BPOM: Bahan vaksin COVID-19 aman bagi manusia
Selasa, 5 Januari 2021 14:47 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dalam jumpa pers daringnya, Rabu (30/12/2020). ANTARA/HO-BPOM/aa. (Handout Badan Pengawas Obat dan Makanan)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito memastikan CoronaVac, vaksin COVID-19 produksi Sinovac, terdiri dari bahan-bahan yang aman bagi manusia.
"Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, Badan POM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya," kata Penny kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan untuk menjamin mutu CoronaVac, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin. Evaluasi mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.
Baca juga: Pemprov Lampung persiapkan vaksinasi bagi kepala daerah pekan depan
BPOM bersama tim, kata dia, telah melakukan inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac di China. BPOM akan terus mengawal keamanan vaksin tersebut meski nanti sudah mendapat izin penggunaan darurat atau EUA.
Dalam proses itu, lanjut dia, BPOM berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Komite Nasional dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas dan Komda PP KIPI) untuk melakukan pemantauan.
Baca juga: Wali Kota siap menjadi orang pertama yang divaksinasi di Bandarlampung
Pemantauan KIPI dilakukan terhadap pelaporan yang diterima dari tenaga kesehatan atau industri farmasi pemilik vaksin atau masyarakat untuk memastikan keamanan vaksin setelah beredar.
Kepala BPOM mengatakan sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan terus mengamati (surveilans) secara aktif untuk CoronaVac terhadap Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK) oleh Kemenkes, Komnas/Komda PP KIPI dan WHO.
Baca juga: Tahap awal, 430 tenaga kesehatan Lampung Timur yang divaksinasi COVID-19
"Jika ada efek samping serius, maka laporan harus disampaikan ke Badan POM dalam waktu 24 jam, sebagai laporan awal sejak mengetahui adanya informasi tersebut. Industri farmasi pemilik EUA juga harus memastikan terlaksananya pelaporan oleh distributor dan rumah sakit/puskesmas," katanya.
"Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, Badan POM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya," kata Penny kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan untuk menjamin mutu CoronaVac, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin. Evaluasi mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.
Baca juga: Pemprov Lampung persiapkan vaksinasi bagi kepala daerah pekan depan
BPOM bersama tim, kata dia, telah melakukan inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac di China. BPOM akan terus mengawal keamanan vaksin tersebut meski nanti sudah mendapat izin penggunaan darurat atau EUA.
Dalam proses itu, lanjut dia, BPOM berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Komite Nasional dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas dan Komda PP KIPI) untuk melakukan pemantauan.
Baca juga: Wali Kota siap menjadi orang pertama yang divaksinasi di Bandarlampung
Pemantauan KIPI dilakukan terhadap pelaporan yang diterima dari tenaga kesehatan atau industri farmasi pemilik vaksin atau masyarakat untuk memastikan keamanan vaksin setelah beredar.
Kepala BPOM mengatakan sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan terus mengamati (surveilans) secara aktif untuk CoronaVac terhadap Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK) oleh Kemenkes, Komnas/Komda PP KIPI dan WHO.
Baca juga: Tahap awal, 430 tenaga kesehatan Lampung Timur yang divaksinasi COVID-19
"Jika ada efek samping serius, maka laporan harus disampaikan ke Badan POM dalam waktu 24 jam, sebagai laporan awal sejak mengetahui adanya informasi tersebut. Industri farmasi pemilik EUA juga harus memastikan terlaksananya pelaporan oleh distributor dan rumah sakit/puskesmas," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo teken Keppres pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara
24 February 2025 10:56 WIB
Kopdit Gentiaras gelar RAT Paripurna sekaligus pilih pengurus dan pengawas baru
10 February 2025 21:26 WIB
Terpopuler kemarin, OTT Disnaker Sumsel hingga eks Dirut Pertamina diperiksa
11 January 2025 6:09 WIB, 2025
1.592 pengawas TPS siap kawal pencoblosan pilkada di Lampung Selatan
05 November 2024 15:50 WIB, 2024
Bawaslu Bandarlampung minta pengawas siapkan diri jelang pencoblosan
27 October 2024 16:59 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB