Menkeu ingatkan perusahaan digital senantiasa waspada
Senin, 21 Oktober 2019 18:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyan Indrawati saat diskusi publik "Dampak Tokopedia bagi Perekonomian Indonesia" di Jakarta, Kamis (10/10/2019). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan perusahaan digital, yang kini tumbuh dengan pesat di Indonesia, selalu waspada dengan berbagai tekanan.
"Tentu, sukses dalam waktu cepat dan naik cepat, pasti ada konsekuensinya," katanya saat menjadi pembicara diskusi publik "Dampak Tokopedia bagi Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Kamis malam.
Menurut Menkeu, akses yang cepat tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkembang, tapi juga membuka peluang bagi pihak lain berbuat jelek, yang tentunya berkaitan dengan reputasi.
Untuk itu, ia meminta perusahaan digital termasuk Tokopedia untuk meningkatkan kemampuan memperbaiki mekanisme menjaga kualitas dan keamanan produk dan layanan.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan perusahaan digital juga diharapkan memperkuat fondasi tata kelola yang baik di tengah pertumbuhan yang semakin tinggi.
"Ini bukan masalah apa-apa, manajemen yang tumbuh cepat pasti akan menimbulkan tekanan," katanya.
Menkeu menyebutkan ekonomi digital di Indonesia tumbuh dan berkembang pesat di Tanah Air.
Ia menyebut berdasarkan statistik tahun 2019, pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan mencapai 40 miliar dolar AS dan potensi tahun 2025 bisa mencapai 130 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, kata dia, juga tumbuh cepat hingga 40 persen setiap tahun.
"Ini merupakan angka yang membuat kita semua iri, ekonomi secara umum saja tumbuh lima persen," katanya.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mengadakan riset terkait kinerja perusahaan teknologi Tokopedia.
Hasil riset menyebutkan perusahaan digital itu berkontribusi sebesar Rp170 triliun bagi ekonomi Indonesia tahun 2019 atau naik dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp58 triliun.
Baca juga: UI sebut Tokopedia berkontribusi Rp170 triliun kepada ekonomi Indonesia
Berdasarkan hasil riset LPEM UI tahun 2018, jumlah penjual melonjak dari sekitar lima juta pada tahun 2018 menjadi 6,4 juta pada September tahun 2019.
Selama tahun 2018, LPEM UI juga mencatat total nilai penjualan (GMV) perusahaan digital itu mencapai Rp73 triliun dan diestimasi melonjak hingga Rp222 triliun tahun 2019.
Jumlah itu setara dengan 1,5 persen ekonomi Indonesia.
"Sebagai perusahaan relatif sangat muda, pasti Tokopedia akan terus menghadapi berbagai macam kemungkinan potensi namun juga bisa saja dalam bentuk cobaan," kata Sri Mulyani.
Baca juga: Kemenkeu libatkan Bukalapak dan Tokopedia permudah setoran penerimaan negara
"Tentu, sukses dalam waktu cepat dan naik cepat, pasti ada konsekuensinya," katanya saat menjadi pembicara diskusi publik "Dampak Tokopedia bagi Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Kamis malam.
Menurut Menkeu, akses yang cepat tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkembang, tapi juga membuka peluang bagi pihak lain berbuat jelek, yang tentunya berkaitan dengan reputasi.
Untuk itu, ia meminta perusahaan digital termasuk Tokopedia untuk meningkatkan kemampuan memperbaiki mekanisme menjaga kualitas dan keamanan produk dan layanan.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan perusahaan digital juga diharapkan memperkuat fondasi tata kelola yang baik di tengah pertumbuhan yang semakin tinggi.
"Ini bukan masalah apa-apa, manajemen yang tumbuh cepat pasti akan menimbulkan tekanan," katanya.
Menkeu menyebutkan ekonomi digital di Indonesia tumbuh dan berkembang pesat di Tanah Air.
Ia menyebut berdasarkan statistik tahun 2019, pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan mencapai 40 miliar dolar AS dan potensi tahun 2025 bisa mencapai 130 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, kata dia, juga tumbuh cepat hingga 40 persen setiap tahun.
"Ini merupakan angka yang membuat kita semua iri, ekonomi secara umum saja tumbuh lima persen," katanya.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mengadakan riset terkait kinerja perusahaan teknologi Tokopedia.
Hasil riset menyebutkan perusahaan digital itu berkontribusi sebesar Rp170 triliun bagi ekonomi Indonesia tahun 2019 atau naik dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp58 triliun.
Baca juga: UI sebut Tokopedia berkontribusi Rp170 triliun kepada ekonomi Indonesia
Berdasarkan hasil riset LPEM UI tahun 2018, jumlah penjual melonjak dari sekitar lima juta pada tahun 2018 menjadi 6,4 juta pada September tahun 2019.
Selama tahun 2018, LPEM UI juga mencatat total nilai penjualan (GMV) perusahaan digital itu mencapai Rp73 triliun dan diestimasi melonjak hingga Rp222 triliun tahun 2019.
Jumlah itu setara dengan 1,5 persen ekonomi Indonesia.
"Sebagai perusahaan relatif sangat muda, pasti Tokopedia akan terus menghadapi berbagai macam kemungkinan potensi namun juga bisa saja dalam bentuk cobaan," kata Sri Mulyani.
Baca juga: Kemenkeu libatkan Bukalapak dan Tokopedia permudah setoran penerimaan negara
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK sebut scam merupakan "anak haram" dari digitalisasi transaksi keuangan
23 January 2026 19:11 WIB
Giatkan inklusi keuangan digital, Bank Raya dorong optimalisasi program loyalitas pelanggan
16 January 2026 17:51 WIB
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021