Vodafone kerja sama dengan Google Cloud kembangkan layanan data
Senin, 3 Mei 2021 5:16 WIB
Logo Vodafone (ANTARA News) (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Operator seluler Vodafone Group Plc dan Google Cloud Alphabet Inc memasuki kemitraan strategis untuk bersama-sama mengembangkan layanan data, kata Vodafone dikutip dari Reuters, Senin.
Sekitar 1.000 pekerja di Inggris, Spanyol dan Amerika Serikat akan diminta oleh kedua perusahaan untuk membuat "Nucleus", penyimpanan berbasis cloud dan portal analitik baru yang akan menampung data Vodafone.
Nucleus akan mampu memproses sekitar 50 terabyte data sehari di dalam cloud, kata Vodafone dalam sebuah pernyataan.
"Kedua perusahaan akan mendorong penggunaan analisis, wawasan, dan pembelajaran data yang andal dan aman untuk mendukung pengenalan produk dan layanan digital baru bagi pelanggan Vodafone secara bersamaan di seluruh dunia," tambah pernyataan itu.
Google tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar lebih lanjut.
Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Financial Times (FT) pada hari Minggu (2/5).
Sebagai bagian dari perjanjian enam tahun, kedua perusahaan juga akan mengembangkan sistem yang disebut "Dynamo", yang dapat mengekstrak dan mengangkut data di berbagai negara tempat perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Inggris tersebut beroperasi.
Menurut laporan FT, kedua perusahaan juga ingin menjual layanan konsultasi ke bisnis multinasional lainnya yang ingin memindahkan data dalam jumlah besar ke cloud di masa mendatang.
Baca juga: Google Meet tambah sejumlah fitur baru, termasuk penghemat data
Baca juga: Google edukasi keamanan berinternet melalui Keluarga Tangkas Berinternet
Sekitar 1.000 pekerja di Inggris, Spanyol dan Amerika Serikat akan diminta oleh kedua perusahaan untuk membuat "Nucleus", penyimpanan berbasis cloud dan portal analitik baru yang akan menampung data Vodafone.
Nucleus akan mampu memproses sekitar 50 terabyte data sehari di dalam cloud, kata Vodafone dalam sebuah pernyataan.
"Kedua perusahaan akan mendorong penggunaan analisis, wawasan, dan pembelajaran data yang andal dan aman untuk mendukung pengenalan produk dan layanan digital baru bagi pelanggan Vodafone secara bersamaan di seluruh dunia," tambah pernyataan itu.
Google tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar lebih lanjut.
Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Financial Times (FT) pada hari Minggu (2/5).
Sebagai bagian dari perjanjian enam tahun, kedua perusahaan juga akan mengembangkan sistem yang disebut "Dynamo", yang dapat mengekstrak dan mengangkut data di berbagai negara tempat perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Inggris tersebut beroperasi.
Menurut laporan FT, kedua perusahaan juga ingin menjual layanan konsultasi ke bisnis multinasional lainnya yang ingin memindahkan data dalam jumlah besar ke cloud di masa mendatang.
Baca juga: Google Meet tambah sejumlah fitur baru, termasuk penghemat data
Baca juga: Google edukasi keamanan berinternet melalui Keluarga Tangkas Berinternet
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Google pastikan kesalahan informasi nilai tukar rupiah dari pihak ketiga
01 February 2025 22:22 WIB, 2025
Bobby Kertanegara si kucing peliharaan Prabowo raih penghargaan dari Google Indonesia
13 December 2024 5:50 WIB, 2024
Menkominfo akan adakan pertemuan dengan Google untuk berantas judi online
03 June 2024 21:16 WIB, 2024
Indosat-Google berdayakan bisnis rintisan lewat inovasi dan wawasan teknologi
26 March 2024 18:07 WIB, 2024
Selama 2023, Mbappe hingga Djokovic, atlet yang paling dicari di Google
20 December 2023 10:43 WIB, 2023
Wajah "Goodfather of Broken Heart" Didi Kempot tampil di Google Doodle
26 February 2023 10:07 WIB, 2023
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB