Go-Pay paling banyak digunakan kaum milenial
Kamis, 11 Juli 2019 20:20 WIB
Ovo dan GoPay. (Kawanpendi)
Jakarta (ANTARA) - Alvara Research Center merilis hasil survei yang menunjukkan Go-Pay milik GoJek menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial di Indonesia.
"Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden," kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.
Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.
Jumlah sampel dalam survei yang dilakukan pada 3-20 April 2019 itu adalah 1.204 responden dengan margin of error 2,89 persen.
Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden.
Layanan Dana dan LinkAja berturut-turut menempati urutan ketiga dan keempat. Hasil survei mencatat Dana dan LinkAja dimanfaatkan oleh 8,5 persen dan 0,3 persen responden.
Survei Alvara juga menyimpulkan bahwa platform GoJek di dua kategori e-commerce lainnya unggul dibanding layanan dompet digital lain. Dua kategori yang dimaksud adalah layanan transportasi online atau panggilan kendaraan dan pengantaran makanan (food delivery).
Hasil survei tersebut menunjukkan 70,4 persen responden menggunakan layanan transportasi online GoJek. Sedangkan layanan serupa milik Grab hanya digunakan oleh 45,7 persen responden.
Pada layanan pengantaran makanan, Go-Food digunakan oleh 71,7 persen responden. Sedangkan Grab Food digunakan oleh 39,9 persen responden.
Hasanuddin mengatakan GoJek lebih ungggul dibanding dompet digital lain karena memiliki layanan yang terintegrasi dengan fasilitas pembayaran di bawah satu bendera.
"Kami melihat GoJek memiliki keunggulan khusus dibanding yang lain, yaitu secara ekosistem dan layanan sudah terintegrasi," ujar Hasanuddin.
Selain itu, tiga produk jasa GoJek juga unggul karena berstatus sebagai salah satu pelopor dalam kategori layanan itu.
Meski demikian, GoJek dan Grab tidak memiliki banyak perbedaan dari aspek jumlah pengguna. Faktor layanan Grab yang tidak terintegrasi diduga mempengaruhi pilihan konsumen untuk menggunakan layanan dompet digital OVO.Baca juga: Bayar Tagihan Gas Bumi PGN Bisa Pakai Go-Pay
"Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden," kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.
Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.
Jumlah sampel dalam survei yang dilakukan pada 3-20 April 2019 itu adalah 1.204 responden dengan margin of error 2,89 persen.
Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden.
Layanan Dana dan LinkAja berturut-turut menempati urutan ketiga dan keempat. Hasil survei mencatat Dana dan LinkAja dimanfaatkan oleh 8,5 persen dan 0,3 persen responden.
Survei Alvara juga menyimpulkan bahwa platform GoJek di dua kategori e-commerce lainnya unggul dibanding layanan dompet digital lain. Dua kategori yang dimaksud adalah layanan transportasi online atau panggilan kendaraan dan pengantaran makanan (food delivery).
Hasil survei tersebut menunjukkan 70,4 persen responden menggunakan layanan transportasi online GoJek. Sedangkan layanan serupa milik Grab hanya digunakan oleh 45,7 persen responden.
Pada layanan pengantaran makanan, Go-Food digunakan oleh 71,7 persen responden. Sedangkan Grab Food digunakan oleh 39,9 persen responden.
Hasanuddin mengatakan GoJek lebih ungggul dibanding dompet digital lain karena memiliki layanan yang terintegrasi dengan fasilitas pembayaran di bawah satu bendera.
"Kami melihat GoJek memiliki keunggulan khusus dibanding yang lain, yaitu secara ekosistem dan layanan sudah terintegrasi," ujar Hasanuddin.
Selain itu, tiga produk jasa GoJek juga unggul karena berstatus sebagai salah satu pelopor dalam kategori layanan itu.
Meski demikian, GoJek dan Grab tidak memiliki banyak perbedaan dari aspek jumlah pengguna. Faktor layanan Grab yang tidak terintegrasi diduga mempengaruhi pilihan konsumen untuk menggunakan layanan dompet digital OVO.Baca juga: Bayar Tagihan Gas Bumi PGN Bisa Pakai Go-Pay
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina bareng gojek ajak konsumen manfaatkan keuntungan transaksi melalui MyPertamina
14 March 2023 16:54 WIB, 2023
Masih rugi Rp6,6 triliun, GoTo optimistis akselerasi capai profitabilitas
30 May 2022 20:18 WIB, 2022
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB