Baznas dan UNDP membangun desa agrowisata di Jambi
Senin, 2 September 2019 23:58 WIB
Baznas (baznas.or.id)
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Organisasi PBB untuk Pembangunan Dunia (UNDP) membangun Desa Agrowisata di Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, Jambi yang diresmikan Senin.
Dalam siaran pers terkait program tersebut, Baznas juga menggandeng Bank Jambi dan pemerintah Provinsi Jambi.
"Di lokasi ini, Baznas melakukan pemberdayaan peternakan kambing dan domba, pengembangan kerajinan tangan tradisional dari daun pandan, pengembangan agrowisata Bukit Tempurung dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," kata Anggota Baznas Nana Mintarti.
Hadir juga dalam peresmian di antaranya Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Irfan Syauqi Beik, Wakil UNDP Representatif Indonesia Sophie Kemkhadze dan Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri.
Desa Lubuk Bangkar terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan agrowisata tersebut menawarkan pemandangan indah perkebunan kopi dan ladang sayuran yang menghiasi perbukitan hijau. Dipadu dengan potensi yang dimiliki desa tersebut berbagai kegiatan baru tersebut disiapkan untuk lebih menarik pengunjung.
Nana mengatakan pengembangan Agrowisata Desa Lubuk Bangkar menitikberatkan pada program andalan berupa pemberdayaan petani kopi melalui budidaya dan pengembangan produk olahan pascapanen.
Masyarakat juga menerima pendampingan dan pengembangan budidaya perkebunan karet dan penanganan produksi.
Desa Lubuk Bangkar, kata dia, menjadi lokasi program komprehensif dari seluruh program penyaluran zakat yang dilaksanakan Baznas, meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan sosial serta dakwah.
Dia mengatakan dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan para muzaki Baznas sebelumnya telah diwujudkan dalam pembangunan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 60 KW yang dinikmati manfaatnya oleh dua ribu warga.
Dengan tersedianya listrik di desa Lubuk Bangkar, kata dia, Baznas kemudian mendorong produktivitas masyarakat dengan mengembangkan program di bidang pertanian, perikanan, UMKM dan pengolahan kopi.
"Terima kasih untuk dukungan dari Bank Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi dan UNDP sehingga program pengembangan potensi Desa Lubuk Bangkar ini dapat terus berkelanjutan. Peran serta masyarakat Lubuk Bangkar juga menjadi kunci pelaksanaan program yang ideal," katanya.
Dalam siaran pers terkait program tersebut, Baznas juga menggandeng Bank Jambi dan pemerintah Provinsi Jambi.
"Di lokasi ini, Baznas melakukan pemberdayaan peternakan kambing dan domba, pengembangan kerajinan tangan tradisional dari daun pandan, pengembangan agrowisata Bukit Tempurung dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," kata Anggota Baznas Nana Mintarti.
Hadir juga dalam peresmian di antaranya Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Irfan Syauqi Beik, Wakil UNDP Representatif Indonesia Sophie Kemkhadze dan Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri.
Desa Lubuk Bangkar terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan agrowisata tersebut menawarkan pemandangan indah perkebunan kopi dan ladang sayuran yang menghiasi perbukitan hijau. Dipadu dengan potensi yang dimiliki desa tersebut berbagai kegiatan baru tersebut disiapkan untuk lebih menarik pengunjung.
Nana mengatakan pengembangan Agrowisata Desa Lubuk Bangkar menitikberatkan pada program andalan berupa pemberdayaan petani kopi melalui budidaya dan pengembangan produk olahan pascapanen.
Masyarakat juga menerima pendampingan dan pengembangan budidaya perkebunan karet dan penanganan produksi.
Desa Lubuk Bangkar, kata dia, menjadi lokasi program komprehensif dari seluruh program penyaluran zakat yang dilaksanakan Baznas, meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan sosial serta dakwah.
Dia mengatakan dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan para muzaki Baznas sebelumnya telah diwujudkan dalam pembangunan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 60 KW yang dinikmati manfaatnya oleh dua ribu warga.
Dengan tersedianya listrik di desa Lubuk Bangkar, kata dia, Baznas kemudian mendorong produktivitas masyarakat dengan mengembangkan program di bidang pertanian, perikanan, UMKM dan pengolahan kopi.
"Terima kasih untuk dukungan dari Bank Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi dan UNDP sehingga program pengembangan potensi Desa Lubuk Bangkar ini dapat terus berkelanjutan. Peran serta masyarakat Lubuk Bangkar juga menjadi kunci pelaksanaan program yang ideal," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Lamtim berterima kasih kepada Presiden atas pembangunan Jembatan Way Bungur
05 February 2026 23:42 WIB
Mahasiswa KKN Itera ubah air payau jadi layak konsumsi di Desa Sukorahayu
03 February 2026 16:31 WIB
Tanggapi video viral, Bupati Lamtim pastikan Jembatan Merah Putih segera dibangun
01 February 2026 21:56 WIB
Wagub Lampung sebut Desa Industri dapat diintergrasikan dengan Desaku Maju
30 January 2026 20:01 WIB
KLHK evaluasi menyeluruh penanganan konflik gajah liar Way Kambas dengan masyarakat
13 January 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022