paus dari dekat.
"Karena sudah mati, warga sekitar mulai memotong daging ikan untuk dikonsumsi. Sebagian besar warga sekitar membawa daging untuk diolah menjadi lauk teman makan nasi. Ini pertama kali warga menemukan hiu paus tutul terdampar di pantai selatan Sidangbarang, " kata Iing (50), warga sekitar yang pertama kali menemukan bangkai hiu paus tutul saat dihubungi Ahad.
Ia menjelaskan tidak menunggu lama, menjelang siang, daging hiu paus tutul habis dibagi warga, tidak hanya daging, tulang ikan pun dibawa warga untuk pajangan. "Sebagian besar warga yang datang kebagian dagingnya. Ada juga yang membawa tulang untuk dijadikan pajangan atau dibuat pipa cangklong," katanya.
Sementara Kapolsek Sindangbarang, Ipda Iim Muhaimin mengaku sempat mendapat laporan warga terkait temuan hiu paus tutul yang terdampar di pantai selatan tepatnya di Desa Talagasari, karena sudah dalam kondisi mati, warga sekitar memotong bangkai ikan untuk dikonsumsi.
Temuan tersebut, merupakan untuk pertama kali karena selama ini, warga belum pernah menemukan bangkai paus sejenis.
"Saat petugas sampai di lokasi, kondisi hiu paus yang terdampar sudah dipotong warga. Ini merupakan kali pertama warga menemukan bangkai hiu paus di pantai tersebut, " katanya.
Sementara tokoh masyarakat pantai selatan Cianjur, Rahmat (52) mengatakan terdamparnya hiu paus tutul di pantai selatan sejak tiga tahun terakhir sudah dua kali, dimana tahun 2018, warga menemukan bangkai hiu paus tutul di Pantai Agrabinta. Saat itu warga juga memotong hiu paus yang sudah mati untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi.
"Tiga tahun yang lalu, warga di Pantai Agrabinta, menemukan hiu paus tutul terdampar dengan ukuran lebih panjang. Warga lalu mengambil dagingnya untuk dikonsumsi, kalau melihat dari jenisnya, kami menduga hiu paus tersebut terpisah dari kawanannya hingga terdampar ke perairan yang lebih dangkal," katanya.
Informasi dihimpun, hiu paus tutul ditemukan warga saat mencari ikan di tepi Pantai Ciraragan, Desa Talagasari, Kecamatan Sindang Barang, sudah dalam kondisi mati. Warga lainnya yang mendapati kabar tersebut, langsung berhamburan ke lokasi penemuan, untuk melihat bangkai hiu paus dari dekat.
"Karena sudah mati, warga sekitar mulai memotong daging ikan untuk dikonsumsi. Sebagian besar warga sekitar membawa daging untuk diolah menjadi lauk teman makan nasi. Ini pertama kali warga menemukan hiu paus tutul terdampar di pantai selatan Sidangbarang, " kata Iing (50), warga sekitar yang pertama kali menemukan bangkai hiu paus tutul saat dihubungi Ahad.
Ia menjelaskan tidak menunggu lama, menjelang siang, daging hiu paus tutul habis dibagi warga, tidak hanya daging, tulang ikan pun dibawa warga untuk pajangan. "Sebagian besar warga yang datang kebagian dagingnya. Ada juga yang membawa tulang untuk dijadikan pajangan atau dibuat pipa cangklong," katanya.
Sementara Kapolsek Sindangbarang, Ipda Iim Muhaimin mengaku sempat mendapat laporan warga terkait temuan hiu paus tutul yang terdampar di pantai selatan tepatnya di Desa Talagasari, karena sudah dalam kondisi mati, warga sekitar memotong bangkai ikan untuk dikonsumsi.
Temuan tersebut, merupakan untuk pertama kali karena selama ini, warga belum pernah menemukan bangkai paus sejenis.
"Saat petugas sampai di lokasi, kondisi hiu paus yang terdampar sudah dipotong warga. Ini merupakan kali pertama warga menemukan bangkai hiu paus di pantai tersebut, " katanya.
Sementara tokoh masyarakat pantai selatan Cianjur, Rahmat (52) mengatakan terdamparnya hiu paus tutul di pantai selatan sejak tiga tahun terakhir sudah dua kali, dimana tahun 2018, warga menemukan bangkai hiu paus tutul di Pantai Agrabinta. Saat itu warga juga memotong hiu paus yang sudah mati untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi.
"Tiga tahun yang lalu, warga di Pantai Agrabinta, menemukan hiu paus tutul terdampar dengan ukuran lebih panjang. Warga lalu mengambil dagingnya untuk dikonsumsi, kalau melihat dari jenisnya, kami menduga hiu paus tersebut terpisah dari kawanannya hingga terdampar ke perairan yang lebih dangkal," katanya.
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Bandarlampung: Bersih pantai langkah awal untuk tata kawasan pesisir
06 February 2026 15:53 WIB
Mesir melaju ke semifinal Piala Afrika setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 7:05 WIB
Kegiatan bersih Pantai Minang Rua, Zita Anjani tegaskan komitmen jaga wisata Lampung Selatan
24 September 2025 8:38 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025