Militer Malta selamatkan 400 migran di Mediterania
Kamis, 6 Juni 2019 6:03 WIB
Ilustrasi - Seorang penyelamat asal organisasi kemanusiaan Jerman, Sea-Watch, mendekap jenazah bayi migran, di lepas pantai Libya. (Christian Buettner/Eikon Nord GmbH Germany/Reuters)
Valletta (ANTARA) - Pasukan militer Malta berhasil menyelamatkan hampir 400 migran dalam empat operasi laut yang digelar secara terpisah pada Rabu.
Mereka lantas diantarkan ke pulau kecil di Mediterania, demikian keterangan militer.
Pejabat pemerintah menuturkan bahwa rombongan tersebut merupakan kedatangan tertinggi di Malta dalam beberapa bulan belakangan.
Menurut sumber militer, kapal migran lainnya juga sedang dipantau di Mediterania tengah dan belum diketahui pasti apakah pihak berwenang Malta akan bertindak terhadap kapal tersebut.
Sejumlah NGO melaporkan bahwa beberapa kapal berupaya menyeberangi Mediterania untuk tiba di Eropa.
Sea Watch International di akun Twitter menyebutkan bahwa perahu karet yang ditumpangi sedikitnya 80 orang kempis sekitar 50 mil laut utara Garabulli di Libya. "Banyak orang terjatuh ke dalam air, kemungkinan besar hilang dan tenggelam," kata dia, menambahkan bahwa Penjaga Pantai Libya berada di lokasi kejadian.
Malta kerap mengatakan bahwa kapal patroli mereka hanya untuk menyelamatkan migran saat mereka terlihat menghadapi kesulitan.
Sumber: Reuters
Mereka lantas diantarkan ke pulau kecil di Mediterania, demikian keterangan militer.
Pejabat pemerintah menuturkan bahwa rombongan tersebut merupakan kedatangan tertinggi di Malta dalam beberapa bulan belakangan.
Menurut sumber militer, kapal migran lainnya juga sedang dipantau di Mediterania tengah dan belum diketahui pasti apakah pihak berwenang Malta akan bertindak terhadap kapal tersebut.
Sejumlah NGO melaporkan bahwa beberapa kapal berupaya menyeberangi Mediterania untuk tiba di Eropa.
Sea Watch International di akun Twitter menyebutkan bahwa perahu karet yang ditumpangi sedikitnya 80 orang kempis sekitar 50 mil laut utara Garabulli di Libya. "Banyak orang terjatuh ke dalam air, kemungkinan besar hilang dan tenggelam," kata dia, menambahkan bahwa Penjaga Pantai Libya berada di lokasi kejadian.
Malta kerap mengatakan bahwa kapal patroli mereka hanya untuk menyelamatkan migran saat mereka terlihat menghadapi kesulitan.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 74 pengungsi tewas di laut, IOM desak Libya izinkan penyelamatan
13 November 2020 20:21 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB