Sumsel tingkatkan kualitas kopi melalui gerakan stek batang
Sabtu, 4 September 2021 20:56 WIB
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya melakukan stek batang pada pucuk tanaman kopi pada acara Gerakan Sejuta Batang Sambung Pucuk Tanaman Kopi di Desa Rempasai, Kelurahan Panjang, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sabtu (4/9/21). (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel)
Palembang (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan kualitas kopi melalui gerakan stek batang pada pucuk tanaman di sentra perkebunan Kota Pagaralam.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan program sambung pucuk tersebut juga bertujuan untuk menjaga eksistensi kopi Pagaralam yang saat ini sudah dikenal secara nasional maupun internasional.
"Pagaralam ini merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Sumsel. Agar kopinya dapat terus bersaing maka dilakukan upaya sambung pucuk,” kata Mawardi setelah meluncurkan Gerakan Sejuta Batang Sambung Pucuk Tanaman Kopi di Desa Rempasai, Kelurahan Panjang, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sabtu.
Demi suksesnya program ini, Pemprov bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk menyuplai pupuk berkualitas ke petani kopi setempat.
Baca juga: DRI Lampung dorong petani budidayakan lada organik
Dengan begitu, program sambung pucuk tanaman kopi tersebut akan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Apalagi, ia melanjutkan, langkah yang dilakukan Pemprov Sumsel tersebut membuat Sumsel dan Pagaralam dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Wali Kota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan komoditas kopi merupakan andalan Kota Pagaralam sehingga beragam bantuan pemerintah disalurkan ke sektor perkebunan ini.
Program sambung (stek) pucuk ini sudah dijalankan di Pagaralam sejak empat tahun lalu, namun pada 2021 dilakukan penambahan signifikan yakni mencapai dua juta bibit, satu juta bibit dibantu Pemprov Sumsel.
Baca juga: Petani Lampung Barat mulai lirik budidaya kopi organik
“Pemkot Pagaralam berharap dalam lima tahun ke depan, program sambung pucuk tersebut dapat merata di seluruh perkebunan kopi,” kata dia.
Kopi asal Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, meraih pengakuan internasional atas citarasa uniknya dalam ajang kontes kopi dunia AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) Gourmet Product tahun 2020 di Paris, Prancis.
Daerah yang terletak di kaki Pegunungan Dempo pada ketinggian 400–3.400 dpl ini setidaknya dihasilkan 900 ton biji kopi per tahun.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan program sambung pucuk tersebut juga bertujuan untuk menjaga eksistensi kopi Pagaralam yang saat ini sudah dikenal secara nasional maupun internasional.
"Pagaralam ini merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Sumsel. Agar kopinya dapat terus bersaing maka dilakukan upaya sambung pucuk,” kata Mawardi setelah meluncurkan Gerakan Sejuta Batang Sambung Pucuk Tanaman Kopi di Desa Rempasai, Kelurahan Panjang, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sabtu.
Demi suksesnya program ini, Pemprov bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk menyuplai pupuk berkualitas ke petani kopi setempat.
Baca juga: DRI Lampung dorong petani budidayakan lada organik
Dengan begitu, program sambung pucuk tanaman kopi tersebut akan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Apalagi, ia melanjutkan, langkah yang dilakukan Pemprov Sumsel tersebut membuat Sumsel dan Pagaralam dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Wali Kota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan komoditas kopi merupakan andalan Kota Pagaralam sehingga beragam bantuan pemerintah disalurkan ke sektor perkebunan ini.
Program sambung (stek) pucuk ini sudah dijalankan di Pagaralam sejak empat tahun lalu, namun pada 2021 dilakukan penambahan signifikan yakni mencapai dua juta bibit, satu juta bibit dibantu Pemprov Sumsel.
Baca juga: Petani Lampung Barat mulai lirik budidaya kopi organik
“Pemkot Pagaralam berharap dalam lima tahun ke depan, program sambung pucuk tersebut dapat merata di seluruh perkebunan kopi,” kata dia.
Kopi asal Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, meraih pengakuan internasional atas citarasa uniknya dalam ajang kontes kopi dunia AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) Gourmet Product tahun 2020 di Paris, Prancis.
Daerah yang terletak di kaki Pegunungan Dempo pada ketinggian 400–3.400 dpl ini setidaknya dihasilkan 900 ton biji kopi per tahun.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN Tematik 23 Itera olah limbah kulit kopi jadi kerupuk cascara
12 February 2026 17:35 WIB
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Mentan sebut Rp9,9 triliun disiapkan untuk hilirisasi kelapa hingga kakao
20 September 2025 22:47 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023