Menlu Jepang : 430 warga masih berada di Wuhan
Senin, 27 Januari 2020 9:48 WIB
Suasana jalan setelah pemerintah Wuhan mengumumkan untuk melarang kendaraan tidak penting di daerah pusat kota untuk membatasi penularan virus corona baru, pada hari kedua Tahun Baru Imlek, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Minggu (26/1/2020). (REUTERS/STRINGER)
Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan pada Minggu bahwa sekitar 430 warga negara Jepang terkonfirmasi berada di Provinsi Hubei, yang hampir semuanya di Wuhan, pusat merebaknya virus baru corona.
Dalam keterangannya kepada wartawan seusai berbicara melalui telepon dengan Menlu China, Wang Yi, yang mengatakan kepadanya bahwa dia memaklumi keprihatinan dan hasrat Jepang untuk memulangkan warganya sesegera mungkin.
"Saya bilang kepada Wang bahwa jika ada sesuatu yang Jepang bisa lakukan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit itu, kami siap menawarkan dukungan penuh," katanya kepada wartawan.
Baca juga: AS : Lima warga yang baru berkunjung ke Wuhan China terdiagnosa terjangkit virus corona
Wuhan, kota dengan penduduk 11 juta orang di China tengah, kini ditutup akses keluar masuknya menyusul berjangkitnya wabah mematikan virus corona yang muncul akhir tahun lalu. Angkutan umum, termasuk pesawat udara dan kereta api, ditangguhkan.
Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan sebelumnya pemerintah tengah bekerja bersama otoritas China untuk mengatur semua warga negara Jepang yang ingin kembali dari Wuhan, termasuk dengan penerbangan sewa. Motegi mengatakan belum ada jadwal yang ditetapkan.
Baca juga: China uji coba obat HIV untuk atasi virus corona baru
Reuters
Dalam keterangannya kepada wartawan seusai berbicara melalui telepon dengan Menlu China, Wang Yi, yang mengatakan kepadanya bahwa dia memaklumi keprihatinan dan hasrat Jepang untuk memulangkan warganya sesegera mungkin.
"Saya bilang kepada Wang bahwa jika ada sesuatu yang Jepang bisa lakukan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit itu, kami siap menawarkan dukungan penuh," katanya kepada wartawan.
Baca juga: AS : Lima warga yang baru berkunjung ke Wuhan China terdiagnosa terjangkit virus corona
Wuhan, kota dengan penduduk 11 juta orang di China tengah, kini ditutup akses keluar masuknya menyusul berjangkitnya wabah mematikan virus corona yang muncul akhir tahun lalu. Angkutan umum, termasuk pesawat udara dan kereta api, ditangguhkan.
Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan sebelumnya pemerintah tengah bekerja bersama otoritas China untuk mengatur semua warga negara Jepang yang ingin kembali dari Wuhan, termasuk dengan penerbangan sewa. Motegi mengatakan belum ada jadwal yang ditetapkan.
Baca juga: China uji coba obat HIV untuk atasi virus corona baru
Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nama novelis "Wuhan Diary" dihapus dari daftar Asosiasi Penulis China
19 December 2021 7:53 WIB, 2021
Peneliti China sebut COVID telah menyebar di AS sejak September 2019
24 September 2021 12:17 WIB, 2021
Sejumlah warga Kota Bandarlampung keluhkan sulit mendapatkan vaksinasi COVID-19
22 July 2021 15:56 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB