"Mandalika Rebound" diharapkan mampu memulihkan pariwisata NTB
Minggu, 19 Juli 2020 5:48 WIB
Sejumlah orang di Pantai Mandalika Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Birkom Kemenparekraf)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung pelaksanaan “Mandalika Reborn” sebagai inisiasi dan upaya memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat pada adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, di Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya mendukung penuh pemulihan sektor pariwisata NTB melalui berbagai cara.
Bentuk dukungan itu, di antaranya menyalurkan bantuan berupa alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan, fasilitas kebersihan seperti wastafel dan tempat sampah, thermogun, P3K. dan disinfektan, papan signage sapta pesona, dan papan protokol kesehatan kepada Pemerintah Provinsi NTB.
Baca juga: Pembangunan sarana hunian tunjang pemulihan sektor pariwisata di Manado-Likupang
“Mandalika adalah salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas. Program ini adalah bentuk komitmen dukungan pemerintah pusat yang bersinergi dengan daerah dan 'stakeholder' terkait, dan bagian dari simulasi dan pembiasaan protokol pascapandemi COVID-19, karena bersih-bersih di destinasi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan indikator Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)," papar Hari.
Hari menyebut bantuan ini diberikan sebagai bukti atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk meyakinkan wisatawan bahwa Mandalika adalah objek wisata yang aman dan bersih untuk dikunjungi sehingga wisatawan nusantara dan mancanegara tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Lombok, terutama kawasan Mandalika.
"Ini nantinya harus jadi pembiasaan. Kita perlu menunjukkan kepada dunia adalah bahwa Mandalika sebagai Destinasi Super Prioritas ini adalah aman untuk dikunjungi pascapandemi COVID-19,” ujar Hari.
Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan, menambahkan harus ada inovasi pada setiap destinasi wisata untuk menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan.
"Dengan begitu, destinasi menjadi zona hijau COVID-19. Seiring naiknya kepercayaan, destinasi pasti akan ramai dikunjungi wisatawan,” ujar dia.
Acara "Mandalika Rebound" yang diselenggarakan 16-17 Juli 2020 dibuka di Pantai Kuta Mandalika. Acara ini mengambil tempat di tiga titik sepanjang kawasan Mandalika, yaitu Pantai Kuta Mandalika, Pantai Aan, dan Pantai Gerupuk, yang mayoritas dikunjungi wisatawan untuk berselancar. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Islamic Center NTB.
Baca juga: Kegiatan pariwisata di Sleman siap bangkit kembali
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, di Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya mendukung penuh pemulihan sektor pariwisata NTB melalui berbagai cara.
Bentuk dukungan itu, di antaranya menyalurkan bantuan berupa alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan, fasilitas kebersihan seperti wastafel dan tempat sampah, thermogun, P3K. dan disinfektan, papan signage sapta pesona, dan papan protokol kesehatan kepada Pemerintah Provinsi NTB.
Baca juga: Pembangunan sarana hunian tunjang pemulihan sektor pariwisata di Manado-Likupang
“Mandalika adalah salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas. Program ini adalah bentuk komitmen dukungan pemerintah pusat yang bersinergi dengan daerah dan 'stakeholder' terkait, dan bagian dari simulasi dan pembiasaan protokol pascapandemi COVID-19, karena bersih-bersih di destinasi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan indikator Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)," papar Hari.
Hari menyebut bantuan ini diberikan sebagai bukti atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk meyakinkan wisatawan bahwa Mandalika adalah objek wisata yang aman dan bersih untuk dikunjungi sehingga wisatawan nusantara dan mancanegara tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Lombok, terutama kawasan Mandalika.
"Ini nantinya harus jadi pembiasaan. Kita perlu menunjukkan kepada dunia adalah bahwa Mandalika sebagai Destinasi Super Prioritas ini adalah aman untuk dikunjungi pascapandemi COVID-19,” ujar Hari.
Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan, menambahkan harus ada inovasi pada setiap destinasi wisata untuk menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan.
"Dengan begitu, destinasi menjadi zona hijau COVID-19. Seiring naiknya kepercayaan, destinasi pasti akan ramai dikunjungi wisatawan,” ujar dia.
Acara "Mandalika Rebound" yang diselenggarakan 16-17 Juli 2020 dibuka di Pantai Kuta Mandalika. Acara ini mengambil tempat di tiga titik sepanjang kawasan Mandalika, yaitu Pantai Kuta Mandalika, Pantai Aan, dan Pantai Gerupuk, yang mayoritas dikunjungi wisatawan untuk berselancar. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Islamic Center NTB.
Baca juga: Kegiatan pariwisata di Sleman siap bangkit kembali
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes didakwa rugikan negara Rp319 M
04 February 2025 22:52 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022