Jika Android kalah bersaing, ini langkah Google
Minggu, 30 Juni 2019 10:54 WIB
Logo sistem operasi Fuchsia buatan Google. (Wikipedia)
Jakarta (ANTARA) - Google membuat situs dokumentasi untuk sistem operasi Fuchsia sebagai alternatif jika suatu saat sistem operasi ponsel pintar Android tidak mampu bersaing dalam industri.
Situs untuk pengembang fuchsia.dev itu berisi instruksi dan cara bagaimana pengembang dapat menggunakan sistem operasi yang masih dalam tahap awal itu, termasuk perangkat lunak pendukungnya, seperti dikutip dari laman Android Police, Minggu.
Situs Fuchsia juga menjelaskan bagaimana sistem operasi itu bekerja. Fuchsia berbeda dengan Android yang berjalan dengan kernel Linux. Fuchsia menggunakan microkernel Zircon, yang sebelumnya bernama Magenta.
Menurut laman Phone Arena, pengembang Android dapat menggunakan lintas platform Flutter SDK untuk menyusun aplikasi mereka ke versi Fuchsia.
OS Fuchsia pada November 2018 menyatakan dukungan untuk chip Huawei Kirin 970 dan sistem operasi itu dimasukkan ke ponsel Honor Play.
Pada 2017, sebuah video menunjukkan ponsel yang memakai OS Fuchsia yang baru saja dikembangkan. Ponsel itu menggunakan tampilan antarmuka khusus bernama Armadillo.
Baca juga: Pengguna Huawei Indonesia mulai cemaskan nasib ponselnya
Baca juga: Google blokir pengembang aplikasi Android China karena penipuan iklan
Situs untuk pengembang fuchsia.dev itu berisi instruksi dan cara bagaimana pengembang dapat menggunakan sistem operasi yang masih dalam tahap awal itu, termasuk perangkat lunak pendukungnya, seperti dikutip dari laman Android Police, Minggu.
Situs Fuchsia juga menjelaskan bagaimana sistem operasi itu bekerja. Fuchsia berbeda dengan Android yang berjalan dengan kernel Linux. Fuchsia menggunakan microkernel Zircon, yang sebelumnya bernama Magenta.
Menurut laman Phone Arena, pengembang Android dapat menggunakan lintas platform Flutter SDK untuk menyusun aplikasi mereka ke versi Fuchsia.
OS Fuchsia pada November 2018 menyatakan dukungan untuk chip Huawei Kirin 970 dan sistem operasi itu dimasukkan ke ponsel Honor Play.
Pada 2017, sebuah video menunjukkan ponsel yang memakai OS Fuchsia yang baru saja dikembangkan. Ponsel itu menggunakan tampilan antarmuka khusus bernama Armadillo.
Baca juga: Pengguna Huawei Indonesia mulai cemaskan nasib ponselnya
Baca juga: Google blokir pengembang aplikasi Android China karena penipuan iklan
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Google pastikan kesalahan informasi nilai tukar rupiah dari pihak ketiga
01 February 2025 22:22 WIB, 2025
Bobby Kertanegara si kucing peliharaan Prabowo raih penghargaan dari Google Indonesia
13 December 2024 5:50 WIB, 2024
Menkominfo akan adakan pertemuan dengan Google untuk berantas judi online
03 June 2024 21:16 WIB, 2024
Indosat-Google berdayakan bisnis rintisan lewat inovasi dan wawasan teknologi
26 March 2024 18:07 WIB, 2024
Selama 2023, Mbappe hingga Djokovic, atlet yang paling dicari di Google
20 December 2023 10:43 WIB, 2023
Wajah "Goodfather of Broken Heart" Didi Kempot tampil di Google Doodle
26 February 2023 10:07 WIB, 2023
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB