ITF sebut internasional masih percaya Indonesia destinasi wisata aman
Jumat, 27 November 2020 20:56 WIB
Pekerja pariwisata melayani wisatawan yang mengunjungi kawasan Tanjung Benoa, Badung, Bali, Sabtu (7/11/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta (ANTARA) - Chairman Indonesia Tourism Forum (ITF), Sapta Nirwandar mengatakan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman masih ada seiring dengan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting Global Tourism Forum (GTF) 2021.
"Sebagai negara yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah untuk Annual Meeting Indonesia Global Tourism Forum 2021," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
GTF merupakan brand dari World Tourism Forum Institute (WTFI) dan suatu kolaborasi platform yang difokuskan pada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh industri pariwisata dan perjalanan.
"GTF memainkan peranan penting dalam menarik investasi langsung ke dalam negeri karena itu GTF menjadi sangat penting terutama dalam masa sulit seperti saat ini," ujar Sapta Nirwandar pada Hybrid - in tours conference : Jakarta- Istanbul - Washington yang digelar secara virtual.
Pariwisata merupakan industri yang terkena dampak ekonomi terparah akibat adanya COVID-19, lanjutnya, dimana menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 pada bulan November total penurunan jumlah wisatawan mancanegara hingga Desember 2020 diperkirakan mencapai negatif 88,95 persen.
Penurunan drastis dampak dari pandemi global ini menjadikan Indonesia hanya menerima angka wisatawan 153.498 kunjungan wisman hingga September 2020. Padahal, pada September 2019, Indonesia mampu meraih wisatawan Internasional 1.388.719 kunjungan.
"Kondisi pelemahan drastis inilah yang memotivasi Indonesia Tourism Forum untuk menemukan bagaimana sesungguhnya model bisnis pariwisata yang tepat diimplementasikan dalam kondisi pandemi global," ujar Sapta Nirwandar.
Menurut dia, In Tour Conference sebagai upaya awal untuk menemukan sinergi kebangkitan pariwisata, tidak hanya untuk pariwisata Indonesia, tetapi juga pariwisata dunia. Diharapkan pada 2021, Industri MICE dapat setidaknya kembali melahirkan event-event berkelas dunia.
"Dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Di tengah pandemi COVID-19 global, dengan kreatifitas, inovasi dan keberanian akan ditemukan kemudahan dan jalan keluar untuk menemukan peluang," kata mantan Sekjen Kemenparekraf itu.
GTF 2021 yang akan digelar di Bali merupakan ajang pertemuan antara Agen dan operator perjalanan, Pengusaha dan pengelola hotel, pebisnis lokal dan asing, grup investor dan bankir, perusahaan konsultan investasi, serta politisi, pejabat pemerintah dengan tokoh-tokoh eksekutif.
"Sebagai negara yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah untuk Annual Meeting Indonesia Global Tourism Forum 2021," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
GTF merupakan brand dari World Tourism Forum Institute (WTFI) dan suatu kolaborasi platform yang difokuskan pada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh industri pariwisata dan perjalanan.
"GTF memainkan peranan penting dalam menarik investasi langsung ke dalam negeri karena itu GTF menjadi sangat penting terutama dalam masa sulit seperti saat ini," ujar Sapta Nirwandar pada Hybrid - in tours conference : Jakarta- Istanbul - Washington yang digelar secara virtual.
Pariwisata merupakan industri yang terkena dampak ekonomi terparah akibat adanya COVID-19, lanjutnya, dimana menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 pada bulan November total penurunan jumlah wisatawan mancanegara hingga Desember 2020 diperkirakan mencapai negatif 88,95 persen.
Penurunan drastis dampak dari pandemi global ini menjadikan Indonesia hanya menerima angka wisatawan 153.498 kunjungan wisman hingga September 2020. Padahal, pada September 2019, Indonesia mampu meraih wisatawan Internasional 1.388.719 kunjungan.
"Kondisi pelemahan drastis inilah yang memotivasi Indonesia Tourism Forum untuk menemukan bagaimana sesungguhnya model bisnis pariwisata yang tepat diimplementasikan dalam kondisi pandemi global," ujar Sapta Nirwandar.
Menurut dia, In Tour Conference sebagai upaya awal untuk menemukan sinergi kebangkitan pariwisata, tidak hanya untuk pariwisata Indonesia, tetapi juga pariwisata dunia. Diharapkan pada 2021, Industri MICE dapat setidaknya kembali melahirkan event-event berkelas dunia.
"Dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Di tengah pandemi COVID-19 global, dengan kreatifitas, inovasi dan keberanian akan ditemukan kemudahan dan jalan keluar untuk menemukan peluang," kata mantan Sekjen Kemenparekraf itu.
GTF 2021 yang akan digelar di Bali merupakan ajang pertemuan antara Agen dan operator perjalanan, Pengusaha dan pengelola hotel, pebisnis lokal dan asing, grup investor dan bankir, perusahaan konsultan investasi, serta politisi, pejabat pemerintah dengan tokoh-tokoh eksekutif.
Pewarta : Subagyo
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KBRI Kuala Lumpur sebut peran penting ANTARA dalam diseminasi pariwisata
11 September 2025 13:18 WIB
Wamen Pariwisata: Pengakuan UNESCO ke Reog Ponorogo tunjukkan kekayaan budaya Indonesia
06 December 2024 5:23 WIB, 2024
Indonesia catat potensi transaksi Rp46 miliar pada pameran pariwisata internasional di Madrid
30 January 2024 11:12 WIB, 2024
BI sebut Tourism Investment Forum dorong investasi di Lampung pariwisata
23 September 2023 18:25 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022