Empat ikon pariwisata Sulut masuk dalam "100 National Calendar of Events"
Kamis, 17 Oktober 2019 14:09 WIB
Salah satu peserta parade menggunakan kostum bermotif bunga pada pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF). TIFF kemudian menjadi salah ikon pariwisata Sulut dari empat iven besar yang dimasukkan Kementerian Pariwisata dalam "100 Calendar of Events" tahun 2020. (1)
Manado (ANTARA) - Empat ikon pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) masuk dalam "100 National Calendar of Events" (CoE) 2020 yang baru saja diluncurkan Kementerian Pariwisata.
"Empat ikon tersebut yaitu Tomohon International Flower Festival (TIFF), Festival Pesona Bunaken, Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) dan Manado Fiesta," ujar Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Judhistira Siwu di Manado, Kamis.
Baca juga: Menpar inginkan pembangunan atraksi wisata di Likupang Sulut dipercepat
Pada 2019, sebut Judhistira, Kementerian Pariwisata memasukkan tiga ikon besar pariwisata provinsi ujung utara Sulawesi itu, keberhasilan ini karena didukung kerja keras dan kerja bersama semua pemangku kepentingan di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang menambahkan, keberhasilan yang diraih ini tidak lepas dari komitmen Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dan pemangku kepentingan terkait memajukan sektor pariwisata.
Selanjutnya, Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel berujar, kesuksesan ini harus dijadikan motivasi bagi daerah-daerah lain menyelenggarakan event.
"Dengan kerja keras seluruh elemen dan komitmen yang kuat dari kepala daerah, kami optimistis ke depan event di daerah lain dapat semakin baik dan berhasil," sebutnya.
Baca juga: Kehadiran kawanan Duyung di pinggir pantai Sangihe dijadikan objek wisata
Penetapan "CoE Wonderful Indonesia" berawal dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat "Sail Tomini" 2015 , di mana diharapkan penyelenggaraan event di Indonesia mempunyai standar nasional dan internasional baik dari segi koreografi, arrangement music, maupun penataan kostum atau busana.
CoE Wonderful Indonesia pertama kali dibukukan dan dibuat 2017, namun saat itu belum menggunakan kurator dalam pemilihan event.
Kemenpar hanya meminta usulan "top three events" dari masing-masing provinsi, dan kemudian tahun berikutnya 2018 hingga sekarang penentuan CoE wajib menggunakan kriteria 3C (Cultural/Creative Values; Commercial and Communication Values, serta CEO Commitment) dan dikurasi oleh para kurator profesional di bidangnya.
Ratusan event pariwisata yang diusulkan daerah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia kemudian dikurasi oleh tim kurator Kemenpar untuk ditetapkan sebagai "100 CoE Wonderful Indonesia 2020", termasuk di dalamnya menetapkan "Top-10 CoE 2020".
Keseluruhan event yang masuk dalam "CoE 2020" akan mendapatkan pendampingan dan dukungan promosi media (pre, on, dan post), serta dukungan penyelenggaraan oleh Kemenpar agar memiliki nilai jual serta lebih menarik bagi wisatawan.
"Empat ikon tersebut yaitu Tomohon International Flower Festival (TIFF), Festival Pesona Bunaken, Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) dan Manado Fiesta," ujar Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Judhistira Siwu di Manado, Kamis.
Baca juga: Menpar inginkan pembangunan atraksi wisata di Likupang Sulut dipercepat
Pada 2019, sebut Judhistira, Kementerian Pariwisata memasukkan tiga ikon besar pariwisata provinsi ujung utara Sulawesi itu, keberhasilan ini karena didukung kerja keras dan kerja bersama semua pemangku kepentingan di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang menambahkan, keberhasilan yang diraih ini tidak lepas dari komitmen Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dan pemangku kepentingan terkait memajukan sektor pariwisata.
Selanjutnya, Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel berujar, kesuksesan ini harus dijadikan motivasi bagi daerah-daerah lain menyelenggarakan event.
"Dengan kerja keras seluruh elemen dan komitmen yang kuat dari kepala daerah, kami optimistis ke depan event di daerah lain dapat semakin baik dan berhasil," sebutnya.
Baca juga: Kehadiran kawanan Duyung di pinggir pantai Sangihe dijadikan objek wisata
Penetapan "CoE Wonderful Indonesia" berawal dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat "Sail Tomini" 2015 , di mana diharapkan penyelenggaraan event di Indonesia mempunyai standar nasional dan internasional baik dari segi koreografi, arrangement music, maupun penataan kostum atau busana.
CoE Wonderful Indonesia pertama kali dibukukan dan dibuat 2017, namun saat itu belum menggunakan kurator dalam pemilihan event.
Kemenpar hanya meminta usulan "top three events" dari masing-masing provinsi, dan kemudian tahun berikutnya 2018 hingga sekarang penentuan CoE wajib menggunakan kriteria 3C (Cultural/Creative Values; Commercial and Communication Values, serta CEO Commitment) dan dikurasi oleh para kurator profesional di bidangnya.
Ratusan event pariwisata yang diusulkan daerah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia kemudian dikurasi oleh tim kurator Kemenpar untuk ditetapkan sebagai "100 CoE Wonderful Indonesia 2020", termasuk di dalamnya menetapkan "Top-10 CoE 2020".
Keseluruhan event yang masuk dalam "CoE 2020" akan mendapatkan pendampingan dan dukungan promosi media (pre, on, dan post), serta dukungan penyelenggaraan oleh Kemenpar agar memiliki nilai jual serta lebih menarik bagi wisatawan.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapal Basarnas KN SAR Bima Sena evakuasi 109 korban erupsi Gunung Ruang Sulut
01 May 2024 11:17 WIB, 2024
Dompet Dhuafa Sulut bantu penanganan warga terdampak erupsi Gunung Ruang
25 April 2024 8:30 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022