Alibaba raih penjualan 1 triliun dolar pada tahun fiskal 2020
Sabtu, 23 Mei 2020 11:11 WIB
Pendapatan yang diraih Alibaba dalam Festival Belanja di China pada 11 November 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Jakarta (ANTARA) - Alibaba Group berhasil meraih total nilai penjualan seluruh barang di platform e-dagangnya (GMV) sebesar 1 triliun dolar AS selama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2020.
"Ini tonggak bersejarah yaitu GMV 1 triliun dolar di seluruh ekonomi digital kami pada tahun fiskal 2020," demikian Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba Group Daniel Zhang, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, Sabtu.
"Seluruh bisnis kami terus mengalami pertumbuhan yang kuat dengan basis konsumen aktif tahunan sebesar 960 juta di seluruh dunia walaupun akhir tahun fiskal ini terkena dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19," ujarnya.
Menurut dia, pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku konsumen dan operasional perusahaan secara fundamental.
"Kami memiliki posisi dan kesiapan yang baik untuk membantu para pelaku usaha, baik kecil maupun besar dari berbagai industri, dalam mencapai transformasi digital yang dibutuhkan pada masa sulit yang disebut the new normal," katanya.
Dengan fokus pada program jangka panjang dan berinvestasi untuk memberikan nilai tambah bagi para konsumen, Zhang percaya perusahaan yang didirikan Jack Ma itu mampu keluar dari krisis akibat COVID-19.
Pada triwulan yang diwarnai berkurangnya aktivitas perekonomian akibat pandemi COVID-19 di China, Ailbaba masih bisa meraup pendapatan 500 miliar yuan.
"Pertumbuhan pendapatan kami sebesar 35 persen year-over-year didorong kinerja kuat bisnis ritel domestik dan pertumbuhan bisnis komputasi awan kami," kata Chief Financial Officer Alibaba Group Maggie Wu.
Meskipun pandemi berdampak negatif pada bisnis perdagangan utama Alibaba di China mulai akhir Januari, pihaknya melihat adanya pemulihan sejak Maret.
"Berdasarkan analisis kami tentang konsumsi domestik di China dan digitalisasi perusahaan, kami mengantisipasi pendapatan lebih dari 650 miliar yuan pada tahun fiskal 2021," ujarnya.
Konsumen aktif tahunan ekonomi digital Alibaba mencapai 960 juta di seluruh dunia, yang terdiri dari 780 juta konsumen di China dan 180 juta konsumen di luar China.
Konsumen aktif tahunan platform penjualan daring (marketplace) di China mencapai 726 juta atau meningkat 72 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2019.
Pengguna aktif bulanan marketplace ritel di China mencapai 846 juta pada bulan Maret 2020 atau meningkat 125 juta dibanding bulan Maret 2019.
"Ini tonggak bersejarah yaitu GMV 1 triliun dolar di seluruh ekonomi digital kami pada tahun fiskal 2020," demikian Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba Group Daniel Zhang, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, Sabtu.
"Seluruh bisnis kami terus mengalami pertumbuhan yang kuat dengan basis konsumen aktif tahunan sebesar 960 juta di seluruh dunia walaupun akhir tahun fiskal ini terkena dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19," ujarnya.
Menurut dia, pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku konsumen dan operasional perusahaan secara fundamental.
"Kami memiliki posisi dan kesiapan yang baik untuk membantu para pelaku usaha, baik kecil maupun besar dari berbagai industri, dalam mencapai transformasi digital yang dibutuhkan pada masa sulit yang disebut the new normal," katanya.
Dengan fokus pada program jangka panjang dan berinvestasi untuk memberikan nilai tambah bagi para konsumen, Zhang percaya perusahaan yang didirikan Jack Ma itu mampu keluar dari krisis akibat COVID-19.
Pada triwulan yang diwarnai berkurangnya aktivitas perekonomian akibat pandemi COVID-19 di China, Ailbaba masih bisa meraup pendapatan 500 miliar yuan.
"Pertumbuhan pendapatan kami sebesar 35 persen year-over-year didorong kinerja kuat bisnis ritel domestik dan pertumbuhan bisnis komputasi awan kami," kata Chief Financial Officer Alibaba Group Maggie Wu.
Meskipun pandemi berdampak negatif pada bisnis perdagangan utama Alibaba di China mulai akhir Januari, pihaknya melihat adanya pemulihan sejak Maret.
"Berdasarkan analisis kami tentang konsumsi domestik di China dan digitalisasi perusahaan, kami mengantisipasi pendapatan lebih dari 650 miliar yuan pada tahun fiskal 2021," ujarnya.
Konsumen aktif tahunan ekonomi digital Alibaba mencapai 960 juta di seluruh dunia, yang terdiri dari 780 juta konsumen di China dan 180 juta konsumen di luar China.
Konsumen aktif tahunan platform penjualan daring (marketplace) di China mencapai 726 juta atau meningkat 72 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2019.
Pengguna aktif bulanan marketplace ritel di China mencapai 846 juta pada bulan Maret 2020 atau meningkat 125 juta dibanding bulan Maret 2019.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
China pertahankan dominasi daftar orang terkaya versi Hurun Global 2022
18 March 2022 19:20 WIB, 2022
Karyawati Alibaba korban pelecehan disidang, namun dalam kasus pencemaran nama baik
02 December 2021 10:52 WIB, 2021
Miliader China Jack Ma sedang studi tur di Spanyol, setelah puasa melancong setahun
19 October 2021 22:01 WIB, 2021
22 perusahaan China disanksi UU antimonopoli, termasuk Alibaba dan Tencent
08 July 2021 8:54 WIB, 2021
Pernikahan massal di markas Alibaba tetap digelar di tengah pandemi COVID-19
13 May 2020 11:34 WIB, 2020
Indonesia dapat bantuan perlengkapan medis tanggulanggi COVID-19 dari Jack Ma
19 March 2020 20:17 WIB, 2020
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021