Studi : Satu telur per hari bantu jauhkan stroke
Kamis, 3 November 2016 11:54 WIB
Jauhkan stroke dengan konsumsi telur (ngopy.com)
Washington (Antara/Xinhua-OANA) - Mengkonsumsi satu telur per hari bisa pangkas resiko stroke sampai 12 persen, demikian hasil satu studi yang didanai oleh American Egg Board pada Selasa (1/11).
Temuan tersebut dilandasi atas kajian sistematis dan meta-analisis atas studi yang berawal antara 1982 dan 2015, yang menilai hubungan antara telu dan penyakit jantung koroner (276.000 subjek) dan stroke (308.000 subjek).
Studi itu mendapat bahwa konsumsi satu telur per hari tak memiliki kaitan dengan penyakit jantung koroner tapi ada pengurangan 12 persen dalam resiko stroke.
Penyelidik utama Dominik Alexander dari US EpidStat Institute mengatakan penelitian lain diperlukan untuk memahami hubungan antara konsumsi telur dan resiko stroke.
Namun, "telur memang memiliki sumbangan positif nutrisi positif, termasuk anti-oksidan, yang telah diperlihatkan mengurangi tekanan oksidatif dan radang," kata Alexander, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.
"Telur juga adalah sumber protein luar biasa, yang telah berkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah."
Satu telur besar diperkirakan berisi enam gram protein berkualitas tinggi dan antioksidan lutein serta zeaksantin --yang ditemukan di dalam kuning telur-- serta vitamin E, D dan A, kata studi itu.
Penelitian tersebut, katanya, memberi dukungan lebih lanjut buat perubahan di dalam jurnal yang disiarkan belum lama ini --2015 Dietary Guidelines for Americans-- yang telah menghapuskan batasan kolesterol makanan dan sekarang meliputi konsumsi rutin telur di kalangan pilihan protein ramping.
Studi itu, yang disiarkan di Journal of the American College of Nutrition, didanai oleh American Egg Board, satu kelompok penelitian dan promosi buat industri telur AS.
Penerjemah : Chaidar
Temuan tersebut dilandasi atas kajian sistematis dan meta-analisis atas studi yang berawal antara 1982 dan 2015, yang menilai hubungan antara telu dan penyakit jantung koroner (276.000 subjek) dan stroke (308.000 subjek).
Studi itu mendapat bahwa konsumsi satu telur per hari tak memiliki kaitan dengan penyakit jantung koroner tapi ada pengurangan 12 persen dalam resiko stroke.
Penyelidik utama Dominik Alexander dari US EpidStat Institute mengatakan penelitian lain diperlukan untuk memahami hubungan antara konsumsi telur dan resiko stroke.
Namun, "telur memang memiliki sumbangan positif nutrisi positif, termasuk anti-oksidan, yang telah diperlihatkan mengurangi tekanan oksidatif dan radang," kata Alexander, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.
"Telur juga adalah sumber protein luar biasa, yang telah berkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah."
Satu telur besar diperkirakan berisi enam gram protein berkualitas tinggi dan antioksidan lutein serta zeaksantin --yang ditemukan di dalam kuning telur-- serta vitamin E, D dan A, kata studi itu.
Penelitian tersebut, katanya, memberi dukungan lebih lanjut buat perubahan di dalam jurnal yang disiarkan belum lama ini --2015 Dietary Guidelines for Americans-- yang telah menghapuskan batasan kolesterol makanan dan sekarang meliputi konsumsi rutin telur di kalangan pilihan protein ramping.
Studi itu, yang disiarkan di Journal of the American College of Nutrition, didanai oleh American Egg Board, satu kelompok penelitian dan promosi buat industri telur AS.
Penerjemah : Chaidar
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter: Rajin olahraga kurangi risiko penyintas terkena stroke kembali
05 November 2024 17:43 WIB, 2024
Kepala RSPAD: Informasi Prabowo pernah "stroke" dua kali tidak berdasar
27 October 2023 19:39 WIB, 2023
RSUDAM berhasil melakukan terapi trombolitik perdana bagi pasien stroke
04 February 2023 15:17 WIB, 2023
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Smart farming jadi solusi petani sejahtera di Desa Trimomukti Lampung Selatan
02 December 2025 16:56 WIB
HKA dari produsen material ke penggerak layanan operasi jalan tol nasional
27 November 2025 16:20 WIB
Swasembada pangan hadapi tantangan, banyak petani enggan tanam kedelai di lahan pertanian
17 November 2025 10:39 WIB
Relawan di Lampung bantu pasien kanker dan donor darah, bergerak tanpa dana tetap
10 November 2025 9:47 WIB