Jack Ma akan donasi alat tes virus corona ke AS
Sabtu, 14 Maret 2020 11:53 WIB
Jack Ma dari raksasa e-Commerce China, Alibaba Group, menjadi miliarder terkaya China dengan kekayaan 45 miliar dolar AS dan berada di urutan ke-21 orang terkaya dunia. Foto Reuters
Jakarta (ANTARA) - Jack Ma, miliuner asal China sekaligus pendiri grup Alibaba, akan mendonasikan 500.000 alat tes virus corona dan 1 juta masker ke Amerika Serikat untuk mengatasi wabah di negara tersebut.
Jack Ma, dikutip dari Reuters, melalui yayasan amal miliknya dan Alibaba Foundation belakangan ini sudah berdonasi ke Spanyol, Italia, Korea dan Jepang.
"Pandemik yang kita hadapi sekarang tidak lagi hanya bisa diatasi satu negara saja," kata Ma dalam keterangan tertulis.
Dia berpendapat tes yang cepat dan akurat serta perlindungan yang memadai bagi para tenaga kesehatan merupakan cara yang paling efektif untuk menanggulangi sebaran virus corona.
Mark Zuckerberg dan Bill Gates, masing-masing pendiri Facebook dan Microsoft, juga akan memberikan dana untuk memperluas jangkauan tes virus corona di beberapa wilayah.
Tes virus corona di Amerika Serikat terkendala distribusi alat dari pemerintah federal, beberapa hasil tes dinyatakan tidak akurat.
Dari sekitar 122.000 orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia, terdapat lebih dari 1.660 orang AS yang terserang virus tersebut.
Jack Ma, dikutip dari Reuters, melalui yayasan amal miliknya dan Alibaba Foundation belakangan ini sudah berdonasi ke Spanyol, Italia, Korea dan Jepang.
"Pandemik yang kita hadapi sekarang tidak lagi hanya bisa diatasi satu negara saja," kata Ma dalam keterangan tertulis.
Dia berpendapat tes yang cepat dan akurat serta perlindungan yang memadai bagi para tenaga kesehatan merupakan cara yang paling efektif untuk menanggulangi sebaran virus corona.
Mark Zuckerberg dan Bill Gates, masing-masing pendiri Facebook dan Microsoft, juga akan memberikan dana untuk memperluas jangkauan tes virus corona di beberapa wilayah.
Tes virus corona di Amerika Serikat terkendala distribusi alat dari pemerintah federal, beberapa hasil tes dinyatakan tidak akurat.
Dari sekitar 122.000 orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia, terdapat lebih dari 1.660 orang AS yang terserang virus tersebut.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menembak beregu putra sabet emas, Sultanul sumbang perunggu di perorangan
14 December 2025 15:58 WIB
FKIP Unila dukung penguatan kerja sama pendidikan dengan Universitas LP Ma'arif Lampung
29 August 2025 19:46 WIB
Peringatan HUT MA dan RI, PN Tanjungkarang-PMI Lampung siapkan 50 kantung darah
08 August 2025 15:30 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pesawat tabrakan dengan mobil pemadam di Bandara LaGuardia, pilot-kopilot tewas
24 March 2026 7:37 WIB