Jerman tak sudi dianggap nonunggulan kontra Prancis
Selasa, 15 Juni 2021 4:40 WIB
Kiper sekaligus kapten tim nasional Jerman Manuel Neuer menjalani sesi latihan untuk Euro 2020 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Senin (14/6/2021). (ANTARA/REUTERS/POOL/Alexander Hassenstein)
Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Jerman tidak sudi dianggap sebagai nonunggulan saat melawan Prancis dalam laga pertama mereka di Grup F Euro 2020 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).
Hal itu ditegaskan oleh kiper sekaligus kapten Jerman, Manuel Neuer, yang mengakui mereka menghormati capaian Prancis beberapa tahun terakhir tapi bukan berarti Tim Panzer berstatus nonunggulan.
Sementara Jerman mengalami beberapa tahun sarat kekecewaan, Prancis menjadi runner-up Euro 2016 dan menjuarai Piala Dunia 2018.
"Kami tahu Prancis cukup sukses beberapa tahun terakhir. Tapi kami masih tim yang sangat bagus, dan membuat lawan akan tidak nyaman," katanya dilansir Reuters, Selasa dini hari WIB.
"Kami menghormati mereka, tapi kami tidak melihat diri kami sebagai tim nonunggulan. Kami ingin menang di tanah kami sendiri di Muenchen," ujarnya menambahkan.
Kegagalan penyegaran timnas Jerman memaksa pelatih Joachim Loew memanggil kembali Thomas Mueller dan Mats Hummels setelah dua tahun tak dipanggil.
Euro 2016 boleh jadi capaian kompetitif terbaik Jerman setelah disingkirkan Prancis di semifinal, sebelum kemudian mereka berstatus juara bertahan dan terhenti di fase grup Piala Dunia 2018.
"Penting bagi kami untuk memulai dengan hasil sukses. Kami berutang kepada suporter setelah turnamen terakhir kami," kata Neuer.
"Semoga permainan kami bisa memicu kegembiraan mereka dan jelas kami butuh dukungan penuh mereka," tutupnya.
Jerman berada di Grup F yang dianggap grup neraka, sebab selain berisikan juara dunia Prancis, mereka juga harus menghadapi juara bertahan Euro Portugal.
Hal itu ditegaskan oleh kiper sekaligus kapten Jerman, Manuel Neuer, yang mengakui mereka menghormati capaian Prancis beberapa tahun terakhir tapi bukan berarti Tim Panzer berstatus nonunggulan.
Sementara Jerman mengalami beberapa tahun sarat kekecewaan, Prancis menjadi runner-up Euro 2016 dan menjuarai Piala Dunia 2018.
"Kami tahu Prancis cukup sukses beberapa tahun terakhir. Tapi kami masih tim yang sangat bagus, dan membuat lawan akan tidak nyaman," katanya dilansir Reuters, Selasa dini hari WIB.
"Kami menghormati mereka, tapi kami tidak melihat diri kami sebagai tim nonunggulan. Kami ingin menang di tanah kami sendiri di Muenchen," ujarnya menambahkan.
Kegagalan penyegaran timnas Jerman memaksa pelatih Joachim Loew memanggil kembali Thomas Mueller dan Mats Hummels setelah dua tahun tak dipanggil.
Euro 2016 boleh jadi capaian kompetitif terbaik Jerman setelah disingkirkan Prancis di semifinal, sebelum kemudian mereka berstatus juara bertahan dan terhenti di fase grup Piala Dunia 2018.
"Penting bagi kami untuk memulai dengan hasil sukses. Kami berutang kepada suporter setelah turnamen terakhir kami," kata Neuer.
"Semoga permainan kami bisa memicu kegembiraan mereka dan jelas kami butuh dukungan penuh mereka," tutupnya.
Jerman berada di Grup F yang dianggap grup neraka, sebab selain berisikan juara dunia Prancis, mereka juga harus menghadapi juara bertahan Euro Portugal.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DJPb catat dana bansos ke Lampung Januari 2020-Oktober 2025 senilai Rp22,96 triliun
19 November 2025 20:02 WIB
BNN sita 43,02 kg prekursor narkotika pada kasus laboratorium gelap selama 2020-2024
25 September 2024 15:34 WIB, 2024
Sejak 2020, KAI Divre IV Tanjungkarang tutup 17 titik perlintasan sebidang liar
21 September 2023 17:43 WIB, 2023
Kadis kominfo Lampung Barat jadi narasumber pada rakor Sesnus Penduduk 2020
29 June 2022 11:42 WIB, 2022
Kemendag sebut Expo Dubai sukses buka peluang ekonomi nasional Indonesia
01 April 2022 5:39 WIB, 2022