Bandarlampung (ANTARA) - Gereja Huria Kristen Batak Protestan, Kedaton Bandarlampung menggelar ibadah malam Natal bertatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sejak kedatangan jemaat hingga berlangsungnya kebaktian.

"Mengacu kepada surat dari Menteri Agama dan Maklumat Kapolri, kami menerapkan protokol kesehatan ketat dan tegas kepada semua jemaat yang ingin beribadah," kata Sekretaris Gereja HKBP Kedaton, St. Simamora, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan bahwa gedung gereja yang berkapasitas 900 orang pada ibadah Natal tahun ini hanya diisi 300 orang dewasa saja atau sepertiga dari kapasitas normal.

"Selama pandemi COVID-19 gereja ini juga memang sudah membatasi jemaat yang datang beribadah, hanya 300 orang saja guna mengantisipasi penyebaran virus corona," kata dia.

Protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, dan jarak antara jemaat yang dibatasi serta pengukur suhu tubuh pun telah disiapkan mengacu protokol kesehatan yang berlaku.

"Kita pastikan bahwa jemaat yang bersuhu di atas 37 derajat Celsius tidak boleh masuk," kata dia.

Dia pun menegaskan bahwa kegiatan ibadah malam Natal ini sudah melewati pengecekan dari Tim Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung dan pihak kepolisian.

"Satgas COVID-19 juga sudah mengecek kesiapan HKBP ini dan Brimob juga tadi siang sudah melakukan sterilisasi gereja, sehingga kita memang benar-benar aman dalam menjalankan ibadah," kata dia.

Sementara itu, Lurah Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung Mardani, mengatakan bahwa pihak gereja sebelum melaksanakan kegiatan ibadah malam Natal telah mengirimkan surat kepada Satgas COVID-19.

"Saya lihat acaranya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan imbauan dari Wali Kota Bandarlampung untuk membatasi jemaatnya. Ini kan kapasitasnya 900 orang, tapi kita lihat sekarang sepertiganya saja yang hadir," katanya.

Berdasarkan, pantauan di lokasi bahwa kegiatan ibadah malam Natal di HKBP Kedaton dijaga ketat oleh sejumlah personel kepolisian dan TNI serta linmas dan pemuda.