Jakarta (ANTARA) - Direktur Lippo Group Adrian Suherman menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan juga perkembangan OVO sebagai perusahaan teknologi finansial e-money Indonesia.

Dukungan ini diberikan dalam menanggapi kabar Lippo yang telah menjual dua pertiga saham perusahaan dompet digital tersebut.

"Sejak awal kami percaya bahwa membesarkan OVO tentunya memerlukan mitra yang dapat melengkapi visi dan misi kami dalam perkembangan fintech e-money," kata Adrian dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.


Lippo pun membuka peluang bagi mitra lain untuk mendukung OVO. Lippo meyakini bahwa dengan mitra baru, OVO dapat tumbuh dan berkembang.

Menurut Adrian, dengan membawa mitra baru, OVO terus dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai pendiri OVO, Lippo tentunya akan selalu aktif mendukung dan menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

"Kami bangga dapat terus menjadi bagian dari sebuah usaha yang telah menjadi aspek penting dalam keseharian masyarakat Indonesia, dan akan terus mendukung program pemerintah, BI juga OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan negara," kata Adrian.

Baca juga: Lippo akan jual dua pertiga saham OVO

Sebelumnya, Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Riady menyebutkan bahwa pihaknya sebagai investor utama OVO menjual sebanyak dua pertiga saham dari perusahaan dompet digital tersebut.

"Bukan melepas, kita menjual sebagian. Sekarang (saham) kita mungkin tinggal 30 persen. Dua pertiganya kita jual," kata Mochtar Riady saat ditemui pada acara Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta, Kamis.

Mochtar menegaskan alasan Lippo Group sebagai pemegang saham utama OVO menjual dua pertiga kepemilikan saham tersebut karena tidak kuat memasok dana atau "bakar duit" dengan layanan gratis, diskon hingga cash back yang diberikan OVO.

Sejak mendapatkan lisensi uang elektronik (e-wallet) pada 2017, OVO telah aktif memberikan promosi diskon dan cash back untuk menjaring pengguna. OVO disebut-sebut menjadi penantang Gopay di pasar uang elektronik.

"Alasannya, terus bakar uang, bagaimana kita kuat," kata Mochtar.
 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024