Kegiatan pariwisata di Sleman siap bangkit kembali
Sabtu, 18 Juli 2020 6:11 WIB
Pelaku pariwisata di destinasi wisata Kaliurang melakukan ujicoba pembukaan kembali operasional dan uji coba penerapan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto.
Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Muslimatun menyebutkan dampak pandemi COVID-19 mengakibatkan turunnya pariwisata di berbagai daerah tidak terkecuali di Kabupaten Sleman, meskipun begitu pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi dan protokol kesehatan demi menghidupkan kembali kegiatan pariwisata di wilayah itu.
"Hal yang harus diutamakan dalam menjalankan kegiatan pariwisata untuk saat ini adalah keamanan (safety)," kata Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun saat talk show online bertema "New Normal New Tourism" Kebangkitan Pariwisata Sleman, di Sleman, Jumat.
Baca juga: Disparpora Kota Serang pastikan objek wisata terapkan protokol kesehatan
Menurut dia, objek wisata harus melalui verifikasi dari pihak terkait serta dilakukan simulasi uji coba terbatas terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.
"Jangan sampai tempat wisata menjadi klaster baru penyebaran COVID-19," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih menyatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP Sleman dan instansi terkait lainnya telah melakukan pemeriksaan serta simulasi pembukaan objek wisata di berbagai tempat.
Menurut dia, pihaknya akan terus mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan wisata tersebut. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, seperti tidak menerapkan jaga jarak, atau tidak menyediakan tempat cuci tangan, dan lainnya maka pihaknya akan memberi tindakan tegas.
"Bahkan kalau kita cek ternyata tidak layak untuk melakukan kegiatan pariwisata, maka akan kita hentikan," katanya.
Ia mengatakan saat ini pihaknya tidak lagi memprioritaskan jumlah kunjungan wisata yang sebelumnya telah ditargetkan, yakni sebanyak 11 ribu kunjungan wisata di tahun 2020 ini.
Baca juga: Wisatawan kini tak cuma pentingkan harga
"Karena konsep 'mass tourism' atau mengundang wisatawan dalam jumlah banyak sudah menurun tidak lagi bisa dilakukan," katanya.
Sudarningsih mengatakan, pada era normal baru pariwisata saat ini pihaknya akan menargetkan pada konsep "personal, couple" atau "family tourism".
"Maka tempat-tempat wisata, dan usaha-usaha pendukungnya juga harus menyesuaikan," katanya.
Acara yang digelar oleh Harian Jogja ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Wakil Bupati Sleman, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Oka Pasaribu dari Grab Indonesia, Adin Jumaidi selaku GM The Atrium and Resort, serta Pimpinan Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, selaku moderator.
Baca juga: Pandemi COVID-19 ajarkan Bali benahi pariwisata
"Hal yang harus diutamakan dalam menjalankan kegiatan pariwisata untuk saat ini adalah keamanan (safety)," kata Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun saat talk show online bertema "New Normal New Tourism" Kebangkitan Pariwisata Sleman, di Sleman, Jumat.
Baca juga: Disparpora Kota Serang pastikan objek wisata terapkan protokol kesehatan
Menurut dia, objek wisata harus melalui verifikasi dari pihak terkait serta dilakukan simulasi uji coba terbatas terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.
"Jangan sampai tempat wisata menjadi klaster baru penyebaran COVID-19," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih menyatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP Sleman dan instansi terkait lainnya telah melakukan pemeriksaan serta simulasi pembukaan objek wisata di berbagai tempat.
Menurut dia, pihaknya akan terus mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan wisata tersebut. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, seperti tidak menerapkan jaga jarak, atau tidak menyediakan tempat cuci tangan, dan lainnya maka pihaknya akan memberi tindakan tegas.
"Bahkan kalau kita cek ternyata tidak layak untuk melakukan kegiatan pariwisata, maka akan kita hentikan," katanya.
Ia mengatakan saat ini pihaknya tidak lagi memprioritaskan jumlah kunjungan wisata yang sebelumnya telah ditargetkan, yakni sebanyak 11 ribu kunjungan wisata di tahun 2020 ini.
Baca juga: Wisatawan kini tak cuma pentingkan harga
"Karena konsep 'mass tourism' atau mengundang wisatawan dalam jumlah banyak sudah menurun tidak lagi bisa dilakukan," katanya.
Sudarningsih mengatakan, pada era normal baru pariwisata saat ini pihaknya akan menargetkan pada konsep "personal, couple" atau "family tourism".
"Maka tempat-tempat wisata, dan usaha-usaha pendukungnya juga harus menyesuaikan," katanya.
Acara yang digelar oleh Harian Jogja ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Wakil Bupati Sleman, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Oka Pasaribu dari Grab Indonesia, Adin Jumaidi selaku GM The Atrium and Resort, serta Pimpinan Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, selaku moderator.
Baca juga: Pandemi COVID-19 ajarkan Bali benahi pariwisata
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas U-20 siapkan 11 laga uji coba untuk bentuk tim menuju Kualifikasi Piala Asia
10 December 2025 22:47 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022