Semua tentara AS di Timur Tengah dicap Iran sebagai teroris
Rabu, 1 Mei 2019 6:03 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. (IRNA)
London (ANTARA) - Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa menandatangani satu rancangan peraturan menjadi hukum, yang menyatakan semua personel pasukan AS di Timur Tengah sebagai teroris dan Pemerintah AS sebagai penaja terorisme.
Rancangan peraturan tersebut, yang disahkan pekan lalu oleh Parlemen, adalah pembalasan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump -- yang merancang pasukan elit Iran, Pengawal Revolusi, sebagai organisasi teroris asing, demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Presiden Iran menginstruksikan dinas intelijen, Kementerian Urusan Luar Negeri, Angkatan Bersenjata dan Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran untuk melaksanakan hukum itu, kata kantor berita Iran, Tasnim.
Sumber: Reuters
Rancangan peraturan tersebut, yang disahkan pekan lalu oleh Parlemen, adalah pembalasan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump -- yang merancang pasukan elit Iran, Pengawal Revolusi, sebagai organisasi teroris asing, demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Presiden Iran menginstruksikan dinas intelijen, Kementerian Urusan Luar Negeri, Angkatan Bersenjata dan Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran untuk melaksanakan hukum itu, kata kantor berita Iran, Tasnim.
Sumber: Reuters
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopilot pesawat F-15E AS jatuh di Iran dibawa ke Kuwait untuk perawatan medis
05 April 2026 19:54 WIB
Airlangga: RI perlu mitigasi kerugian pariwisata yang terdampak krisis global
19 March 2026 11:30 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pesawat tabrakan dengan mobil pemadam di Bandara LaGuardia, pilot-kopilot tewas
24 March 2026 7:37 WIB