Pakar Untan: VCO dapat membunuh virus corona
Sabtu, 6 Juni 2020 21:06 WIB
Virgin Coconate Oil (VCO) yang sudah dalam kemasan (Simon Lolonlun)
Pontianak (ANTARA) - Pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Thamrin Usman, DEA membenarkan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dapat membunuh virus corona penyebab COVID-19 karena kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona.
"Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya bagaimana kita bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur," kata Thamrin Usman, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu.
Menurut dia, dengan menjadikan susunan lipid yang ada di membran sel menjadi tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel. Karena lipid VCO bisa masuk dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel itu jadi rusak dan tidak berfungsi.
"Bahasa ekstremnya itu mati," kata alumni program master dan doktoral di ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, untuk bidang Kimia Agroindustri itu.
Baca juga: Kuba klaim dua obat COVID-19 buatannya ampuh minimalkan angka kematian
Terkait manfaat VCO yang dapat membunuh virus corona, Guru Besar Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu menyatakan sudah digunakan dalam pengobatan pasien positif COVID-19.
Beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19 di Pontianak mengonsumsi VCO yang diberikan Thamrin Usman dan hasilnya mereka dapat sembuh.
"Ada tiga dokter yang saya berikan treatment VCO. Hasilnya mereka dapat sembuh dari COVID-19. Dua dokter umum berstatus reaktif dan satu dokter spesialis berstatus positif COVID-19, mereka sembuh," kata mantan Rektor Untan itu.
Thamrin menambahkan staf di kantornya yang juga hasil tes cepat reaktif, karena istrinya positif COVID-19 dan diisolasi di RSUD Dr Soedarso, setelah minum VCO, dapat sembuh. "Kemudian ada lagi staf saya kena, semua kami anjurkan minum itu, alhamdulillah sembuh semua," katanya.
Baca juga: Penelitian AS ungkap plasma mampu ringankan gejala COVID-19
Menurut dia, respons di tubuh mereka yang minum VCO bermacam-macam, ada yang setelah minum menjadi mual dan buang air besar, tetapi ada pula yang tidak ada respons, namun mereka menyatakan kondisi tubuhnya segar dan tidak lemas.
"Mereka menjadi dapat tambahan energi. Karena orang-orang yang kena ini (COVID-19) ada kayak letih, lemas, tetapi dengan minum VCO, kita tahu lemak, lipid ini kan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak sel virus itu," katanya menjelaskan.
Menurut dia lagi, meskipun pasien COVID-19 mengonsumsi vitamin C dan bentuk-bentuk immune boosting lainnya, tidak akan menimbulkan efek negatif. Justru mereka mendapatkan manfaat lebih menjadikan tubuh segar.
"Treatment tidak murni hanya VCO, tetapi jika dia makan vitamin dan lainnya dan juga minum VCO, mendapatkan keuntungan, salah satunya badannya tambah segar. Artinya VCO itu juga sebagai sumber energi, pemberi energi, karena kandungan lipid (lemak) yang ada pada VCO," katanya.
Baca juga: Perusahaan farmasi Ukraina mulai uji klinis obat corona
Menurut Thamrin, penggunaan VCO orientasinya selain untuk menaikkan imun juga berfungsi merusak dinding sel, baik itu virus maupun yang sejenisnya.
"Dan ini sebenarnya tidak khusus untuk corona, virus lain juga, contohnya hepatitis. Testimoni dari orang yang berpenyakit hepatitis, treatment dengan VCO jadi sembuh," kata pakar itu.
Meskipun begitu, ia menyatakan VCO tidak bisa disamakan dengan manfaat yang ada pada madu. Karena secara kimia yang diandalkan pada VCO adalah asam lemak laurat yang jika dikonsumsi akan menjadi asam laurin.
"Ini yang punya khasiat untuk antivirus, antibakteri," katanya.
Baca juga: Siap uji klinis, jamur Cordyceps berpotensi lawan corona
Sementara yang ada pada madu, katanya, adalah senyawa kimia yang memberikan rasa manis. Ada senyawa mineral yang minor yang bisa memberikan antioksidan, meningkatkan imun. Di dalam madu ada propolis yang memiliki komposisi kimia berbeda dengan VCO.
Terkait manfaat VCO guna pencegahan COVID-19, Thamrin menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi minyak kelapa murni tersebut setiap harinya, seperti yang ia lakukan selama ini. "Biasanya tiga kali dua sendok makan dalam sehari saya minum," katanya.
Kebiasaan minum VCO sudah ia lakukan sejak awal merebaknya pandemi COVID-19 hingga saat ini. Produk VCO siap konsumsi juga kini banyak dijual di pasar, dan juga dapat dibuat sendiri dengan memperhatikan kualitas yang dihasilkan. Agar kandungan manfaat minyak tersebut tidak berkurang.
"Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya bagaimana kita bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur," kata Thamrin Usman, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu.
Menurut dia, dengan menjadikan susunan lipid yang ada di membran sel menjadi tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel. Karena lipid VCO bisa masuk dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel itu jadi rusak dan tidak berfungsi.
"Bahasa ekstremnya itu mati," kata alumni program master dan doktoral di ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, untuk bidang Kimia Agroindustri itu.
