Warga Kota Banjarmasin gencarkan wisata susur sungai
Jumat, 6 September 2019 5:36 WIB
Sejumlah warga menaiki perahu bermesin (kelotok) untuk menyusuri Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/6/2019). .ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.
Banjarmasin (ANTARA) - Masyarakat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggencarkan wisata susur sungai yang saling menghubungkan seluruh wilayah Banjarmasin Utara sambil mengunjungi makam dan masjid peninggalan Raja Banjar pertama, Sulthan Suriansyah.
Menurut Camat Banjarmasin Utara Apiluddin di Banjarmasin, Kamis, objek wisata pasar terapung yang sudah terkenal itu hanya sebagian dari objek wisata susur sungai yang ada di Banjarmasin.
Menurut dia, banyak lokasi yang bernilai wisata yang bisa ditemui saat melakukan wisata susur sungai di Banjarmasin Utara, salah satunya makam dan masjid peninggalan Raja Banjar pertama, Sulthan Suriansyah.
"Jadi kalau berwisata susur sungai di daerah Banjarmasin Utara ini, semua wilayah kelurahan terhubung, bisa menikmati pemandangan unik yang macam-macam didapat wisatawan," tuturnya.
Ikon pariwisata Kota Banjarmasin adalah objek wisata sungai Martapura, yang di antaranya wisata susur sungai dengan menggunakan perahu kelotok, atau kapal kecil yang memuat maksimal 15 orang.
Wisata susur sungai menampilkan pemandangan budaya warga Banjarmasin yang unik yang tinggal di bantaran sungai dengan ragam aktivitas kesehariannya, termasuk aktivitas pasar terapung, objek wisata yang sudah mendunia.
Objek wisata pasar terapung atau aktivitas jual beli menggunakan sampan oleh ibu-ibu sudah berlangsung ratusan tahun di wilayah Banjarmasin Utara tepatnya di wilayah Kelurahan Kuin Utara, katanya.
Apiluddin mengatakan, daerahnya terus mengembangkan titik-titik wisata, misalnya di Kelurahan Sungai Andai, yang di sana dikembangkan wisata desa "seribu wajah".
"Ada pula wisata alam di desa Biuku, dijamin menarik dikunjungi, bisa lewat wisata susur sungai," ujar Apiluddin.
Menurut dia, pengembangan wisata susur sungai memang yang sangat berpotensial untuk dimajukan di daerah ini.
Karenanya, kata Apiluddin, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ini, selain membuat objek wisata alam.
"Kita juga tertarik untuk mengembangkan agrowisata, sebab masih banyak lahan kosong di daerah Banjarmasin Utara ini," ujarnya.
Kunjungan wisata di Kota Banjarmasin, khususnya di objek wisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piere Tendean yang menampilkan pasar terapung buatan dan patung bekantan raksasa, serta menjadi titik perjalanan susur sungai dikunjungi 6.000 orang lebih setiap pekannya.
Menurut Camat Banjarmasin Utara Apiluddin di Banjarmasin, Kamis, objek wisata pasar terapung yang sudah terkenal itu hanya sebagian dari objek wisata susur sungai yang ada di Banjarmasin.
Menurut dia, banyak lokasi yang bernilai wisata yang bisa ditemui saat melakukan wisata susur sungai di Banjarmasin Utara, salah satunya makam dan masjid peninggalan Raja Banjar pertama, Sulthan Suriansyah.
"Jadi kalau berwisata susur sungai di daerah Banjarmasin Utara ini, semua wilayah kelurahan terhubung, bisa menikmati pemandangan unik yang macam-macam didapat wisatawan," tuturnya.
Ikon pariwisata Kota Banjarmasin adalah objek wisata sungai Martapura, yang di antaranya wisata susur sungai dengan menggunakan perahu kelotok, atau kapal kecil yang memuat maksimal 15 orang.
Wisata susur sungai menampilkan pemandangan budaya warga Banjarmasin yang unik yang tinggal di bantaran sungai dengan ragam aktivitas kesehariannya, termasuk aktivitas pasar terapung, objek wisata yang sudah mendunia.
Objek wisata pasar terapung atau aktivitas jual beli menggunakan sampan oleh ibu-ibu sudah berlangsung ratusan tahun di wilayah Banjarmasin Utara tepatnya di wilayah Kelurahan Kuin Utara, katanya.
Apiluddin mengatakan, daerahnya terus mengembangkan titik-titik wisata, misalnya di Kelurahan Sungai Andai, yang di sana dikembangkan wisata desa "seribu wajah".
"Ada pula wisata alam di desa Biuku, dijamin menarik dikunjungi, bisa lewat wisata susur sungai," ujar Apiluddin.
Menurut dia, pengembangan wisata susur sungai memang yang sangat berpotensial untuk dimajukan di daerah ini.
Karenanya, kata Apiluddin, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ini, selain membuat objek wisata alam.
"Kita juga tertarik untuk mengembangkan agrowisata, sebab masih banyak lahan kosong di daerah Banjarmasin Utara ini," ujarnya.
Kunjungan wisata di Kota Banjarmasin, khususnya di objek wisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piere Tendean yang menampilkan pasar terapung buatan dan patung bekantan raksasa, serta menjadi titik perjalanan susur sungai dikunjungi 6.000 orang lebih setiap pekannya.
Pewarta : Sukarli
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sapon, Meli, Badu, Alma, Jo, Sandi nama gajah patroli Way Kambas penjaga Desa Harjosari
23 December 2020 22:40 WIB, 2020
Pemkot Banjarmasin buka wisata susur Sungai Martapura dengan protokol kesehatan ketat
06 December 2020 5:49 WIB, 2020
Peneliti Puslitbang Hutan KLHK kembangkan wisata susur air 'lorong hitam' di Pulang Pisau
25 November 2020 6:25 WIB, 2020
Wisata susur Sungai Mentaya di Sampit, Kalteng jadi favorit warga saat pandemi COVID-19
28 June 2020 17:49 WIB, 2020
Susur sungai gunakan perahu berpotensi jadi wisata favorit di Barito Timur
16 March 2020 6:07 WIB, 2020
Setelah insiden susur sungai, puluhan agenda desa wisata di Kabupaten Sleman dibatalkan
15 March 2020 20:15 WIB, 2020
Selama musim hujan, Forkom Deswita Kabupaten Sleman minta pengelola cari alternatif pengganti susur sungai
29 February 2020 9:02 WIB, 2020
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022