Lagi, seorang warga Muara Enim dilaporkan tewas diduga diserang harimau
Sabtu, 28 Desember 2019 18:59 WIB
Harimau sumatra. ANTARA/Pixabay
Palembang (ANTARA) - Seorang warga Desa Talang Tinggi, Kabupaten Muara Enim bernama Sulis (30) dilaporkan tewas diduga akibat serangan harimau, Sabtu dini hari.
Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Genman Suhefti Hasibuan, Sabtu siang, menyebutkan lokasi serangan di pemandian umum setempat.
"Sebanyak 14 tim kami bersama TNI/Polri sedang menuju ke sana untuk memeriksa lokasi dan kebenaran jenis binatang yang menyerang korban," kata Genman kepada ANTARA.
Menurut laporan diterimanya, pada hari Jumat (27/12) sekitar pukul 13.00 WIB korban menuju pemandian umum desa setempat. Namun, hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, kemudian ibu korban menyusul ke lokasi pemandian.
Sesampainya di pemandian, ibu korban tidak menemukan keberadaanya, lalu ibu korban melapor kepada warga desa, lantas warga segera mencari keberadaan korban.
Sekitar pukul 24.00 WIB warga menemukan tubuh korban sebagian dalam kondisi sudah terpisah dan penuh luka cabik. Korban pun segera dievakuasi ke desa.
"Kami masih menunggu informasi lanjutan dari pantauan tim di lapangan," kata Genman menambahkan.
Genman juga menjelaskan bahwa pada hari bersamaan sebelum laporan serangan diterima, timnya telah menyosialisasikan dan memasang satu unit perangkap kotak (box trap) dan empat unit kamera trap di Desa Muara Dua Kecamatan Dempo Laut pascalaporan ada warga yang melihat keberadaan harimau di perkebunan warga.
Namun, lanjut dia, penyerangan dilakukan oleh harimau masih harus dipastikan, termasuk lokasi serangan yang berada di kawasan hutan lindung atau di luarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Genman Suhefti Hasibuan, Sabtu siang, menyebutkan lokasi serangan di pemandian umum setempat.
"Sebanyak 14 tim kami bersama TNI/Polri sedang menuju ke sana untuk memeriksa lokasi dan kebenaran jenis binatang yang menyerang korban," kata Genman kepada ANTARA.
Menurut laporan diterimanya, pada hari Jumat (27/12) sekitar pukul 13.00 WIB korban menuju pemandian umum desa setempat. Namun, hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, kemudian ibu korban menyusul ke lokasi pemandian.
Sesampainya di pemandian, ibu korban tidak menemukan keberadaanya, lalu ibu korban melapor kepada warga desa, lantas warga segera mencari keberadaan korban.
Sekitar pukul 24.00 WIB warga menemukan tubuh korban sebagian dalam kondisi sudah terpisah dan penuh luka cabik. Korban pun segera dievakuasi ke desa.
"Kami masih menunggu informasi lanjutan dari pantauan tim di lapangan," kata Genman menambahkan.
Genman juga menjelaskan bahwa pada hari bersamaan sebelum laporan serangan diterima, timnya telah menyosialisasikan dan memasang satu unit perangkap kotak (box trap) dan empat unit kamera trap di Desa Muara Dua Kecamatan Dempo Laut pascalaporan ada warga yang melihat keberadaan harimau di perkebunan warga.
Namun, lanjut dia, penyerangan dilakukan oleh harimau masih harus dipastikan, termasuk lokasi serangan yang berada di kawasan hutan lindung atau di luarnya.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PGE Area Ulubelu bantu peningkatan akses jalan bagi warga Pekon Muara Dua dan Ngarip
20 October 2025 16:33 WIB
Pemkab Lamtim beri aset tanah di Muara Gading Mas sebagai calon ibu kota DOB Lampung Tenggara
17 February 2025 17:11 WIB, 2025
Itera dan Pemkab Muara Enim jalin kerja sama akselerasi pembangunan daerah
17 February 2025 8:32 WIB, 2025
Tim SAR temukan jasad balita terseret arus Sungai Musi sejauh 25 Km
17 September 2024 10:46 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Pemkot Jakarta Utara tangkap 493 kg ikan sapu-sapu guna Jaga ekosistem perairan
29 April 2026 8:59 WIB