Baca juga: Kuba klaim dua obat COVID-19 buatannya ampuh minimalkan angka kematian
Terkait manfaat VCO yang dapat membunuh virus corona, Guru Besar Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu menyatakan sudah digunakan dalam pengobatan pasien positif COVID-19.
Beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19 di Pontianak mengonsumsi VCO yang diberikan Thamrin Usman dan hasilnya mereka dapat sembuh.
"Ada tiga dokter yang saya berikan treatment VCO. Hasilnya mereka dapat sembuh dari COVID-19. Dua dokter umum berstatus reaktif dan satu dokter spesialis berstatus positif COVID-19, mereka sembuh," kata mantan Rektor Untan itu.
Thamrin menambahkan staf di kantornya yang juga hasil tes cepat reaktif, karena istrinya positif COVID-19 dan diisolasi di RSUD Dr Soedarso, setelah minum VCO, dapat sembuh. "Kemudian ada lagi staf saya kena, semua kami anjurkan minum itu, alhamdulillah sembuh semua," katanya.
Baca juga: Penelitian AS ungkap plasma mampu ringankan gejala COVID-19
Menurut dia, respons di tubuh mereka yang minum VCO bermacam-macam, ada yang setelah minum menjadi mual dan buang air besar, tetapi ada pula yang tidak ada respons, namun mereka menyatakan kondisi tubuhnya segar dan tidak lemas.
"Mereka menjadi dapat tambahan energi. Karena orang-orang yang kena ini (COVID-19) ada kayak letih, lemas, tetapi dengan minum VCO, kita tahu lemak, lipid ini kan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak sel virus itu," katanya menjelaskan.
Menurut dia lagi, meskipun pasien COVID-19 mengonsumsi vitamin C dan bentuk-bentuk immune boosting lainnya, tidak akan menimbulkan efek negatif. Justru mereka mendapatkan manfaat lebih menjadikan tubuh segar.
"Treatment tidak murni hanya VCO, tetapi jika dia makan vitamin dan lainnya dan juga minum VCO, mendapatkan keuntungan, salah satunya badannya tambah segar. Artinya VCO itu juga sebagai sumber energi, pemberi energi, karena kandungan lipid (lemak) yang ada pada VCO," katanya.
Baca juga: Perusahaan farmasi Ukraina mulai uji klinis obat corona
Menurut Thamrin, penggunaan VCO orientasinya selain untuk menaikkan imun juga berfungsi merusak dinding sel, baik itu virus maupun yang sejenisnya.
"Dan ini sebenarnya tidak khusus untuk corona, virus lain juga, contohnya hepatitis. Testimoni dari orang yang berpenyakit hepatitis, treatment dengan VCO jadi sembuh," kata pakar itu.
Meskipun begitu, ia menyatakan VCO tidak bisa disamakan dengan manfaat yang ada pada madu. Karena secara kimia yang diandalkan pada VCO adalah asam lemak laurat yang jika dikonsumsi akan menjadi asam laurin.
"Ini yang punya khasiat untuk antivirus, antibakteri," katanya.
Baca juga: Siap uji klinis, jamur Cordyceps berpotensi lawan corona
Sementara yang ada pada madu, katanya, adalah senyawa kimia yang memberikan rasa manis. Ada senyawa mineral yang minor yang bisa memberikan antioksidan, meningkatkan imun. Di dalam madu ada propolis yang memiliki komposisi kimia berbeda dengan VCO.
Terkait manfaat VCO guna pencegahan COVID-19, Thamrin menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi minyak kelapa murni tersebut setiap harinya, seperti yang ia lakukan selama ini. "Biasanya tiga kali dua sendok makan dalam sehari saya minum," katanya.
Kebiasaan minum VCO sudah ia lakukan sejak awal merebaknya pandemi COVID-19 hingga saat ini. Produk VCO siap konsumsi juga kini banyak dijual di pasar, dan juga dapat dibuat sendiri dengan memperhatikan kualitas yang dihasilkan. Agar kandungan manfaat minyak tersebut tidak berkurang.
Pewarta : Nurul Hayat
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang pergantian tahun, Prabowo disambut antusias masyarakat di Sudirman-Thamrin
31 December 2024 21:52 WIB, 2024
Usai lima tahun menjabat Sekda, Thamrin: Terima kasih untuk kolaborasi bersama
09 December 2024 7:17 WIB, 2024
Sekda Thamrin hadiri pengundian Gebyar Samsat Kalianda periode Januari-Desember 2022
17 January 2023 14:29 WIB, 2023
Jalan Sudirman-Thamrin ditutup, polisi siapkan 20 pengalihan arus lalu lintas
31 December 2020 8:33 WIB, 2020
Pewarta Antara raih penghargaan karya jurnalistik MH Thamrin Award ke-46 tahun 2020
02 November 2020 17:27 WIB, 2020
Pemprov Sulsel hadirkan Program Wisata Duta COVID-19 di beberapa daerah
27 October 2020 8:50 WIB, 2020
Video rekayasa perkelahian di Jalan MH Thamrin capai ratusan ribu penonton
19 February 2020 14:55 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB