BKKBN Gelar Rakornis Kemitraan Program KB
Rabu, 5 April 2017 10:04 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Paulina JS saat membuka Rakornis Kemitraan Program KKBPK Provinsi Lampung Tahun 2017 di Hotel Emersia Bandarlampung, Selasa (4/4) (FOTO: ANTARALampung/ Agus Wira Sukarta)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) kemitraan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
"Keberhasilan program KKBPK tak lepas dari peran mitra kerja. BKKBN membutuhkan dukungan komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi dan kerjasa sama dari pemangku kepentingan dan mitra kerja di Lampung," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Paulina JS di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan dari rakornis yang berlangsung selama dua hari dari 4 hingga 5 April 2017 diharapkan nantinya peserta dapat melakukan sosialisasi terkait program KKBPK sehingga ada pemerataan pengelola dan pelaksanaan program tersebut terutama di daerah yang memiliki capaian rendah, termasuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan, serta Kampung Keluarga Berencana (KB).
Menurut dia, agar program itu berhasil diperlukan dukungan komitmen dari pemangku kepentingan dan mitra kerja. Dukungan komitmen yang bersinergitas dan terpadu dari pemangku kepentingan dan mitra kerja diperlukan secara operasional mulai dari tingkat pusat hingga ke lini lapangan.
Paulina menjelaskan bahwa kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan mitra kerja yang dibangun BKKBN diwadahi dalam nota kesepahaman bersama.
Berdasarkan data, lanjutnya, sebanyak 110 nota kesepahaman bersama antara BKKBN dan para pemangku kepentingan dan mitra kerja, untuk keberhasilan program KKBPK.
"Jangan sampai kemitraan yang terjalin antara BKKBN dengan pemangku kepentingan dan mitra kerja terhenti pada penandatanganan MoU," ujarnya lagi.
Ia menjelaskan kerjasama antara BKKBN, pemangku kepentingan dan mitra kerja telah memberikan kontribusi yang cukup besar.
Keberhasilan program KB dalam penurunan angka kelahiran dari 5,6 anak per wanita pada 1970-an menjadi 2,6 anak per wanita tahun 2000 tidak lepas dari peran kemitraan tersebut.
Penurunan angka kelahiran melalui pelembagaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) turut membantu peningkatan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan perkonomian.
"Progam KB ditengarai berkontribusi terhadap kelahiran tercantum 100 juta jiwa dalam empat dasawarsa," ujar Paulina. (Ant)
"Keberhasilan program KKBPK tak lepas dari peran mitra kerja. BKKBN membutuhkan dukungan komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi dan kerjasa sama dari pemangku kepentingan dan mitra kerja di Lampung," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Paulina JS di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan dari rakornis yang berlangsung selama dua hari dari 4 hingga 5 April 2017 diharapkan nantinya peserta dapat melakukan sosialisasi terkait program KKBPK sehingga ada pemerataan pengelola dan pelaksanaan program tersebut terutama di daerah yang memiliki capaian rendah, termasuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan, serta Kampung Keluarga Berencana (KB).
Menurut dia, agar program itu berhasil diperlukan dukungan komitmen dari pemangku kepentingan dan mitra kerja. Dukungan komitmen yang bersinergitas dan terpadu dari pemangku kepentingan dan mitra kerja diperlukan secara operasional mulai dari tingkat pusat hingga ke lini lapangan.
Paulina menjelaskan bahwa kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan mitra kerja yang dibangun BKKBN diwadahi dalam nota kesepahaman bersama.
Berdasarkan data, lanjutnya, sebanyak 110 nota kesepahaman bersama antara BKKBN dan para pemangku kepentingan dan mitra kerja, untuk keberhasilan program KKBPK.
"Jangan sampai kemitraan yang terjalin antara BKKBN dengan pemangku kepentingan dan mitra kerja terhenti pada penandatanganan MoU," ujarnya lagi.
Ia menjelaskan kerjasama antara BKKBN, pemangku kepentingan dan mitra kerja telah memberikan kontribusi yang cukup besar.
Keberhasilan program KB dalam penurunan angka kelahiran dari 5,6 anak per wanita pada 1970-an menjadi 2,6 anak per wanita tahun 2000 tidak lepas dari peran kemitraan tersebut.
Penurunan angka kelahiran melalui pelembagaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) turut membantu peningkatan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan perkonomian.
"Progam KB ditengarai berkontribusi terhadap kelahiran tercantum 100 juta jiwa dalam empat dasawarsa," ujar Paulina. (Ant)
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lewat program RE3 FOR-E, PNM sulap 17 ton pakaian bekas jadi berkah ekonomi nasabah laundry
04 June 2026 8:37 WIB
Pemkot Bandarlampung kedepankan upaya preventif ke pelaku parkir liar di badan jalan
03 June 2026 21:15 WIB
Pemkab Lampung Selatan gandeng Lanal Lampung perkuat keselamatan wisata pantai
03 June 2026 21:08 WIB
Masyarakat Lampung Selatan dibebaskan denda pajak kendaraan hingga 31 Agustus 2026
03 June 2026 6:22 WIB
Rycko Menoza tekankan pentingnya silaturahmi dan nilai keluarga bagi generasi muda
30 May 2026 12:36 WIB