BI perkirakan ekonomi Lampung masih bisa tumbuh tinggi
Sabtu, 5 Oktober 2019 12:35 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan (nomor dua kanan) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)
Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung menyebutkan pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi daerah setempat masih akan tumbuh cukup tinggi dengan kisaran 5,2 persen-5,6 persen (year on year).
"Dengan potensi bias ke atas hingga beberapa basis poin dari capaian triwulan sebelumnya. Konsumsi swasta diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, ditopang faktor musiman perayaan hari besar keagamaan dan menjelang tahun baru," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan pendorong pertumbuhan lainnya diperkirakan bersumber dari meningkatnya kinerja sektor perdagangan besar-eceran dan penyedia akomodasi makanan dan minuman di tengah peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, lanjut dia, telah berlalunya siklus produksi optimal komoditas perkebunan seperti kopi, tebu, dan nanas, memasuki musim akhir kemarau diperkirakan menjadi faktor yang sedikit menghambat kinerja sektor pertanian, juga sektor industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan.
Baca juga: Ekonomi Lampung tumbuh 5,62 persen
Menurut dia, secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2018 dengan dukungan yang cukup solid dari konsumsi swasta dan investasi.
Sedangkan secara sektoral, jelas dia, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan bertumpu pada dua sektor utamanya yakni industri pengolahan dan perdagangan.
Sektor konstruksi diperkirakan masih tumbuh kuat, meski lajunya relatif moderat dibandingkan dengan tahun 2018 seiring dengan telah selesainya sebagian pembangunan infrastruktur di Lampung.
Baca juga: Menteri : Tol Trans Sumatera harus penggerak perekonomian
"Dengan potensi bias ke atas hingga beberapa basis poin dari capaian triwulan sebelumnya. Konsumsi swasta diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, ditopang faktor musiman perayaan hari besar keagamaan dan menjelang tahun baru," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan pendorong pertumbuhan lainnya diperkirakan bersumber dari meningkatnya kinerja sektor perdagangan besar-eceran dan penyedia akomodasi makanan dan minuman di tengah peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, lanjut dia, telah berlalunya siklus produksi optimal komoditas perkebunan seperti kopi, tebu, dan nanas, memasuki musim akhir kemarau diperkirakan menjadi faktor yang sedikit menghambat kinerja sektor pertanian, juga sektor industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan.
Baca juga: Ekonomi Lampung tumbuh 5,62 persen
Menurut dia, secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2018 dengan dukungan yang cukup solid dari konsumsi swasta dan investasi.
Sedangkan secara sektoral, jelas dia, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan bertumpu pada dua sektor utamanya yakni industri pengolahan dan perdagangan.
Sektor konstruksi diperkirakan masih tumbuh kuat, meski lajunya relatif moderat dibandingkan dengan tahun 2018 seiring dengan telah selesainya sebagian pembangunan infrastruktur di Lampung.
Baca juga: Menteri : Tol Trans Sumatera harus penggerak perekonomian
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatih Borneo sebut perubahan permainan di babak kedua jadi kunci kemenangan
07 February 2026 20:18 WIB
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021