Aksi mujahid tetap berlangsung
Sabtu, 28 September 2019 8:49 WIB
Massa dari Persaudaraan Alumni 212. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)
Jakarta (ANTARA) - Panitia aksi "Mujahid 212 Selamatkan NKRI" Budi Setiawan menyebut pelaksanaan aksi tersebut tetap berlangsung meskipun ada selebaran yang menyatakan acara itu diundur.
"Tidak benar, acara tetap berlangsung. Tidak diundur," ujar Budi di Jakarta, Sabtu.
Dia menambahkan ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan acara tersebut batal diselenggarakan.
Ketua Panitia Edy Mulyadi mengemukakan massa yang berasal dari Jabodetabek akan berkumpul di Bundaran HI sebelum berjalan menuju Istana Merdeka. Aksi dimulai pukul 08:00 WIB.
"Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," ajak Edy.
Edy menjelaskan umat Islam ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik. Hal yang menjadi dasar pertimbangan perubahan tersebut antara lain, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.
Kemudian, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik.
Selanjutnya, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.
Kemudian, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh Pemerintah, telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan.
"Tidak benar, acara tetap berlangsung. Tidak diundur," ujar Budi di Jakarta, Sabtu.
Dia menambahkan ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan acara tersebut batal diselenggarakan.
Ketua Panitia Edy Mulyadi mengemukakan massa yang berasal dari Jabodetabek akan berkumpul di Bundaran HI sebelum berjalan menuju Istana Merdeka. Aksi dimulai pukul 08:00 WIB.
"Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," ajak Edy.
Edy menjelaskan umat Islam ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik. Hal yang menjadi dasar pertimbangan perubahan tersebut antara lain, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.
Kemudian, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik.
Selanjutnya, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.
Kemudian, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh Pemerintah, telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan.
Pewarta : Indriani
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga sebut pemukulan Ninoy Karundeng bukan di dalam Masjid Al Falah
09 October 2019 19:18 WIB, 2019
Amag dan Dompet Dhuafa distribusikan bantuan paket sembako kepada penyintas gempa NTT
25 September 2026 13:23 WIB
Kabut asap menyelimuti, Dompet Dhuafa hadirkan Safe School di SMPN 9 Sampit
20 September 2026 7:09 WIB
SAR gabungan perluas area pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda
14 September 2026 13:08 WIB
Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulsel salurkan 75.000 liter air bersih di Sigi
26 August 2026 19:57 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Amag dan Dompet Dhuafa distribusikan bantuan paket sembako kepada penyintas gempa NTT
25 September 2026 13:23 WIB
Kabut asap menyelimuti, Dompet Dhuafa hadirkan Safe School di SMPN 9 Sampit
20 September 2026 7:09 WIB
SAR gabungan perluas area pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda
14 September 2026 13:08 WIB
Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulsel salurkan 75.000 liter air bersih di Sigi
26 August 2026 19:57 WIB