Gunungsugih, Lampung (ANTARA Lampung) - Bupati Lampung Tengah, Dr Ir Mustafa MM menyatakan siap untuk memajukan seni bela diri pencak silat melalui Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Lampung, khususnya Lampung Tengah.  

"Saya sangat bersyukur menjadi warga baru PSHT dan siap membumikan PSHT di bumi Lampung terutama di Lampung Tengah," katanya dalam usai pengukuhan sebanyak 350 warga baru PSHT di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah Selasa malam (4/10).

Acara tersebut juga digelar untuk memperingati syuroan, dihadiri sekitar lima ribuan warga PSHT dan pengurus PSHT se-Lampung.

Mustafa mengajak para anggota PSHT agar tak hanya melakukan pemberdayaan internal, tetapi juga mampu berperan di tengah masyarakat, menjadi teladan dan bisa menjadi pengayom masyarakat.

"Potensi kita sebaiknya tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya membantu warga untuk menciptakan keamanan di wilayah masing-masing," katanya.

Pencak silat, kata Bupati, merupakan akar budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Tak hanya aktif di organisasi, anggota PSHT diharapkan bisa melahirkan prestasi-prestasi yang membawa harum nama Lampung Tengah.

Ketua PSHT Cabang Lampung Tengah, Kang Mas Harto Wahono menjelaskan dari 350 anggota yang disahkan, Bupati Lampung Tengah Mustafa termasuk di dalamnya.

"Total warga baru ada 712 orang. Sebanyak 350 disahkan di sini. Sisanya akan disahkan di Padepokan PSHT, Kampung Karangendah, Kecamatan Terbanggibesar, pada 14 Oktober 2016," katanya.

Dia berharap keikutsertaan bupati akan semakin menghidupkan PSHT di Lampung khususnya di Lampung Tengah. PSHT juga mengamanatkan jabatan Pembina PSHT Lampung Tengah di pundak Bupati Mustafa.

Ada sekitar 80 ribu anggota PSHT di Lampung. Ini adalah potensi yang harus dikembangkan untuk kemajuan organisasi. "Mari kita jadikan PSHT sebagai jembatan untuk melahirkan prestasi-prestasi yang bisa membawa Lampung Tengah di tingkat provinsi dan nasional," ujarnya.

Bergabungnya Bupati Lampung Tengah ke PSHT menjadi bukti tingginya kepercayaan terhadap PSHT.

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026