Suku bunga acuan diturunkan, sektor konsumsi bakal terdongkrak
Sabtu, 21 September 2019 5:59 WIB
Kawasan Kantor Pusat Bank Indonesia (ANTARA News/Dewa Wiguna)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) akan mendongkrak kinerja sektor konsumsi dan kredit modal kerja, karena banyaknya permintaan menjelang momen akhir tahun.
"Momentum Natal dan libur akhir tahun biasanya permintaan naik dan ini akan menstimulus kinerja ekonomi. Pada saat seperti itu upayanya dilakukan mulai dari sekarang," katanya di Jakarta, Jumat.
Wakil Direktur INDEF itu menambahkan penurunan suku bunga acuan akan lebih banyak mendorong sektor-sektor yang perputaran ekonominya berlangsung cepat seperti konsumsi dan modal kerja untuk perdagangan.
Ketika kinerja sektor itu meningkat, lanjut dia, maka akan turut menggairahkan pertumbuhan sektor riil yang biasanya akan terlihat sekitar tiga bulan setelah kebijakan moneter itu dikeluarkan.
Baca juga: Bank Indonesia kembali pangkas suku bunga acuan
Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia itu menilai keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sangat tepat saat ruang penurunan suku bunga masih terbuka.
Ia optimistis suku bunga acuan masih bisa diturunkan kembali hingga akhir tahun ini, karena tren saat ini menurun termasuk dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang menurunkan suku bunga acuannya.
Meski begitu, lanjut dia, Bank Indonesia juga perlu menjaga inflasi apabila suku bunga acuan ingin diturunkan kembali, terutama saat akhir tahun yang biasanya diwarnai permintaan sehingga berpotensi mendorong peningkatan inflasi.
Sebelumnya, pada Rapat Dewan Gubernur periode 18-19 September 2019 di Jakarta, Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 5,25 persen.
Keputusan BI menurunkan suku bunga acuan ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun sejak Juli 2019.
Langkah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah keyakinan bank sentral bahwa imbal hasil instrumen keuangan domestik tetap menarik dan inflasi yang tetap terjaga.
Baca juga: Di Tokyo Gubernur BI yakinkan investor Jepang untuk investasi
"Momentum Natal dan libur akhir tahun biasanya permintaan naik dan ini akan menstimulus kinerja ekonomi. Pada saat seperti itu upayanya dilakukan mulai dari sekarang," katanya di Jakarta, Jumat.
Wakil Direktur INDEF itu menambahkan penurunan suku bunga acuan akan lebih banyak mendorong sektor-sektor yang perputaran ekonominya berlangsung cepat seperti konsumsi dan modal kerja untuk perdagangan.
Ketika kinerja sektor itu meningkat, lanjut dia, maka akan turut menggairahkan pertumbuhan sektor riil yang biasanya akan terlihat sekitar tiga bulan setelah kebijakan moneter itu dikeluarkan.
Baca juga: Bank Indonesia kembali pangkas suku bunga acuan
Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia itu menilai keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sangat tepat saat ruang penurunan suku bunga masih terbuka.
Ia optimistis suku bunga acuan masih bisa diturunkan kembali hingga akhir tahun ini, karena tren saat ini menurun termasuk dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang menurunkan suku bunga acuannya.
Meski begitu, lanjut dia, Bank Indonesia juga perlu menjaga inflasi apabila suku bunga acuan ingin diturunkan kembali, terutama saat akhir tahun yang biasanya diwarnai permintaan sehingga berpotensi mendorong peningkatan inflasi.
Sebelumnya, pada Rapat Dewan Gubernur periode 18-19 September 2019 di Jakarta, Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 5,25 persen.
Keputusan BI menurunkan suku bunga acuan ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun sejak Juli 2019.
Langkah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah keyakinan bank sentral bahwa imbal hasil instrumen keuangan domestik tetap menarik dan inflasi yang tetap terjaga.
Baca juga: Di Tokyo Gubernur BI yakinkan investor Jepang untuk investasi
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021