Polisi olah TKP kasus bocah tewas tenggelam
Senin, 25 Februari 2019 16:00 WIB
Korban Bocah Tenggelam Terseret Banjir (Antara Lampung/Raharja)
Tulangbawang (Antaranews Lampung) - Polsek Menggala melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara kasus tenggelamnya bocah perempuan di daerah terdampak banjir akibat luapan Sungai Tulang Bawang.
Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli di Tulangbawang, Senin, mengatakan, kasus tersebut terjadi pada Minggu (24/2), sekira pukul 10.00 WIB, di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota.
Korban, yaitu Nazira Tapana (3), warga Jalan Cemara, Lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulangbawang.
Ia mengungkapkan bahwa tenggelamnya bocah tersebut bermula saat Edi Syahrudi (45), berprofesi wiraswasta, yang merupakan ayah kandung korban, mengajak korban ke rumah Junaidi (47), yang merupakan paman korban untuk berkunjung.
Setelah sampai di rumah pamannya, lanjutnya, ayah kandung korban berbincang-bincang dengan saudara-saudaranya, sedangkan korban dibiarkan bermain (berenang) bersama anak-anak lainnya diluapan banjir di bawah rumah tersebut.
"Selang 10 menit kemudian, terdengarlah suara teriakan dari teman-teman bermainnya korban, ayah korban dan pamannya langsung berusaha mencari korban yang sudah hilang terseret arus luapan sungai,"terang Iptu Zulkifli.
Lalu, pihak keluarga meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian korban.
"Setelah dilakukan pencarian selama 2 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan oleh Junaidi yang merupakan pamannya dalam keadaan meninggal dunia, " jelasnya.
Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli di Tulangbawang, Senin, mengatakan, kasus tersebut terjadi pada Minggu (24/2), sekira pukul 10.00 WIB, di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota.
Korban, yaitu Nazira Tapana (3), warga Jalan Cemara, Lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulangbawang.
Ia mengungkapkan bahwa tenggelamnya bocah tersebut bermula saat Edi Syahrudi (45), berprofesi wiraswasta, yang merupakan ayah kandung korban, mengajak korban ke rumah Junaidi (47), yang merupakan paman korban untuk berkunjung.
Setelah sampai di rumah pamannya, lanjutnya, ayah kandung korban berbincang-bincang dengan saudara-saudaranya, sedangkan korban dibiarkan bermain (berenang) bersama anak-anak lainnya diluapan banjir di bawah rumah tersebut.
"Selang 10 menit kemudian, terdengarlah suara teriakan dari teman-teman bermainnya korban, ayah korban dan pamannya langsung berusaha mencari korban yang sudah hilang terseret arus luapan sungai,"terang Iptu Zulkifli.
Lalu, pihak keluarga meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian korban.
"Setelah dilakukan pencarian selama 2 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan oleh Junaidi yang merupakan pamannya dalam keadaan meninggal dunia, " jelasnya.
Pewarta : Agus Wira Sukarta dan Raharja
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas Lampung cari dua penumpang KM Tegar Jaya tenggelam di Pulau Tegal Mas
28 August 2025 13:39 WIB
Terpopuler - Tulangbawang
Lihat Juga
Petugas Rutan Menggala simulasi pemadam kebakaran untuk perkuat kesiapsiagaan
11 February 2026 12:56 WIB
Sengketa lahan tiga kampung di Tulangbawang masuk tahap penentuan titik koordinat
20 January 2026 14:08 WIB
Kapolda Lampung turun langsung redam konflik lahan Isenpatow Bonow Tulangbawang
16 January 2026 16:51 WIB
Dosen UNU Lampung kembangkan pembangkit listrik hybrid untuk petambak udang vaname
21 September 2025 19:12 WIB
Baznas salurkan bantuan satu ton beras bagi korban banjir di Tulangbawang
29 December 2024 9:29 WIB, 2024