Pakar: Perangkat IoT yang paling rawan terhadap "malware"
Kamis, 25 Juli 2019 4:34 WIB
Wakil Presiden Analisa dan Strategi Fortinet Jonathan Nguyen-Duy (tengah), Wakil Presiden Senior Teknik Sistem Global Fortinet Filippo Cassini (kanan), dan Manajer Fortinet Indonesia Edwin Lim (kiri) selepas temu media di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/07/2019). (Antara/Imam Santoso)
Nusa Dua (ANTARA) - Peralatan elektronika yang terhubung dengan jaringan Internet (Internet of Things/IoT) sangat rawan terhadap serangan siber malware (perangkat lunak perusak) karena berpotensi merusak fungsi sehingga tidak dapat dipulihkan.
"Jika perangkat IoT untuk membuat rumah pintar (smart home) seperti home reuter, lemari es yang terhubung Internet, televisi pintar, ataupun pendingin udara terserang malware, perangkat-perangkat itu akan terus terserang karena basis sistem operasionalnya susah untuk diperbarui," kata Wakil Presiden Senior Teknik Sistem Global Fortinet Filippo Cassini dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Cassini mengatakan serangan malware terhadap perangkat-perangkat IoT seringkali membidik program-program yang saling terhubung melalui Internet (bot net) untuk kembali menyebarkan malware bahkan ransomware.
"Orang-orang jahat (pelaku serangan siber) selalu berusaha mengembangkan teknik untuk melakukan tindakan (serangan) mereka secara sembunyi-sembunyi dan tidak tampak dengan pengamanan biasa," kata Cassini.
Sementara, Wakil Presiden Analisa dan Strategi Fortinet Jonathan Nguyen-Duy mengatakan sikap paling dibutuhkan para pelaku keamanan jaringan terhadap serangan siber adalah mewaspadai dan mencegah serangan serta bagaimana pemulihan pasca-terkena serangan.
"Sebenarnya, keamanan siber itu tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan secara menyeluruh hingga tingkat negara karena pola-pola serangan saat ini sudah dalam skala yang besar dan kecepatan tinggi," ujar Jonathan.
Teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), menurut Jonathan, dapat membantu para pelaku keamanan jaringan untuk mencegah dan menganalisa potensi serangan siber, serta melakukan pemulihan.
"Kita harus kembali ke catatan aktivitas program (logfile) untuk menganalisa apa yang terjadi, apa yang akan terjadi, dan bagaimana merekonstruksi sistem jaringan dan perangkat yang telah terkena serangan siber," kata Jonathan.
"Jika perangkat IoT untuk membuat rumah pintar (smart home) seperti home reuter, lemari es yang terhubung Internet, televisi pintar, ataupun pendingin udara terserang malware, perangkat-perangkat itu akan terus terserang karena basis sistem operasionalnya susah untuk diperbarui," kata Wakil Presiden Senior Teknik Sistem Global Fortinet Filippo Cassini dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Cassini mengatakan serangan malware terhadap perangkat-perangkat IoT seringkali membidik program-program yang saling terhubung melalui Internet (bot net) untuk kembali menyebarkan malware bahkan ransomware.
"Orang-orang jahat (pelaku serangan siber) selalu berusaha mengembangkan teknik untuk melakukan tindakan (serangan) mereka secara sembunyi-sembunyi dan tidak tampak dengan pengamanan biasa," kata Cassini.
Sementara, Wakil Presiden Analisa dan Strategi Fortinet Jonathan Nguyen-Duy mengatakan sikap paling dibutuhkan para pelaku keamanan jaringan terhadap serangan siber adalah mewaspadai dan mencegah serangan serta bagaimana pemulihan pasca-terkena serangan.
"Sebenarnya, keamanan siber itu tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan secara menyeluruh hingga tingkat negara karena pola-pola serangan saat ini sudah dalam skala yang besar dan kecepatan tinggi," ujar Jonathan.
Teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), menurut Jonathan, dapat membantu para pelaku keamanan jaringan untuk mencegah dan menganalisa potensi serangan siber, serta melakukan pemulihan.
"Kita harus kembali ke catatan aktivitas program (logfile) untuk menganalisa apa yang terjadi, apa yang akan terjadi, dan bagaimana merekonstruksi sistem jaringan dan perangkat yang telah terkena serangan siber," kata Jonathan.
Pewarta : Imam Santoso
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IIB Darmajaya hadirkan pakar internasional kaji strategi penanggulangan kejahatan siber di Indonesia
13 November 2024 7:59 WIB, 2024
Unila gelar Workshop Keamanan Siber cegah konten negatif di lingkungan kampus
22 October 2024 10:05 WIB, 2024
Serangan siber ganggu Wi-Fi di stasiun Inggris sebar pesan Islamofobia
26 September 2024 21:17 WIB, 2024
Kemenkominfo gandeng Indosat bakal latih 1 juta talenta soal keamanan siber
12 September 2024 19:03 WIB, 2024
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB