Gerilyawan Taliban akan ditukar dengan tawanan Amerika, Australia
Rabu, 13 November 2019 15:14 WIB
Petugas kepolisian Afghanistan berjaga di sekitar lokasi kejadian bom mobil yang meledak di Kota Kabul, Afghanistan, Rabu (7/8/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj/aa.
Jakarta (ANTARA) - Afghanistan akan membebaskan dua komandan senior Taliban serta seorang pemimpin kelompok gerilya Haqqani untuk ditukar dengan satu warga Amerika Serikat dan satu warga Australia, menurut kantor Presiden Ashraf Ghani, Selasa (11/11).
Warga AS dan Australia itu, yang dua-duanya bekerja sebagai profesor, diculik pada 2016.
Pemerintah Afghanistan telah memutuskan untuk membebaskan komandan utama kelompok gerilyawan, Anas Haqqani, dan dua komandan Taliban lainnya dalam pertukaran tahanan.
Kesepakatan bertukar tahanan itu disebut-sebut bisa membuka jalan bagi perundingan perdamaian antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban.
Taliban menculik profesor Amerika dan Australia tersebut pada Agustus 2016 dari American University of Afghanistan di Kabul.
Sumber: Reuters
Warga AS dan Australia itu, yang dua-duanya bekerja sebagai profesor, diculik pada 2016.
Pemerintah Afghanistan telah memutuskan untuk membebaskan komandan utama kelompok gerilyawan, Anas Haqqani, dan dua komandan Taliban lainnya dalam pertukaran tahanan.
Kesepakatan bertukar tahanan itu disebut-sebut bisa membuka jalan bagi perundingan perdamaian antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban.
Taliban menculik profesor Amerika dan Australia tersebut pada Agustus 2016 dari American University of Afghanistan di Kabul.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita mahasiswa Unila dari Afghanistan ingin bawa perubahan melalui teknologi informasi
09 August 2025 19:53 WIB
FAO catat sebanyak 14,2 juta warga Afghanistan diperkirakan hadapi kerawanan pangan
01 June 2024 14:03 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB