Kiper Robin Olsen paksa Spanyol telan hasil nirgol kontra Swedia
Selasa, 15 Juni 2021 4:39 WIB
Kiper tim nasional Swedia Robin Olsen (bawah) mengamankan bola dari kejaran sayap Spanyol Marcos Llorente dalam pertandingan Grup E Euro 2020 di Stadion La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Senin (14/6/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Thanassis Stavrakis)
Jakarta (ANTARA) - Kiper Robin Olsen menjadi tokoh antagonis bagi tim nasional Spanyol yang harus menelan hasil nirgol kontra Swedia dalam pertandingan pertama kedua tim di Grup E Euro 2020 yang berlangsung di Stadion La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Senin waktu setempat (Selasa WIB).
Catatan statistik laman resmi UEFA memperlihatkan Spanyol mendominasi 75 persen penguasaan bola sepanjang laga, tetapi anak-anak asuh Luis Enrique gagal mengkonversinya menjadi satu gol pun.
Olsen jelas berperan besar atas hal itu, mengingat dia mengamankan lima dari 17 percobaan tembakan Spanyol yang menemui sasaran sepanjang pertandingan.
Penyelamatan gemilang pertama dilakukan Olsen pada menit ke-16 saat ia memperlihatkan reflek gemilang untuk menepis tandukan tajam Dani Olmo menyambut umpan silang brilian kiriman Koke.
Lantas kiper Everton itu juga mampu menghentikan tembakan jarak jauh Olmo tepat di pengujung babak pertama.
Olsen kemudian melakukan dua penyelamatan gemilang lain di pengujung laga untuk mementahkan peluang Gerard Moreno dan Pablo Sarabia.
Di luar penyelamatan-penyelamatan Olsen, Spanyol juga wajib menyalahkan diri mereka sendiri yang gagal memanfaatkan begitu banyak peluang di dalam kotak penalti Swedia sepanjang laga.
Salah satunya, Alvaro Morata, yang membuang sia-sia peluang bagus pada menit ke-38 namun tembakannya melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Alexander Isak menjadi pemain terbaik bagi Swedia kendati mereka tak banyak memiliki penguasaan bola.
Isak nyaris memaksa Marcos Llorente mencetak gol bunuh diri pada menit ke-41 ketika penyerang Real Sociedad itu melepaskan tembakan dari sisi kanan, beruntung bola halauan Llorente membentur tiang gawang sebelum diamankan kiper Unai Simon.
Hasil ini jelas jadi suntikan kepercayaan diri bagi Swedia yang selanjutnya akan menghadapi pemimpin klasemen sementara Grup E, Slovakia, di Saint Petersburg pada Jumat (18/6).
Sedangkan Spanyol harus segera mengatasi kemandulan mereka saat menjamu Polandia di La Cartuja sehari berselang.
Catatan statistik laman resmi UEFA memperlihatkan Spanyol mendominasi 75 persen penguasaan bola sepanjang laga, tetapi anak-anak asuh Luis Enrique gagal mengkonversinya menjadi satu gol pun.
Olsen jelas berperan besar atas hal itu, mengingat dia mengamankan lima dari 17 percobaan tembakan Spanyol yang menemui sasaran sepanjang pertandingan.
Penyelamatan gemilang pertama dilakukan Olsen pada menit ke-16 saat ia memperlihatkan reflek gemilang untuk menepis tandukan tajam Dani Olmo menyambut umpan silang brilian kiriman Koke.
Lantas kiper Everton itu juga mampu menghentikan tembakan jarak jauh Olmo tepat di pengujung babak pertama.
Olsen kemudian melakukan dua penyelamatan gemilang lain di pengujung laga untuk mementahkan peluang Gerard Moreno dan Pablo Sarabia.
Di luar penyelamatan-penyelamatan Olsen, Spanyol juga wajib menyalahkan diri mereka sendiri yang gagal memanfaatkan begitu banyak peluang di dalam kotak penalti Swedia sepanjang laga.
Salah satunya, Alvaro Morata, yang membuang sia-sia peluang bagus pada menit ke-38 namun tembakannya melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Alexander Isak menjadi pemain terbaik bagi Swedia kendati mereka tak banyak memiliki penguasaan bola.
Isak nyaris memaksa Marcos Llorente mencetak gol bunuh diri pada menit ke-41 ketika penyerang Real Sociedad itu melepaskan tembakan dari sisi kanan, beruntung bola halauan Llorente membentur tiang gawang sebelum diamankan kiper Unai Simon.
Hasil ini jelas jadi suntikan kepercayaan diri bagi Swedia yang selanjutnya akan menghadapi pemimpin klasemen sementara Grup E, Slovakia, di Saint Petersburg pada Jumat (18/6).
Sedangkan Spanyol harus segera mengatasi kemandulan mereka saat menjamu Polandia di La Cartuja sehari berselang.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DJPb catat dana bansos ke Lampung Januari 2020-Oktober 2025 senilai Rp22,96 triliun
19 November 2025 20:02 WIB
BNN sita 43,02 kg prekursor narkotika pada kasus laboratorium gelap selama 2020-2024
25 September 2024 15:34 WIB, 2024
Sejak 2020, KAI Divre IV Tanjungkarang tutup 17 titik perlintasan sebidang liar
21 September 2023 17:43 WIB, 2023
Kadis kominfo Lampung Barat jadi narasumber pada rakor Sesnus Penduduk 2020
29 June 2022 11:42 WIB, 2022
Kemendag sebut Expo Dubai sukses buka peluang ekonomi nasional Indonesia
01 April 2022 5:39 WIB, 2022