Dewan Pers: Jumlah media massa di Indonesia capai 47.000
Jumat, 9 Februari 2018 17:58 WIB
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (Foto : Net)
Padang (Antaranews Lampung) - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengklaim jumlah media massa di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia, jumlahnya saat ini mencapai 47.000 terdiri dari media cetak, radio, televisi dan berbasis daring.
"Dari jumlah itu 2.000 adalah media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media dalam jaringan (daring)," kata Yosep saat puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Jumat.
Namun dari jumlah media itu, menurutnya masih banyak yang asal-asalan saja, tidak memenuhi syarat sebagai media tetapi tetap bisa eksis karena dibantu APBD.
Selain itu wartawannya juga tidak semua yang memiliki kompetensi karena tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, tidak pula pernah mengikuti pelatihan jurnalistik.
Ia merinci hingga saat ini baru terdaftar sekitar 14 ribu orang wartawan yang memiliki kompetensi.
Ia mengimbau kebebasan pers yang dinikmati saat ini jangan dijadikan kesempatan untuk membuat berita bohong atau hoaks, tapi meningkatkan kemampuan wartawan dan verifikasi media massa.
Dewan Pers, menurut dia, berkomitmen untuk melaksanakan hal tersebut secara bertahap.
Selain itu, ia juga mengingatkan dalam tahun politik, media massa tetap bisa menjaga objektivitas dan netralitas, tidak terjebak dalam kepentingan politik.
Ia mengatakan, Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 merupakan batu ujian untuk netralitas media massa.
Hari puncak HPN 2018 digelar di Muaro Lasak Pantai Padang yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavia, sejumlah gubernur, menteri, duta besar dan ribuan wartawan.
"Dari jumlah itu 2.000 adalah media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media dalam jaringan (daring)," kata Yosep saat puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Jumat.
Namun dari jumlah media itu, menurutnya masih banyak yang asal-asalan saja, tidak memenuhi syarat sebagai media tetapi tetap bisa eksis karena dibantu APBD.
Selain itu wartawannya juga tidak semua yang memiliki kompetensi karena tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, tidak pula pernah mengikuti pelatihan jurnalistik.
Ia merinci hingga saat ini baru terdaftar sekitar 14 ribu orang wartawan yang memiliki kompetensi.
Ia mengimbau kebebasan pers yang dinikmati saat ini jangan dijadikan kesempatan untuk membuat berita bohong atau hoaks, tapi meningkatkan kemampuan wartawan dan verifikasi media massa.
Dewan Pers, menurut dia, berkomitmen untuk melaksanakan hal tersebut secara bertahap.
Selain itu, ia juga mengingatkan dalam tahun politik, media massa tetap bisa menjaga objektivitas dan netralitas, tidak terjebak dalam kepentingan politik.
Ia mengatakan, Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 merupakan batu ujian untuk netralitas media massa.
Hari puncak HPN 2018 digelar di Muaro Lasak Pantai Padang yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavia, sejumlah gubernur, menteri, duta besar dan ribuan wartawan.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akar Hotel dan Resort gelar "seasson of test" menu spesial Imlek dan Ramadan
31 January 2026 6:11 WIB
TNI perkuat sinergi dengan BEM dan media di Lampung demi ciptakan persatuan
11 December 2025 13:09 WIB
OJK tekankan pentingnya media perluas edukasi keuangan lewat informasi publik
29 November 2025 21:38 WIB
Pemprov Lampung perkuat sinergi media dan TNI/Polri guna wujudkan pembangunan daerah
10 November 2025 15:53 WIB
Terpopuler - Politik Dan Hukum
Lihat Juga
Tiga toko Tiffany & Co dilakukan penyegelan terkait dugaan "underinvoicing"
15 February 2026 10:38 WIB