Harga minyak dunia jatuh
Sabtu, 18 Mei 2019 12:04 WIB
Gas memancar dari pusat produksi minyak di ladang minyak Soroush di Iran di Teluk Persia (Reuters)
New York (ANTARA) - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat sore waktu setempat (Sabtu pagi) di tengah kekhawatiran atas permintaan global, karena investor menindaklanjuti kabar terbaru terkait ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Pada Kamis (16/5) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan maximum restraint atau semua pihak dapat menahan diri dengan maksimal di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta wilayah Teluk.
Para pejabat senior Iran telah mengesampingkan kemungkinan perundingan dengan Amerika Serikat di bawah tekanan sanksi, menyebut sanksi AS sebagai "terorisme ekonomi, murni, dan sederhana."
Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyebut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran sebagai kelompok teror, memberlakukan larangan total pada ekspor minyak Iran, dan membangun kehadiran militernya di Kawasan Teluk.
Selain itu, menurut laporan perusahaan layanan energi AS Baker Hughes, jumlah pengebor minyak AS yang aktif turun tiga menjadi 802 dalam seminggu hingga 17 Mei, atau berarti penurunan tajam 42 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal itu menandai penurunan mingguan kedua berturut-turut dan juga terendah sejak Maret 2018.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 0,11 dolar AS menetap pada angka 62,76 dolar per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 0,41 dolar menjadi ditutup pada 72,21 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
Pada Kamis (16/5) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan maximum restraint atau semua pihak dapat menahan diri dengan maksimal di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta wilayah Teluk.
Para pejabat senior Iran telah mengesampingkan kemungkinan perundingan dengan Amerika Serikat di bawah tekanan sanksi, menyebut sanksi AS sebagai "terorisme ekonomi, murni, dan sederhana."
Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyebut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran sebagai kelompok teror, memberlakukan larangan total pada ekspor minyak Iran, dan membangun kehadiran militernya di Kawasan Teluk.
Selain itu, menurut laporan perusahaan layanan energi AS Baker Hughes, jumlah pengebor minyak AS yang aktif turun tiga menjadi 802 dalam seminggu hingga 17 Mei, atau berarti penurunan tajam 42 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal itu menandai penurunan mingguan kedua berturut-turut dan juga terendah sejak Maret 2018.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 0,11 dolar AS menetap pada angka 62,76 dolar per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 0,41 dolar menjadi ditutup pada 72,21 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG melemah seiring "risk off" investor untuk antisipasi harga minyak global
04 March 2026 11:14 WIB
Bapanas catat harga cabai rawit Rp65.880/kg dan bawang merah Rp42.629/kg
09 July 2025 11:12 WIB, 2025
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021